Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 26 Januari 2012

BATAM: Kemenhub jajaki buka jalur kereta api

BATAM: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan melakukan kesepakatan bersama atau MoU tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian di Batam untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

Penandatangan MoU akan dilakukan Dirjen Perkeretaapian Tundjung Henderawan dan Kepala BP Batam Mustofa Wijaya di Gedung BP Batam,  Jumat 27 Januari 2012.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan kesepakatan bersama tersebut pada tahap awal ini dimaksudkan untuk melakukan studi kelayakan tentang penyelenggaraan perkeretaapian di kawasan ini.

"Maksud MoU ini Dirjen akan membuat studi kelayakannya, jadi kami jemput bola karena tidak mau seperti Jakarta, yang sudah ruwet baru dibangun, kita sudah menyiapkan lahan untuk transportasi massal," ujarnya di Batam.

Ia menyebutkan, langkah ini merupakan langkah untuk mengembangkan transportasi perkeretaapian di Batam dalam rencana memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pengembangan sektor industri. Untuk jenisnya sendiri ia katakan nantinya bisa berbentuk kereta api ataupun monorel, tergantung pihak KAI.

Setelah MoU ditandatangani, kemungkinan besar akan dibentuk Tim Kerja untuk membahas tindak lanjut dan rencana aksi penyelenggaraan perkeretapian yang mengelilingi Batu Ampar (Pelabuhan), Muka Kuning (Kawasan Industri) dan Bandara Hang Nadim.

"Setelah studi kelayakan kita harapkan mulainya(pembangunan) nanti bisa semakin cepat," lanjutnya.

Dipilihnya transportasi perkeretaapian di Batam dengan mempertimbangkan bahwa keretapi merupakan angkutan massal yang cepat dan lancar serta efisien, dapat terpadu dengan transportasi lain. Nantinya direncanakan juga akan didirikan hub-hub terpadu di beberapa titik.

Dwi menambahkan, pembangunan sarana perkeretapian di Batam dalam rangka untuk mengantisipasi permasalahan kepadatan lalu lintas kedepannya, serta untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi mobilitas masyarakat yang mayoritas terdiri dari pekerja.

BP Batam sendiri menyoroti infrastruktur ini merupakan hal yang perlu dipersiapkan untuk meng­antisipasi pertum­buhan indus­tri dan pertumbuhan pen­duduk adalah kelancaran tran­sportasi, baik darat, laut dan udara. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar