Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 27 Januari 2012

Ancaman Perusahaan Tutup dan Hengkang di Awal 2012

BATAM--Awal 2012, menjadi tahun yang suram bagi kalangan buruh di Kota Batam. Ribuan karyawan terancam kehilangan pekerjaan, dan menjadi pengangguran baru. Beberapa perusahaan di kawasan industri di Batam mengaku kehabisan order produksi. Akhirnya, sedikit demi sedikit jumlah karyawan dikurangi. Mulai dari karyawan permanen, hingga karyawan berstatus kontrak yang tak diperpanjang lagi. Sebagaimana terjadi di kawasan Batamindo Industrial Park (BIP) Mukakuning. Kawasan ini memiliki fasilitas yang tergolong komplit, mulai dari bank, kantor pos, pujasera, masjid, gereja, vihara, pusat olahraga, taman, plaza, klinik, keamanan dan petugas pemadam kebakaran yang siaga 24 jam.
Berdiri sejak tahun 1990, puluhan ribu tenaga kerja mampu terserap di berbagai perusahaan yang ada di Kawasan BIP Mukakuning. Selain tenaga kerja lokal asal berbagai daerah di Indonesia, juga terdapat tenaga kerja asing dari beberapa negara di dunia.

Saat ini, sejumlah perusahaan besar di kawasan itu, satu per satu mulai pergi ataupun melakukan relokasi ke kawasan-kawasan industri lain di Batam dan negara tetangga. Kawasan seluas 320 hektar ini, dulu bisa dikatakan incaran perusahaan-perusahaan besar berkelas dunia. Seperti Philips, Sony Chemicals Indonesia, Sanyo, Panasonic Battery, Astra, Casio dan perusahaan PMA lainnya.

PT Philips Industries Batam, misalnya. Perusahaan yang termasuk pertama kali beroperasi sejak kawasan BIP ini mulai dibuka di tahun 1990-an, kini sudah beralih ke kawasan Panbil Batam Industrial Estate. Belum diketahui apa alasan perusahaan kelas dunia ini hengkang dari kawasan yang telah belasan tahun ditempatinya tersebut.

Selain PT Philips Industries Batam, juga terdapat beberapa perusahaan lain yang hengkang dari Kawasan Batamindo ke kawasan Panbil Batam Industrial Estate. Di antaranya PT Beyonics Manufacturing, PT TEAC Electronic Indonesia dan PT Shimano Department pancing.

Sementara itu, beberapa perusahaan di Kawasan BIP ada yang telah menutup operasional perusahaannya. Di antaranya PT Exas dengan nilai invetasi tahun 1996 US$5 juta, PT BJ  Industries, PT Kyocera, PT Panasonic Battery Batam, PT Toyocom, PT Casio Electronics Indonesia yang sebelumnya bernama PT Asahi, PT Kumagaya Precision Motor Batam dan beberapa perusahaan lainnya.

Disamping itu, juga terdapat beberapa perusahaan yang berganti nama ataupun perubahan kepemilikan saham. Seperti PT Sony Chemicals Indonesia yang berganti nama ke Venturindo Jaya Batam (VJB), PT Evok Rifa Indonesia yang berganti nama menjadi PT Kemet, Thomson dan NXP yang menjadi perusahaan joint venture menjadi PT Nutune dan lainnya. Sedangkan 3 perusahaan baru yang masuk kawasan industri Batamindo, di antaranya PT Rafala, PT TNC dan PT Intrikon.

"Sekarang masih ada sekitar 70-an tenant yang ada di kawasan Batamindo, dengan jumlah karyawan sekitar 60 ribuan," ungkap Chief Security kawasan BIP, Andi Mapisangka, Kamis (26/1).

Pengurangan karyawan juga terjadi di beberapa perusahaan lain di kawasan BIP. Seperti di PT Nutune awalnya ada 3.000 karyawan berkurang jadi 400 orang. Panasonic yang sebelumnya jumlah karyawan mencapai ribuan, kini tinggal ratusan karyawan yang masih bertahan.

Sedangkan PT Unisem, dikabarkan juga sudah mulai ancang-ancang melakukan pengurangan ratusan karyawan permanen dari sekitar 2.700 karyawan di perusahaan integrated circuit (IC) tersebut.

Fenomena berbeda terjadi di kawasan industri Panbil, yang berlokasi tak jauh dari kawasan BIP. Di kawasan industri baru ini, justru terjadi pertumbuhan jumlah perusahaan yang signifikan. Dulu kawasan dengan luas sekitar 200 hektar ini, hanya dihuni beberapa perusahaan saja, seperti PT Brilliant, PT Tropical dan Etowa.

Pantauan Haluan Kepri di kawasan Panbil Industrial Estate, sekitar 20 perusahaan ada di tempat tersebut. Mulai dari PT Shimano, Philips, TEAC, Beyonics, Epcos yang berganti nama TDK, Eurollence, Tropical, Etowa, Mechast, Fuda, HT, Inzign dan lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti mengungkaplkan, pihaknya memang sudah menerima pemberitahuan sejumlah perusahaan yang akan tutup dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya adalah, PT Nutune.

"Selain Nutune, PT Exas sudah tidak beroperasi lagi," kata Rudi di balik telepon. (wan/fur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar