Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Sabtu, 29 Desember 2012

Investor Korea Selatan Terima UMK Rp 2,04 Juta

28 Desember 2012 - (sumber Batam Pos)
 
BATAM (BP) - Tidak semua pengusaha keberatan dengan upah minimum kota (UMK) Batam 2013 sebesar Rp 2,04 juta, khususnya investor asing. Buktinya, investor dari Korea Selatan mengaku tidak terganggu dengan kenaikan upah tersebut.
“Sebenarnya kenaikan UMK terlalu tinggi dan memang menjadi beban perusahaan kita yang berinvestasi di Indonesia (termasuk Batam, red). Tetapi perusahaan kita lebih mementingkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Itu sebabnya kami selalu memberikan upah di atas UMK,” ujar Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young Sung, saat berkunjungan ke di BP Batam, Kamis (27/12).

Jumat, 28 Desember 2012

UMK BATAM 2013: Kenaikan Upah Minimum Tidak Bebani Investor Korsel

BATAM--Kalangan pengusaha asal Korea Selatan di Batam memastikan kenaikan UMK kota ini pada tahun depan sebesar Rp2.040.000 tidak akan memberatkan usaha mereka kedepannya.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young Sung mengatakan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pengusaha asal negaranya di Batam untuk menerima masukan terkait kenaikan UMK di Indonesia.

PROYEK INFRASTRUKTUR: Korsel Mulai Kaji Jembatan Babin Awal Tahun Depan

Compact_jembatan_babin
BATAM--Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk memulai studi kelayakan proyek Jembatan Batam-Bintan pada awal tahun depan, sebelum tahap pemberian dana pinjaman dibahas.

Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Young-Sun mengatakan salah satu badan kerjasama internasional Korea Selatan, Korea International Cooperation Agency (Koica) siap membantu Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk merealisasikan proyek tersebut.

S. Korea establishes team to study Batam-Bintan bridge


 
The South Korean government has established a team to conduct a feasibility study on the construction of a 7-kilometer-long bridge that will connect Batam and Bintan Island.
The team, which comprises academicians under the Korea International Cooperation Agency (Koica), will kick off the study at the beginning of 2013. The results of the feasibility study will later be compared to the study conducted by the Bandung Institute of Technology’s Research Affiliation Body (LAPI-ITB) in 2005.

Bahas Jembatan Babin, Dubes Korsel Ketemu Gubkepri

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young Sun. (f/ist)
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young Sun. (f/ist)

Kamis, 27 Desember 2012 (sumber Kepribangkit)
Batam,www.kepribangkit.com—Setelah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja di Gedung Marketing BP Batam, Kamis, 27 Desember 2012, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young Sun diagendakan akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri, HM Sani di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat, 28 Desember 2012.

2013, Korsel Kaji Jembatan Babin

BATAM CENTRE (HK) - Pemerintah Korea Selatan baru akan mengkaji kelayakan jembatan Batam-Bintan (Babin) tahun 2013.
Itu pun belum pasti negeri ginseng tersebut akan melakukan pembangunan.


Kepastian itu diperoleh setelah delegasi Korea Selatan bertemu dengan pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam di ruangan Marketing Centre, Kamis (27/12).

Kamis, 27 Desember 2012

KOREA BERMINAT DANAI PEMBANGUNAN JEMBATAN BATAM-BINTAN


Kamis, 27 Desember 2012 (sumber ANTARA
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Young Sun menyatakan Korea berminat mendanai pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang akan menghubungkan dua kawasan perdagangan bebas.

"Jembatan Babin sangat penting bagi perkembangan dua kawasan bebas perdagangan Batam dan Bintan. Korea sangat menaruh perhatian besar pada kawasan bebas Batam," kata dia sesaat setelah melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja di Gedung Marketing BP Batam, Kamis.

BP Batam Dukung Pembatasan Impor

Spanduk yang dipasang oleh importir Batam menolak Pemberlakuan Permendag. (f/sas)
Spanduk yang dipasang oleh importir Batam menolak Pemberlakuan Permendag. (f/sas)
Rabu, 26 Desember 2012 (sumber Kepribangkit)
Batam,www.kepribangkit.com–Terkait dengan revisi peraturan pembatasan barang impor dalam Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) No. 27/12 menjadi Permendag No. 59/2012, Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan dukungannya. Demikian ungkap Kabid Humas BP Batam, Ilham Eka Hartawan. “BP Batam mendukung, karena kita memang harus mengikuti peraturan yang berlaku,” ujar Ilham kepada www.kepribangkit.com, Rabu, 26 Desember 12.

Petugas Bandara Hang Nadim, Batam tak Mau Lagi Kecolongan Penyelundup Narkoba

Rabu, 26 Desember 2012 (sumber Tribun Batam)

pemeriksaan-tas-bandara.jpg
Pemeriksaan tas di bandara

Siapa sangka dibalik tertangkapnya (Rasidin, 28) di Bandara Hang Nadim pada Selasa (25/12) lalu, tenyata masih ada penyelundup nakoba yang lolos dari pengamanan pengelola Bandara Hang Nadim, Batam.

Apindo Tetap Gugat UMK

BATAM (HK) - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri tetap menggugat besaran Upah Minimum Kota (UMK) Batam yang ditetapkan pemerintah ke PTUN. Langkah tersebut dilakukan setelah pihak Apindo dan Kadin Kepri sepakat untuk menempuh jalur hukum.

" Keputusan untuk menggugat SK Gubernur tentang besaran UMK 2013 sudah dirundingkan dengan Kadin, dan Pengusaha," ujar Ketua Apindo Kepri Ir Cahya, kemarin.

Importir di Batam Khawatir Harga Sembako Bakal Melonjak Lagi

Rabu, 26 Desember 2012 (sumber

sembako1.jpg
Tribunnews
Harapan warga Batam agar harga komoditi bisa lebih murah karena berada di wilayah FTZ, agaknya tidak bisa terwujud sepenuhnya. Pasalnya, Menteri Perdagangan sudah merevisi Peraturan tentang impor barang hingga diprediksi sejumlah harga komoniti bakal melejit.

Importir di Batam Khawatir Harga Sembako Bakal Melonjak Lagi


Tribun Batam - Rabu, 26 Desember 2012

Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Harapan warga Batam agar harga komoditi bisa lebih murah karena berada di wilayah FTZ, agaknya tidak bisa terwujud sepenuhnya. Pasalnya, Menteri Perdagangan sudah merevisi Peraturan tentang impor barang hingga diprediksi sejumlah harga komoniti bakal melejit.

API Satu Section Memajukan Pengusaha Lokal

Kamis, 27 December 2012 (sumber Haluan Kepri)
BATAM (HK) - Penolakan Peraturan Menteri Perdagangan RI No 59/M-DAG/PER/9/2012 tentang Angka Pengenal Impor (API) oleh importir Batam, ditanggapi dingin oleh Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam. Sebab aturan tersebut justeru untuk menyelamatkan pengusaha lokal.

Rabu, 26 Desember 2012

Bakal Menelan Anggaran 3 Triliun Rabu: Dubes Korsel Bicarakan Pembangunan Jembatan Babin


Senin, 24 Desember 2012 (sumber POSMETRO)

Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia akan berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membahas rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) Rabu (26/12). Jembatan Babin yang merupakan bagian dari masterplan infrastruktur BP Batam, diperkirakan akan menelan dana lebih dari Rp3 triliun.

PERBAIKAN JEMBATAN VI BARELANG SELESAI FEBRUARI

Rabu, 26 Desember 2012 (sumber ANTARA)
Perbaikan Jembatan VI Barelang yang tertabrak kapal APC Aussie 1 pada 6 Juni 2012 diperkirakan selesai Februari 2013.

"Dua bulan lagi perbaikan Jembatan VI selesai," kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Istono di Batam, Rabu.

DITPAM BP BATAM AMANKAN PENUMPANG PEMBAWA SHABU

Rabu, 26 Desember 2012 (sumber ANTARA)
Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Kawasan Batam mengamankan seorang penumpang yang diduga membawa shabu di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa.

Petugas Ditpam BP Batam yang enggan disebutkan namanya mengatakan saat diamankan dan digeledah diketahui penumpang berinisial Rs tersebut membawa barang bewarna putih yang menyerupai shabu-shabu.

Importir Menolak Permendag 59/2012


Disebut Pemicu Kenaikan Harga Sembako dan Kebangkrutan Harapan warga Batam agar harga komoditi bisa lebih murah karena berada di wilayah FTZ, agaknya tidak bisa terwujud sepenuhnya. Pasalnya saat ini Menteri Perdagangan sudah merevisi peraturan tentang impor barang hingga diprediksi sejumlah harga komoditi bakal melejit. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang lama kini sudah direvisi dengan terbitnya Permendag baru nomor 59/2012 yang mengatur tentang barang yang diimpor.

Rudi: Kendaraan Pribadi Akan Dibatasi


PADAT: Semakin padatnya lalu lintas di Batam sedang dicarikan solusinya oleh Pemko.
Lima tahun ke depan, Batam akan kesulitan mengatasi kemacetan kendaraaan. Status Free Trade Zone (FTZ) dan belum adanya regulasi yang mengatur pembatasan kendaraan menjadi ancaman. Untuk itu, dibutuhkan segera regulasi untuk mengatasinya. Diakui Wakil Wali Kota Batam, Rudi, belum lama ini di Gedung LAM Batam, hingga saat ini, belum ada regulasi dalam mengatasi membeludaknya kendaraan. Walau sebelumnya sudah menggunakan sistem one in one out.

JEMBATAN BABIN: Korsel-RI Bahas Rencana Proyek Pekan Depan

Compact_jembatan_babin
BATAM--Korea Selatan akan segera membahas rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang merupakan bagian dari masterplan infrastruktur Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).

Pembahasan tersebut terkait rencana pemerintah provinsi Kepulauan Riau dan BP Batam yang tengah mencari pihak swasta sebagai investor untuk merealisasikan proyek Jembatan Batam-Bintan.

Ilham Eka Hartawan, Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam mengatakan pembahasan Korea Selatan-BP Batam tersebut akan berlangsung pada Rabu (26/12/2012) mendatang saat Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Young-sun membawa sejumlah delegasi ke Batam.
 

ATURAN IMPOR: Regulasi di Kawasan FTZ Dinilai Perlu Perlakuan Khusus

BATAM--Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis menilai penerapan regulasi impor di FTZ Batam perlu dibedakan dari daerah lain sebagai konsekuensi terbentuknya pasar produk global di kawasan ini.

Dia mengatakan salah satu yang perlu dibedakan adalah penerapan Pemendag No.27/2012 tentang ketentuan Angka Pengenal Impor dan Permendag No.56/2012 tentang Hubungan Istimewa.

"Untuk Batam harus ada perlakuan beda dan Permendag itu harus diubah jika bertentangan dengan prinsip perlakuan pasar internasional di FTZ," jelasnya di Batam, Kamis (20/12/2012).

Kepemilikan Lahan Relang Harus Izin Baru

BATAM CENTRE (HK)- Para pemilik lahan di Pulau Rempang dan Galang harus kembali mengurus izin alokasi baru dari Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam, jika ketentuan dari Kementrian Kehutanan mengenai status hutan buru keluar.

" Kalau ada yang mengaku memiliki lahan di Rempang- Galang, jika sudah keluar status hutan dari Kemenhut, maka pemilik lahan tersebut harus mengurus kembali izin alokasi baru ke BP Batam. Nanti jika lahan yang dimiliki itu sesuai peruntukan, silakan dilanjutkan, tapi jika tidak harus dicabut," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan, belum lama ini.

Penyelundupan 5 Kg Sabu Digagalkan


Di Bandara Hang Nadim, Batam

BATAM (HK) - Aksi penyelundupan narkotika kembali terjadi di Provinsi Kepri. Bila sehari sebelumnya, yakni Senin (24/12) Bea dan Cukai Tanjungpinang berhasil menggagalkan penyelundupan 3,7 kilogram heroin, Selasa (25/12) kemarin giliran Satuan Pengamanan Otorita Batam (kini BP Batam) di Bandara Hang Nadim, Batam yang menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram.   

Harga Produk Impor Bakal Naik 100%

BATAM (HK) – Tahun 2013, produk impor bakal naik 100 persen dari biasanya. Hal tersebut terjadi karena adanya Permendag No59 tahun 2012 tentang Angka Pengenal Importir (API) yang dinilai akan semakin menambah biaya.

"Jika (Permendag Mo 59) tetap diberlakukan, semua barang impor akan naik. Karena tingginya biaya transportasi untuk mengimpor," ujar Ketua Importir Batam, Linda Lau seraya memperkirakan kenaikan harga sembako ini bisa mencapai 100 persen.

Korsel Lirik Jembatan Babin

BATAM CENTRE (HK) - Rencana pemerintah membangun jembatan yang menghubungkan Batam-Bintan (Babin) sepanjang 6,7 kilometer tampaknya bakal terwujud. Pasalnya, salah satu investor asal Korea Selatan (Korsel) mulai melirik pembangunan jembatan yang menelan biaya Rp3 triliun itu.

Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam Ilham Eka Hartawan mengatakan, pembahasan antara Korsel dan BP Batam mengenai rencana pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan Kamis (27/12) ini.

Dari pihak Korsel akan dihadiri  oleh Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Young-sun dan sejumlah delegasi yang berjumlah tujuh orang.

Harga Sembako di Batam Melejit Karena Impor Lewat Jakarta


Tribun Batam - Rabu, 26 Desember 2012 
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Harapan warga Batam agar harga sayur mayur dan sembako bisa murah agaknya belum bisa terwujud sepenuhnya. Sebab saat ini Menteri Perdagangan sudah merevisi Pembatasan Impor Permendag 27/2012 menjadi  Permendag 59/2012  mengatur tentang barang yang diimpor. Selain akan membuat harga sembako melejit, peraturan baru itu dikhawatirkan akan membuat para importir gulung tikar. 

Empat Perusahaan di Bintan Lakukan PHK


Tribun Batam - Rabu, 26 Desember 2012 
 
 
 

Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN-  Sebanyak 4 perusahaan di Bintan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).  Empat  perusahaan tersebut adalah  PT Pulau Bintan Djaya di Kijang,  PT Sanden Indonesia, PT CCI Bintan dan PT Esco Indonesia di Lobam. Demikian dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan, Hasfarizal Handra.

Delegasi Dubes Korsel ke Batam Bahas Jembatan Babin

25 Desember 2012 - (sumber Batam Pos)
 
Korea Selatan akan segera membahas rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang merupakan bagian dari masterplan infrastruktur Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).
Pembahasan tersebut terkait rencana Pemprov Kepri dan BP Batam yang tengah mencari pihak swasta sebagai investor untuk merealisasikan proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan itu.

Korsel Mulai Seriusi Jembatan Batam-Bintan


26 Desember 2012 (sumber Kepribangkit)
Korea Selatan akan segera membahas rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) di Kepulauan Riau yang merupakan bagian dari masterplan infrastruktur Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).

Pembahasan itu terkait rencana Pemprov Kepri dan BP Batam yang tengah mencari pihak swasta sebagai untuk mendanai proyek Jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan itu.

Ditpam Tangkap Penyelundup 5 Kilogram Sabu di Hang Nadim

25 Desember 2012 (sumber Batam Pos)
Rasidin, pria asal Nagroe Aceh Darussalam, dibekuk anggota Polsek Bandara Hang Nadim di Bandara Hang Nadim Batam, saat hendak menyelundupkan sabu sekitar 5 kilogram, ke Medan menggunakan maskapai Lion Air, Selasa (25/12) pukul 13.50 WIB.
 

Penyelundupan 5 Kg Sabu Digagalkan


Di Bandara Hang Nadim, Batam

BATAM (HK) - Aksi penyelundupan narkotika kembali terjadi di Provinsi Kepri. Bila sehari sebelumnya, yakni Senin (24/12) Bea dan Cukai Tanjungpinang berhasil menggagalkan penyelundupan 3,7 kilogram heroin, Selasa (25/12) kemarin giliran Satuan Pengamanan Otorita Batam (kini BP Batam) di Bandara Hang Nadim, Batam yang menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram.

Kepemilikan Lahan Relang Harus Izin Baru

BATAM CENTRE (HK)- Para pemilik lahan di Pulau Rempang dan Galang harus kembali mengurus izin alokasi baru dari Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam, jika ketentuan dari Kementrian Kehutanan mengenai status hutan buru keluar.

" Kalau ada yang mengaku memiliki lahan di Rempang- Galang, jika sudah keluar status hutan dari Kemenhut, maka pemilik lahan tersebut harus mengurus kembali izin alokasi baru ke BP Batam. Nanti jika lahan yang dimiliki itu sesuai peruntukan, silakan dilanjutkan, tapi jika tidak harus dicabut," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan, belum lama ini.

Korsel Lirik Jembatan Babin

BATAM CENTRE (HK) - Rencana pemerintah membangun jembatan yang menghubungkan Batam-Bintan (Babin) sepanjang 6,7 kilometer tampaknya bakal terwujud. Pasalnya, salah satu investor asal Korea Selatan (Korsel) mulai melirik pembangunan jembatan yang menelan biaya Rp3 triliun itu.

Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam Ilham Eka Hartawan mengatakan, pembahasan antara Korsel dan BP Batam mengenai rencana pembangunan jembatan tersebut akan dilakukan Kamis (27/12) ini.

Minggu, 23 Desember 2012

BP BATAM-KORSEL AKAN BAHAS PEMBANGUNAN JEMBATAN


Minggu, 23 Desember 2012 (sumber ANTARA)
Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dan perusahaan asal Korea Selatan akan membahas rencana investasi pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

"Delegasi Korsel akan datang untuk membahas sejumlah proyek, termasuk pembangunan Jembatan Babin," kata Kepala Sub Direktorat Humas dan Publikasi BP KPBPB Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Jumat.

Ekosistem Laut Kepri Makin Kritis


BATAM (HK)-Ekosistem sebagai sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya di laut Kepri semakin kritis. Ancaman abrasi, pencemaran lingkungan dan limbah menjadi faktor yang berperan dalam rusaknya ekosistem laut.

RSOB Buka Layanan Trauma Centre

SEKUPANG(HK)- Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB)- Badan Kawasan(BP) Batam akan membuka layanan Trauma Centre. Dengan dibukanya layanan ini, pasien yang mengalami trauma akibat kecelakaan bisa mendapatkan informasi yang jelas dan terarah.

Jumat, 21 Desember 2012

3 Pesawat Asing Mendarat di Hang Nadim


JUMAT, 21 Desember 2012 (sumber POSMETRO)
Pesawat milik Rusia tipe Volga -Dnepr Antonov AN- 124.100 mendarat di Hang Nadim, Kamis (13/12) pukul 10.15 Wib.

Suwarso, Kabag Keuangan dan Umum mengatakan, pihak Rusia telah berkoordinasi dengan Hang Nadim beberapa hari sebelum pendaratan. Pesawat ini akan menjalanirute Darwin menuju Male. Singgah dulu ke Batam untuk refeull, ujarnya, Kamis (13/12).
 

Batam Sets Target for Expanding data Center Business

Kamis, 20 Desember 2012 (Sumber : The Jakarta Post)

The Batam Free Trade Zone Authority (BP FTZ Batam) has excellent opportunities to tap into thye potential of the data center bussiness, thank to adequate avaibility of the broadband-based Internet network on the island and its strategic position as a hub of the fiber optic network in the Asia Pasific.

In 2010, BP FTZ Batambuilts its Information Technology Center on an area of 7,320 square meters, adopting a modern building concept emphasizing security, reliability, efficiency, avaibility as well as environmentally friendly principles.

Batam to develop techno park to spur creativity

16 November 2012 (Sumber : The Jakarta Post)
 
The birth of the student-made car Esemka, produced in Surakarta, Central Java, was credited to the Solo Techno Park concept that has inspired the Batam Free Trade Zone Authority (BPK FTZ) to develop a techno park aimed at bridging small and medium-scale enterprises (SMEs), academics and the manufacturing and electronics industries that have set up factories in Batam.

Batam BPK FTZ monitoring and industrial affairs evaluation sub-directorate head Tri Novianta Putra said on Thursday that the techno park would be a way to connect institutes of higher learning with the industrial world. The Batam Techno Park (BTP) would also showcase new technology and be a place to develop and commercialize applied technology.

Batam eyes animation industry development

26 November 2012 (sumber : The Jakarta Post)
The Batam Free Trade Zone Authority (BPK FTZ) Techno Park and PT Kinema Systrans Multimedia (KSM) are collaborating to advance the country’s animation industry to entertain audiences in Indonesia and worldwide.

KSM, also known as Infinite Frameworks (IFW) Studios, will serve as an incubator to nurture local talent and develop animation businesses in the hope that the local animation industry will be able to compete with other countries’ animation businesses.

KSM is currently training 30 polytechnic students majoring in multimedia and vocational school (SMK) students majoring in computer and animation, to introduce them to the latest technology in the animation industry as well as business opportunities.

Lantai IV IT Centre BP Batam Terbakar


JUMAT, 21 DEsember 2012 (sumber POSMETRO)
Karyawan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang bertugas di gedung IT Centre mendadak panik. Pasalnya tiba-tiba apibesar menyala di lantai IV gedung itu, Kamis (13/12) siang. Hal ini kontan saja membuatsuasana bangunan yang di dominasi warna putihitu riuh.
 

PERLAKUAN IMPOR FTZ PERLU DIBEDAKAN


JUMAT, 21 Desember 2012 (sumber ANTARA)
Perlakuan impor barang di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun perlu dibedakan dari kawasan pabean Indonesia, kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis.

"Untuk Batam harus ada perlakuan berbeda sebagai konsekuensi penetapan KPBP," kata Harry di Batam, Kamis, menanggapi keluhan pengusaha dalam perizinan impor yang baru.

Ratusan Hektar Lahan 80 RT di Bengkong Sadai Sudah Dikuasai Swasta

JUMAT, 21 Desember 2012 (sumber Kepribangkit)
Ratusan lahan yang saat ini sudah dikuasai oleh warga 80 RT (Rukun Tetangga) di Kelurahan Bengkong sadai sudah dialokasikan kepada beberapa pihak swasta. Di atas lahan tersebut kini sudah dibangun rumah-rumah permanen oleh warga sejak tahun 1996 lalu. Ribuan warga yang rumahnya berdiri atas lahan milik pihak swasta itulah yang kemarin, Rabu, 19 Desember 2012, melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Batam.
 

Tanjung Sauh Batam Adopsi Pelabuhan Rotterdam Van Oord

Kamis, 20 Desember 2012 (Sumber : Tribun Batam)
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- Pelabuhan Tanjung Sauh yang belakangan ini  digembar-gemborkan akan mengadopsi pelabuhan Rotterdam Van Oord. Perjalanan dinas DPRD kota Batam ke Belanda beberapa waktu lalu, sebagai salah satu upaya keseriusan dalam pengembangan pelabuhan transhipment Tanjung Sauh ke depannya.

Irwansyah, Ketua Fraksi PPP Plus, menyebutkan tujuan dinas keluar di Belanda karena disana lah pengembangan pelabuhan transhipment terbesar di dunia, sekaligus yang handal dalam pengembangan pelabuhan.

"Bagaimana mungkin kita berkunjung ke Singapura atau Malaysia yang notabenenya kompetitor kita. Kami memiliki fungsi pengawasan, jadi perlu memastikan seperti apa nantinya proyek Tanjung Sauh ini. Makanya kami datang kesana, jadi bisa lebih punya gambaran," beber Irwansyah, Kamis (20/12) (*)

Rumah Sakit Tambah Tim Medis

Jumat, 21 Desember 2012 (Sumber : Tribun Batam)

Antisipasi Kecelakaan saat Perayaan Pergantian Tahun

BATAM, TRIBUN -Menghadapi keramaian di akhir tahun, RSBP Batam telah bersiap terutama dalam penyediaan alat medis darurat, Kabid pelayanan dan Keperawatan RSBP Batam, dr. Candra Friyadi MH kes MARS mengatakan setidaknya rumah sakit menyediakan stok obat-obatan, cairan infus, dn alat medis lain sampai tiga kali lipat dari kondisi normail.

"Kita bersiap tapi tentunya kita berharapa tidak perlu sampai segitu banyaknya kondisi emergency di Natal maupun malam Tahun Baru,"ujar dokter Candra, rabu (19/12).

Permendag 59/2012 Direvisi, Importir Batam Terancam Gulung Tikar

Pembatasan kendaraan di Batam yang diatur di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 59/2012 diprotes oleh puluhan importir di Batam. Aturan baru yang merupakan revisi Permendag 27/2012 berisi tentang ketentuan Angka Pengenal Importir (API).
Menurut Linda, Ketua Tim Penolakan Permendag, pembatasan kendaraan ini merupakan suatu bentuk pengikisan importir. Dampak dari peraturan baru itu mematikan peluang usaha importir.
Revisi tersebut memungkinkan perusahaan pemilik API-Umum (API-U) dapat mengimpor lebih dari satu kelompok barang (section). Kata Linda, dalam peraturan baru itu importir harus mengimpor sesuai dengan satu bidang yang sudah ditentukan. Di sinilah letak masalah yang dihadapi importir

Tanjungsauh Bakal Adopsi Rotterdam Van Oord

DIBANGUN : Tahun 2013, Pelabuhan Tanjungsauh akan dibangun sebagai tempat transhipment kapal-kapal di dunia. Pelabuhan ini bakal mengadopsi Pelabuhan Rotterdam Van Oord di Belanda. Nampak salah satu pelabuhan yang dikembangkan di Belanda.

Batam Cocok Jadi Perkebunan

Panen Perdana Jagung Perdana

BATAM (HK) - Panen perdana jagung di kawasan Agribisnis Badan Pengusahaan (BP) Batam di Sei Temiang, Kamis (20/12) membuktikan bahwa lahan di Batam juga cocok dijadikan pengembangan pertanian dan perkebunan.

Selama ini, Batam terbangun sebagai sebuah daerah industri yang di dalamnya terdapat manufaktur elektronik, garmen hingga perkapalan (shipyard). Namun dalam perjalanannya, Batam juga bisa dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan perkebunan untuk memasok kebutuhan konsumen lokal.

Kamis, 20 Desember 2012

Kendaraan Pribadi Tak Boleh Pakai Fasilitas FTZ

 Kamis, 20 Desember 2012 (sumber Pos Metro) 

Wakil Walikota Batam, Rudi SE berharap agar suplai mobil mobil dapat dibatasi dan tidak lagi menggunakanfasilitas ftree trade zone (FTZ). Ini untukmengurangi kemacetan di batam.

Kendaraan-kendaraanyang masuk ke Batam,sekarang ini banyak milik pribadidan itu juga menggunakan fasilitasFTZ. Saya berharap fasilitas FTZ itu tidak lagi diberlakukan untuk kendaraan pribadi. Melainkan hanya untuk keperluan industri saja, katanya kepada wartawan,selasa (19/12).

<!-- more -->

Rudi mengatakan,untuk membatasi masuknya kendaraan ke Batam diperlukan regulasi. Hal itu untuk menghindari kemacetan. Tetapi hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai hal tersebut. Padahal lanjut Rudi, pihaknya sudah melakukan rapat tiga kali dengan pihak terkait untuk mengatasi hal tersebut.

Kita sudah rapat tiga kali mengatasi kemacetan ini. Tapi, semua masih membicarakan permasalahan. Belum ada. Kalau dibiarkan terus bisa semakin krodit. Karena berdasarkan survei yang kita lakukan, lima tahun kedepan jalan-jalan utama, dipastikan tidak akan bertambah. Tapi kalau jalan-jalan yang dibuat developer saya tidak tahu apakah bertambah atau tidak,ujarnya.

Mantan anggota DPRD Kota Batam itu menjelaskan, meski sampai saat ini belum ada titik temu, tetapi lanjutnya, Pemko Batam sudah menyampaikan wacana agar kendaraan untuk pribadi, tidak diberlakukan ketentuan FTZ.

Dengan begitu, setiap mobil yang tiba di Batam akan dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Selain itu pihaknya juga sudah menyampaikan usulan agar ada kebijakan one in one out (satu kendaraan masuk,satu kendaraan keluar).

 Untuk izin masuk kendaraan bermotor impor atau mobil dalam bentuk CBU (complete built-up), itu berada di BP Batam. Sementara mobil complete knock down (CKD) atau rakitan dalam negeri ada di pemerintah pusat. Jadi kita disini tidak bisa apa-apa, jelasnya.

Sementara itu Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan yang ditanyai wartawan mengatakan, jumlah kendaraan roda empat CBU yang masuk Batam, setiap tahunnya meningkat.

Menurutnya, hal itu dilihat data yang masuk dari Januari hingga Desember tahun ini sudah tercatat 1.418 unit. Mobil impor tersebut dipasok oleh 12 importir yang terdaftar di kita. Keluarnya rata-rata tahun tinggi. Tapi importir juga boleh mengimpor mobil dua tahun ke bawah. Minimal tahun 2010, katanya.

Ilham mengatakan, mobil impor berbanding lurus dengan pertambahan jumlah importir. menurutnya, pada 2010 jumlahimportir hanya dua perusahaan. Sementara jumlah kendaraan sebanyak 164 unit.

Pada 2011 lanjut Ilham, jumlahnya meningkat menjadi enam importir. Dengan jumlah kendaraan CBU yang masuk sekitar 621 unit. Sementara tahun ini jumlah importir naik dua kali lipat menjadi 12 perusahaan.

Menurutnya, meski pun jumlah importir bertambah, pemerintah tetap membatasi jumlah kendaraan yang masuk.

Hal tersebut berdasarkan keputusan bersama antara BP Batam, Dishub Batam, Bea Cukai dan Satlantas Polda Kepri. Satu tahun itu hanya boleh 1800unit. Mobil-mobil CBU mayoritas didatangkan dari Eropa. SepertiJerman dan Inggris. Kemudian dari Jepang, Korsel, Malaysia dan Thailand, ujarnya.

Ia mengatakan, ketentuan kendaraan bermotor dari luar daerah pabean ke kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan Batam-Bintan-Karimun (KPBPB) ditetapkan berdasarkan peraturan dewan kawasan nomor 6 tahun 2009. (ams)

 

 

  

 

 

  

 

 

    

INVESTASI ASING: Perizinan Dipermudah, BPM Yakin Tidak Ada Pemodal Keluar Batam

BATAM--Badan Penanaman Modal Daerah Kota Batam optimistis tidak ada investor yang angkat kaki dari kawasan ini hingga akhir tahun 2012.

Kepala BPMD Kota Batam Gustian Riau mengatakan saat ini kemajuan investasi di Batam sepanjang 2012 semakin banyak dilihat dari rata-rata pengajuan perizinan PMA dan PMDN setiap bulannya.

"Sepanjang 2012 tidak ada yang keluar justru pemodal dalam bentuk pengajuan perizinan melalui PTSP rata-rata 30 perizinan tiap bulan," ujarnya, Rabu (19/12/2012).

Dia berharap dengan catatan pertumbuhan pengajuan perizinan investasi baik dari PMA dan PMDN tersebut dapat semakin mendorong efisiensi perizinan ke depannya sehingga segera dimanfaatkan oleh investor.

BPMD Kota, kata Gustian, terus menyusun gagasan agar investor bisa memperoleh perizinan lebih efisien dan kejelasan kepastian hukum.

"Kami terus memikirkan bagaimana mereka memperoleh perizinan lebih efisien dan kepastian hukum yang jelas," paparnya.

Gustian juga menilai selama ini meski PMDN berinvestasi untuk industri-industri yang kecil namun nilai investasinya cukup besar.

Oleh karena itu untuk mendorong pertumbuhan investasi PMDN, BPMD berencana mendekatkan pihak investor dalam negeri dengan pihak Pemerintah daerah melalui pertemuan diskusi kecil-kecilan.

Langkah ini bertujuan juga agar menimbulkan kenyamanan investor dalam membangun hubungan dengan Pemerintah.

"Pemkot akan menawarkan peluang melalui pertemuan, kami akan mengadakan coffee morning setia satu bulan sekali, jadi PMDN tidak lagi merencanakan investasi sendiri, tapi kami akan menjemput bola," jelasnya.(k17/k59)