Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 25 Januari 2012

Batam Disia-siakan

25 Jan 2012 - (sumber Batam Pos)
Mengawali tahun 2012, Batam Pos menggelar program yang dinamakan ”Manufacturing Hope Roadshow”. Kami berkunjung ke lembaga-lembaga terpilih untuk berdiskusi, tentang bagaimana menemukan harapan di tingkat lokal.
Program ini terinspirasi dari Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang membenahi BUMN Indonesia dengan semangat manufacturing hope.
Elang Tri Praptomo
Lembaga penting pertama yang kami pilih adalah Bank Indonesia Batam, yang kami kunjungi kemarin (24/1). Pada kesempatan itu kami berdiskusi dengan Pemimpin Bank Indonesia Klas B Kepri  Elang Tripraptomo.  Berikut laporannya:
Elang menilai, Batam sebenarnya berpotensi menjadi kota besar dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun semua potensi itu sia-sia karena tak dikelola dengan baik.
“Kita telah menyia-nyiakan Batam,” katanya saat diskusi santai dengan General Manager Batam Pos Hasan Aspahani dan awak redaksi di Kantor Bank Indonesia, Batam Centre, Selasa (24/1) kemarin.
Ia memberi contoh soal pengelolaan sistem transportasi. Sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, sarana transportasi sangat penting diperhatikan. Di kawasan FTZ, sistem transportasi harus handal, nyaman, dan murah bagi seluruh warga Batam.
Agar sistem transportasi di Batam andal, pemerintah daerah mestinya mengembalikan semua pendapatan dari pajak kendaraan yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah itu dalam bentuk pembenahan infrastruktur. Apalagi Batam merupakan kota dengan infrastruktur paling lengkap dibandingkan daerah lain di Kepri.
“Mari belajar pada Singapura, di sana pendapatan dari transportasi digunakan untuk maintenance jalan tidak dijadikan pendapatan yang kemudian dikelola untuk hal-hal lain,” tuturnya.
Pentingnya sistem transportasi yang handal tidak hanya menyangkut transportasi darat. Namun juga menyangkut persoalan daya tampung serta soal fasilitas pelabuhan. Menurut Elang, menjadi hal lumrah Batam terletak di kawasan yang sangat strategis bahkan satu selat dengan Singapura. Namun yang tidak lumrah adalah ketika pelabuhannya belum standar dan tidak sesuai dengan kapasitasnya sebagai daerah FTZ.
“Bagaimana mau menekan inflasi kalau pelabuhan yang menjadi salah satu sandaran distribusi barang masuk tidak memadai,” ungkapnya.
Orang nomor satu BI Batam ini juga melihat banyaknya undang-undang yang berlaku saat ini malah meniadakan menggerogoti FTZ. Padahal FTZ menjadi salah satu kelebihan Batam dibandingkan daerah lain. Tumpang tindihnya aturan juga menjadi salah satu penyumbang potensi daerah ini semakin sia-sia. “Pemanfaatan potensi tidak jelas mau ke mana,” ujarnya.
Pemanfaatan potensi Batam sebagai salah satu daerah FTZ membutuhkan sumberdaya yang profesional dan memahami bagaiman FTZ sebagai salah satu konsep kawasan perdagangan. Namun ironisnya, orang yang memahami konsep FTZ seperti Syamsul Bahrum malah tak lagi diberi peran apapun di jajaran pemerintahan.
”Saya tidak memihak siapa pun, namun potensi Batam ini harus dikelola dengan maksimal dan dengan sumberdaya yang profesional juga,” ujarnya.
Dalam diskusi santai dan serius itu, Elang juga mengingatkan, Batam sebagai daerah kepulauan harus dikelola dengan konsep yang jelas. Mengingat seluruh barang dipasok dari luar Batam, sehingga penting untuk mengatur bagaimana manajemen pasokan dan cadangan barang-barang diterapkan.
Elang menambahkan, menerapkan sistem pasokan dan cadangan dengan tepat akan membuat persediaan kebutuhan barang tidak sulit didapatkan. Imbasnya, harga pun tidak akan mengalami kenaikan dan tentu berhubungan pada daya beli masyarakat makin kuat.
“Di Batam kan tidak ada produsen, jadi manajemen pasokan dan cadangan ini sangat penting dilakukan,” tukasnya.
Selain adanya manajemen yang mengatur soal pasokan dan cadangan bahan baku, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana mencari alternatif sehingga Batam tidak tergantung dengan distribusi yang terkadang terganggu oleh cuaca alam.
Banyak kawasan di Batam yang jika dimaksimalkan dan digunakan secara baik, bisa menjadi alternatif menjaga ketersediaan bahan baku yang kini kian hari makin melonjak harganya.
Lalu soal penataan tata niaga juga menjadi salah satu indikator yang penting untuk diatur agar inflasi bisa ditekan. Pentingnya mengatur tata niaga karena bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan transaksi bisnis yang memang masih menjadi idola di Batam.
Sementara itu, Hasan Aspahani mengatakan, Batam Pos memiliki cita-cita ingin membangun harapan itu di Batam. Dahlan Iskan sebagai corong yang selalu membangun harapan bagi Jawa Pos Gruop maupun saat ia menjadi menteri, telah banyak memberikan pelajaran bahwa membangun harapan yang diaktualisasikan dengan tindakan nyata harus tetap menjadi yang utama.
“Kami datang ke BI agar kami mengetahui dan seluruh pembaca Batam Pos mengetahui apa harapan yang bisa dilakukan untuk Batam ke depan,” katanya. (nal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar