Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengusahaan Batam berencana mengembangkan infrastruktur jalan, pelabuhan dan bandara untuk mendukung satus mereka sebagai daerah bebas agar bisa bersaing dengan kawasan serupa di negara lain terutama ASEAN.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, mengatakan pengembangan infrastruktur akan mulai dikerjakan tahun ini termasuk pengembangan kargo bandara internasional Hang Nadim yang perlu ditambah.

"Untuk jalan tol sudah kami serahkan ke Pengembangan Jalan Tol (BPJT), sementara Februari nanti akan ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk penggarapan mono rail. Pengembangan ini untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur yang juga dilakukan negara-negara lain di ASEAN," kata dia.

Pengembangan Infrastruktur, kata Djoko, sebagai langkah awal untuk membangun sektor ekonomi riil Batam saat tren realisasi investasi di kawasan tersebut tumbuh positif dalam dua tahun terakhir dan mendukung target investasi pada 2012 sebanyak 100 Penanam Modal Asing (PMA) baru.

BP Batam merencanakan pembangunan jalan tol untuk jalur Batuampar-Mukakuning-Bandara Hang Nadim sepanjang 24 kilometer. Proyek jalan tol ini akan menelan biaya Rp1,6 triliun.

Bandara Internasional Hang Nadim, kata Djoko, berdasarkan rencana disain BP Batam, daya tampung terminal akan ditingkatkan bertahap menjadi 8,3 juta penumpang pertahun dari daya tampung sekarang 3,3 juta penumpang pertahun. Karena pada 2010 pergerakan penumpang mencapai 3,33 juta sementara pada 2011 BP Batam perkirakan juga sudah melewati daya tampung normal.

"Perluasan daya tampung bandara dan kargo bandara saat ini masih dalam pembahasan untuk menentukan berapa besar dana yang dibutuhkan dan perluasannya seperti apa," kata dia.

Untuk monorail kata dia, setelah penandatanganan nota kesepahaman pada Februari nanti, Direktorat Jenderal (Ditjen) perkeretaapian akan melakukan survey untuk menentukan model yang cocok dibanngun di Batam.

"Desainnya ditentukan oleh Ditjen," kata dia.

Infrastruktur lain yang akan dibenahi adalah pelabuhan domestik Sekupang dan Telaga Punggur masing-masing Rp40 miliar yang akan dikerjakan mulai awal tahun 2013 mendatang.

"Dua pelabuhan tersebut sebagai penghubung antar daerah, maka kapasitas dan kualitasnya juga perlu ditingkatkan," ucap Djoko.

(KR-LNO/S006)