Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 17 Januari 2012

Gedung BLK, Semakin Kusam Tanpa Fungsi

SAGULUNG -- Lama tidak difungsikan sebagaimana layaknya sebuah Balai Latihan Kerja (BLK), beberapa bangunan gedung milik BLK Karya Bangsa di Sagulung berangsur mengalami kerusakan dan terlihat kusam. Tidak ada satupun aktifitas berarti untuk memberikan pelatihan kepada calon tenaga kerja tak terlihat di BLK satu-satunya yang ada di Batam ini.
"Sejak saya jaga disini, tidak ada kegiatan sama sekali yang dilakukan," ungkap salah seorang penjaga di BLK, Jefri kepada wartawan, Senin (16/1).

Jefri sendiri mengaku baru sekitar tiga bulan bertugas sebagai penjaga di BLK Sagulung. Saat bertugas, karyawan yang direkrut melalui outsourcing ini mengenakan seragam berwarna hijau muda dengan lambang BP Batam di lengan baju sebelah kiri.

Dari pantauan Haluan Kepri, kondisi beberapa bagian bangunan yang ada di BLK banyak yang rusak, dan tak terurus. Seperti ruang serbaguna, yang atapnya sudah banyak yang bocor.

Begitupun ketika melihat beberapa bangunan lainnya. Banyak bagian jendela yang terpajang untuk menjadi sirkulasi udara terlihat lapuk. Begitu juga dengan kaca pecah dan atap yang bocor.

Tidak hanya bangunan yang mengalami kerusakan, rerumputan ilalang, baik di dalam kawasan BLK maupun di depan BLK juga semakin rimbun. Tidak ada upaya untuk merawat dan memotong rumput liat itu.

Menurut warga sekitar, semakin sunyi dan sepinya aktifitas yang ada di BLK terjadi sejak BLK dikelola oleh BP Batam. Bahkan SMK Teladan yang dulunya juga beraktifitas di tempat tersebut pergi meninggalkan bangunan itu.

"Kondisi BLK mulai sunyi sejak pengelolaan ditangani BP Batam," ungkap warga yang enggan disebutkan namanya ini.

Tidak berfungsinya BLK yang saat ini dikelola BP Batam dan tidak adanya BLK yang dikelola Pemko, membuat Batam tidak mendapatkan Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak 2009.

Padahal sebagai pusat industri di Indonesia, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Batam termasuk pengumpul DPKK terbesar di Indonesia. Tiap tahun Batam menyumbang pendapatan negara bukan pajak dari sektor tenaga kerja asing (TKA) sekitar Rp60 miliar dari 5.000-an tenaga kerja.

"Setiap TKA, wajib membayar uang 1.200 dolar AS kepada negara setiap tahun. Namun dengan tidak adanya BLK, Batam tidak mendapat bagi hasil dana DPKK," ungkap Rudi beberapa waktu lalu. (wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar