Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH DIREKTORAT PTSP & HUMAS

Jumat, 31 Oktober 2014

BP Batam Ajak Pengusaha Singapura Berinvestasi di Bidang MRO

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Batam Today)

 
 
Temu bisnis BP Batam dengan pengusaha Singapura untuk menawarkan investasi bidang MRO Bandara Hang Nadim Batam, di Hotel Regent, Singapura, Rabu (29/10/2014).
SINGAPURA, BP Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengajak pengusaha Singapura untuk ikut serta dalam kegiatan investasi di bidang maintenance, repairing dan overhaul (MRO) pesawat, yang saat ini sedang dikembangkan BP Batam di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Jaminan Ketertiban dan Keamanan Tingkatkan Investasi di Batam

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Batam Today)

 

Bussines Gathering yang diselenggarakan BP Batam membahas pengamanan obyek vital guna mendukung investasi, di Hotel Haris Batam Centre, Senin (27/10/2014).

BATAM, BP Batam - Jaminan ketertiban dan keamanan obyek vital diyakini bisa memberikan dampak positif serta meningkatkan investasi ekonomi di Batam. Hal ini terungkap dalam business gathering mengenai objek vital nasional (Obvitnas) yang dilaksanakan di Hotel Haris Batam Centre, Senin (27/10/2014) lalu.

Kegiatan business gathering tersebut dihadiri oleh Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum Fitrah Kamaruddin, dengan narasumber Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepri Kombes Pol Yusri Yunus dan Ketua HKI Kepri Oka Simatupang dan para pengelola kawasan industri yang berada di Batam.

Dalam sambutannya Fitrah Kamaruddin mengatakan dengan pemahaman mengenai objek vital nasional tentu akan membantu meringankan tugas polisi dalam mengamankan wilayah Batam ini.

"Ketertiban dan keamanan di Batam akan dapat memberikan dampak yang positif bagi Batam sebagai Kota Industri dan Investasi, dan dapat meningkatkan kepercayaan para investor dan calon investor yang ingin berinvestasi di Batam," kata Fitrah.

Ia berharap dengan diadakan kegiatan tersebut, hubungan baik antara BP Batam dengan para pelaku usaha maupun dengan institusi lainnya dapat terus berlanjut ke tingkat yang lebih baik.

"Dengan kondisi yang sudah semakin maju diiringi perkembangan teknologi untuk pengamanan objek vital nasional merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga," ujarnya.

Sementara, Ketua HKI Kepri Oka Simatupang mengatakan bahwa ada beberapa kawasan industri di Batam yang sudah ditetapkan sebagai objek vital nasional.

"Obvitnas yang memang dipersiapkan untuk mendorong pembangunan Batam dalam hal pertumbuhan investasi dan perkembangan nilai ekonomi, sudah tentu harus dijaga bersama-sama," kata Oka Simatupang.

Oka berharap ke depannya nanti seluruh kawasan industri yang ada di Batam masuk ke dalam Objek Vital Nasional Indonesia.

"Setiap kawasan industri harus mendaftarkan terlebih dahulu ke Kementerian Perindustrian dan diseleksi terlebih dahulu dan harus memiliki syarat memiliki sistem managemen keamanan yang didukung dengan fasilitas penunjang seperti cctv, alarm, SDM, dan lain-lain," ujarnya.

Kepala BP Batam Tidak Khawatir Penerapan MEA

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Kepala Badan Pengusahaan Batam, Mustofa Widjaja mengatakan, pihaknya tidak khawatir terhadap pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 karena wilayah tersebut sudah terlebih dulu ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas.

"Batam sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan bebas bersaing dengan kawasan serupa negara lain dan sukses. Jadi pemberlakuan MEA 2015 tidak akan menjadi masalah," kata dia di Batam.

BP Batam: Pembangunan Tol Perlancar Akses Industri

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyakini pembangunan jalan tol khusus kendaraan industri dapat memperlancar distribusi barang kebutuhan produksi dan hasil produksi yang akan diekspor.

"Saat ini kendaraan pengangkut barang industri harus berbagi jalan dengan kendaraan lainnya, sehingga perjalanan sering tersendat akibat macet. Dengan jalan khusus, nantinya kendaraan pengangkut barang kebutuhan industri akan memilik jalan sendiri sehingga tidak ada hambatan lagi," kata Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja di Batam.

BP Batam Ajak Pengusaha Singapura Investasi MRO

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan Batam mengajak pengusaha Singapura untuk berinvestasi bidang maintenance, repairing dan overhaul (MRO) pesawat terbang yang sedang dikembangkan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Hal itu ditawarkan BP Batam kepada sekitar 50 perusahaan Singapura yang hadir pada acara forum bisnis dengan tema "¿Batam Investment Updates 2014" yang diselenggarakan bekerja sama dengan Konjen Singapura untuk Indonesia, Singapore Economic Development Board (SEDB), Singapore Business Federation (SBF) dan International Enterprise (IE) di Hotel Regent, Singapura.

BP Batam-BPS MoU Informasi Statistik Perdagangan Bebas

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Kepala Badan Pengusahaan Batam, Mustofa Widjaja dan Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin menandatangani nota kesepahaman tentang Penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam, Kamis.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Utama BPS Pusat, Eri Hastoto, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Fitrah Kamaruddin Djafar, Deputi Bidang Metodelogi dan Informasi Statistik, Dudy Saefudin Sulaiman, Deputi Bidang Statistik Distrubusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau Dumagar Hutahuruk, dan Kepala BPS Kota Batam Mangaputua.

Wali Kota Batam: Selamatkan Bukit Clara

Jumat, 31 Oktober 2014 (Sumber : Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan menyerukan seluruh instansi terkait untuk menyelamatkan Bukit Clara, yang beberapa waktu lalu digunduli dan dipotong-potong kontraktor.

"Kami harus selamatkan Bukit Clara," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Jumat.

Wali Kota mengaku sudah menginstruksikan dinas terkait untuk menyetop perizinan pemotongan bukit yang pada puncaknya ditanamkan huruf-huruf besar bertuliskan Welcome to Batam.

Kamis, 30 Oktober 2014

BP Batam Gelar Gathering

KAMIS, 30 OCTOBER 2014 sumber Haluan Kepri

Batam Centre (HK) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Bussiness Gathering tentang objek vital Nasional (Obvitnas),dalam rangka meningkatkan keamanan bagi para investor yang berada di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam diadakan di Hotel Harris Batam Center,Senin (27/10).
Kegiatan business gathering tersebut dihadiri oleh Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum Fitrah Kamaruddin, dengan narasumber Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepri Kombes Pol Yusri Yunus dan Ketua HKI Kepri Oka Simatupang dan para pengelola kawasan industri yang berada di Batam.

Dikabarkan Bakal Tutup, PT Yee Wo Disidak Anggota DPRD Batam

 
Kamis, 30-10-2014 sumber Batam Today

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Yee Wo Indonesia di kawasan Tunas Industri, Batam Centre disidak oleh komisi IV DPRD Batam menyusul adanya informasi perusahaan tersebut bakal tutup, Kamis (30/10/2014).

Informasi bakal tutupnya perusahaan tersebut tertuang dalam rilis pada Juli 2014, Mr Chen Yi Xiang selaku General Manager (GM), menyampaikan kepada Heriyanto, ketua PUK SPAI FSPMI PT Yee Wo bahwa pihak perusahan akan mengurangi gedung dari dua gedung menjadi satu gedung dan mengeluarkan beberapa aset perusahan berupa 20 unit mesin bordir.

DPRD Segera Panggil Pemko dan BP Batam Soal Bukit Clara

 29 Oktober 2014 - sumber Batam Pos


Helmy
Helmy Hemilton, SH.MH
Polemik proses pemotongan lahan di jantung Kota Batam yakni Bukti Clara disayangkan pihak DPRD Batam. Kekisruhan ini seharusnya tidak terjadi bahkan tidak pernah ada jika semua pihak punya visi dan misi yang jelas dalam sebuah konsep pembangunan Batam sesuai tata ruang yang mengarah pada estetika, kenyamanan dan tentunya terjaganya lingkungan yang hijau dan bersih.
“Sangat kami sesalkan apalagi ini terjadi saat proses cut and fill Bukit Clara itu hampir rampung. Parahnya lagi kalau Pak Wali (walikota,red) tidak tahu bukit itu telah dipotong,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Batam Helmy Helmy Hemilton sore tadi (29/10).