Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 25 Januari 2012

Bisa Deteksi Kapal Penyelundup


25 Jan 2012 (sumber Batam Pos


Acara peletakan batu pertama dermaga kapal patroli Kamla di Jembatan 2 Barelang dan peresmian MRCC Batam di Teluk Mataikan Nongsa, kemarin.
 Satu lagi fasilitas penunjang pengamanan dan pemantauan wilayah teritorial Indonesia diresmikan di Batam yakni kantor Maritime Rescue Coordinating Center (MRCC) di Teluk Mataikan, Nongsa, Selasa (24/1) kemarin.

Fasilitas yang dilengkapi tower setinggi 30 meter sebagai tempat radar terma, antena automatic identification system (AIS), kamera CCTV dan sensor meteorologi itu resmi difungsikan setelah diresmikan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Lasdya TNI Didik Heru Purnomo didampingi Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo dan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, kemarin.
Menurut Didik Purnomo, MRCC itu terdapat display dan radar terma dengan jarak jangkau hingga 48 nautical mill yang memiliki kemampuan tracking objek serta display automatic identification system hingga 125 nautical mill yang dapat mendeteksi data statis kapal seperti nama kapal, bendera kapal, call sign serta nomor Organisasi Maritim Internasional (IMO) kapal yang terdeteksi.
“Bisa juga mendeteksi data perjalanan kapal seperti tujuan dan asal kapal berikut nahkoda serta muatannya,” kata Didi di sela-sela cara tersebut kepada wartawan kemarin.
Menurut dia, selain mendeteksi kapal ukuran besar yang memiliki IMO, radar yang ada itu juga bisa mendeteksi kapal-kapal kecil atau kapal kayu yang biasa dijadikan penyelundup untuk menyelundupkan barang maupun orang di perairan Selat Melaka.
“Harapannya dengan aset-aset yang ada ini operasi Bakorkamla lebih baik,” ujar Didik.
Fungsi MRCC sendiri menurutnya untuk memonitor lalulintas kapal di wilayah Selat Melaka juga ALKI I. Bakorkamla sendiri dapat  mendata kapal-kapal apa saja yang melintas.
“Dan kalau tidak terekam dalam AIS maka perlu dipertanyakan,” katanya.
Menurut Didi, sejak tahun 2011 lalu, pihaknya berhasil memeriksa sedikitnya 600 kapal di seluruh Indonesia yang diduga bermasalah. Tapi hanya 47 unit kapal baik asing maupun domestik yang diproses ke ranah hukum karena melanggar undang-undang di wilayah hukum teritorial NKRI.
Selama tahun 2011 juga, pihaknya juga telah menyelamatkan keuangan negara dari kapal-kapal yang melanggar hukum sebanyak Rp300 miliar.
Pemprov Kepri, kata Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, menyambut baik kehadiran fasilitas MRCC milik Bakorkamla di wilayah Kepri ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI di Selat Melaka.
Mudah-mudahan akan dioptimalkan Bakorkamla khususnya di bidang penegakan hukum dan monitoring. Kami sangat mendukung,” ujar Soerya.
Hal senada juga disampaikan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. Ia berharap hadirnya Bakorkamla dengan kantor dan fasilitas baru mereka di Teluk Mataikan Nongsa itu dapat mengurangi penyelundupan orang maupun barang di Batam.
“Masyarakat diminta mendukung keberadaan Bakorkamla ini,” imbau Dahlan.
Ketua BP Kawasan Mustofa Widjaja mengaku akan menyampaikan kehadiran fasilitas MRCC ini kepada para investor terkait saran prasarana keamanan tersebut.
“Jadi, kami bisa yakinkan investor dengan fasilitas keamanan yang ada,” katanya.
Selain meresmikan kantor dan fasilitas Bakorkamla, Bakorkamla juga mulai melakukan pembangunan dermaga kapal patroli keamanan laut di lahan seluas 1,2 hektare di antara Jembatan II dan III Barelang.
Pembangunan fasilitas dermaga itu dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Kalakhar Bakorkamla, Wagub Kepri Soerya Respationo, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Ketua BP Kawasan Mustofa Widjaja. (spt/cr16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar