Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 11 Maret 2010

POLDA KEPRI SELIDIKI UPAYA PENEMBAKAN NELAYAN

Batam, 9/3 (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menyelidiki upaya penembakan nelayan oleh anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Kepri, awal pekan ini.

"Sedang kita selidiki, apakah anggota kita melanggar prosedur atau tidak," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Pudji H di Batam, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan penyelidikan awal, anggota Brimob mengacungkan pistol ke arah nelayan, karena menduga nelayan hendak melakukan tidakan melawan hukum di lokasi yang mereka jaga.

Nelayan, kata dia, hendak mengambil sisa besi yang menumpuk di sekitar galangan kapal yang dijaga anggota Brimob.

"Sekarang, sedang kita dalami," kata dia.

Propam juga sudah diturunkan untuk menyelidiki tindakan aparat penegak hukum yang dianggap meresahkan nelayan.

Selain itu, nelayan dan aparat juga akan dipertemukan untuk saling menjelaskan situasi kejadian, kata dia.

Mengenai penjagaan galangan kapal oleh Brimob, ia mengatakan sesuai dengan standar, karena menganggap kawasan industri itu sebagai kawasan vital.

"Tapi, tidak semua galangan kapal dijaga Brimob, hanya yang dianggap vital," kata dia.

Mengenai tuntutan masyarakat untuk mencopot Komandan Brimob dan menarik pasukan Brimob di galangan kapal, ia mengatakan menampungnya.

"Masyarakat menuntut boleh-boleh saja," kata dia.

Sebelumnya, puluhan nelayan menuntut Komandan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Kepulauan Riau diganti terkait insiden upaya penembakan ke arah nelayan, Minggu (7/3).

"Kami meminta Komandan Brimob segera diganti, karena tidak dapat memimpin anak buahnya," kata koordinator nelayan Rizaldi.

Menurut Rizaldi, Komandan Brimob turut bertanggung jawab atas tindakan anak buahnya.

Minggu, sejumlah anggota brimob menghalau sekitar 20 nelayan yang mencari ikan di wilayah Galangan Kapal Drydock.

Nelayan mengaku melihat anggota Brimob mengacungkan pistol ke arah pencari ikan.

"Itu bukanlah tindakan yang baik, dan justru membuat resah masyarakat," kata dia.

Menurut dia, keberadaan anggota kepolisian seharusnya menenangkan masyarakat, bukannya membuat resah.

Selain menuntut Komandan Brimob mundur, nelayan juga meminta seluruh jajaran Brimob yang bertugas di kawasan galangan kapal ditarik. B/Z003 (T.Y011/B/Z003/Z003) 09-03-2010 16:32:25 NNNN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar