Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 26 April 2010

Drydocks Tak Akan Hengkang





Ditulis oleh Redaksi ,
Sabtu, 24 April 2010 07:49 (sumber Batam Pos,versi asli)

BKPM: Tak Pengaruhi Investasi

Pasca kerusuhan berbau SARA yang melibatkan pekerja lokal dan tenaga kerja asing (TKA) asal India, Kamis (22/4) lalu, Muspida Kota Batam dan manajemen PT Drydocks World Graha langsung menggelar pertemuan tertutup, kemarin (23/4) di lantai 5 Gedung Pemko Batam.

Pada pertemuan itu disepakati PT Drydocks World Graha akan beroperasi kembali Senin (26/4) mendatang. ”Hal itu karena melihat kondisi perbaikan kantor yang mengalami kerusakan, akibat kerusuhan tersebut,” kata Wawako Batam Ria Saptarika, saat konferensi pers, kemarin siang.

Pertemuan tertutup dihadiri Kapoltabes Barelang Kombes Leonidas Braksan, Kajari Batam Tatang Sutarna SH MH, dan Asisten II Bidang Ekbang Kota Batam, Syamsul Bahrum, dan manajemen Drydocks.

Wawako menambahkan, sebelum beroperasi kembali, manajemen PT Drydocks akan bertemu dengan para pekerja lebih dulu. ”Mungkin pertemuan dengan pekerja untuk menyampaikan kesepakatan yang sudah kita capai,” paparnya.

Ria juga menegaskan, karyawan tetap akan mendapat hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara, Chief Executive Officer (CEO) PT Drydocks World Graha, Denis Welch kembali meminta maaf atas kerusuhan yang terjadi.

Dennis menegaskan, pihaknya berharap bisa beroperasi sesegera mungkin. Menurut Denis, pihaknya akan menyelesaikan seluruh masalah dengan para pekerja, agar pekerja bisa cepat kembali bekerja seperti biasa. ”Kami berniat untuk melakukan investasi di Batam, sehingga tentu saja suasana yang kondusif sangat diperlukan,” tambahnya.

Berapa kerugian galangan kapal milik pengusaha Dubai itu? Dennis belum bisa memastikan. ”Saya belum melihat situasi di sana,” tambahnya.

Dennis mengaku saat ini Drydocks World punya beberapa kontrak pembuatan kapal dengan beberapa perusahaan besar. Ia mengungkapkan pekerja Drydocks tengah mengerjakan dua unit kapal berteknologi tinggi.

”Kerusuhan yang terjadi di Drydocks membuat beberapa perusahaan menghubungi, menanyakan kondisi kapal mereka,” akunya.

Dennis mengaku bahwa ia ditelepon pemesan kapal dari London dan Amerika, guna menanyakan kapal pesanan mereka. ”Customer dari London dan Amerika sudah khawatir. Namun pemesan kapal dapat memahami situasi yang terjadi di Batam,” katanya.

BKPM: Tak Pengaruhi Investasi Asing

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan yakin, kerusuhan pekerja asing dan pekerja WNI di PT Drydocks World Graha di Tanjunguncang, Kamis (22/4) lalu tidak mempengaruhi investasi asing di Indonesia, khususnya di Kepri, karena persoalan ini hanya bersifat internal Drydocks.

”Saya sudah bertemu Duta Besar India, Singapura, dan Malaysia. Mereka mengatakan, kejadian tersebut adalah permasalah intern perusahaan saja, tidak mengaitkan permasalahan nama bangsa dan negara. Mereka mengerti dan memaklumi hal ini terjadi dan tidak akan mempengaruhi investasi mereka,” ujar Gita saat berkunjung ke PT Drydocks World Graha, kemarin sore.

Saat berkunjung, Gita dan rombongan didampingi Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaja, Chief Executive Officier (CEO) PT Drydocks World Graha, Denis Welch, dan sejumlah pejabat lainnya dari Jakarta dan Batam.

Gita menyarankan agar, manajemen dan sub kontraktor membicarakan setiap situasi yang bisa menyebabkan pertikaian, sehingga hal ini tidak terjadi untuk yang kedua kalinya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Otorita Batam/BP Batam, Mustofa Widjaja. Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Tanjunguncang, tidak sampai mempengaruhi minat investor berinvestasi di Batam. ”Kita harapkan demikian. Meski memang kita mendapat banyak telepon terkait kerusuhan yang terjadi di Drydocks,” kata Mustofa.

Menurut Mustofa, telepon yang masuk tidak hanya sebatas dari keluarga pekerja asing yang bekerja di Batam, tapi pemesan kapal yang dikerjakan di Tanjunguncang saat ini juga banyak yang bertanya kondisinya.

”Kita katakan, kalau semuanya baik-baik saja,” ujar Mustofa.

Mustofa juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat bisa menjaga suasana Batam tetap kondusif. ”Ini agar investor tidak ragu berinvestasi di Batam. Menjaga suasana kondusif tentu saja menjadi tanggung jawab pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (hda/cr2/nur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar