Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 19 Januari 2010

Target Dishub Kembali Molor

Selasa, 19 Januari 2010 (sumber Batam Pos,versi asli)

400 Taksi Sudah Ditera

BALOI (BP) - Saat relaunching tera argo taksi 1 Januari lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menargetkan 1.200 taksi di Batam akan beres ditera Januari ini. Namun untuk kesekian kalinya, Dishub lagi-lagi memberikan toleransi sampai 1 Maret mendatang.

”Biar molor asal berjalan,” kata Kepala Dishub Kota Batam Muramis saat ditemui di kantornya, Senin (18/1).

Muramis pun mengatakan keoptimisannya tentang tera argo taksi ini. ”Melihat antusiasme hampir separuh jumlah taksi di Batam sudah lulus tera, kita (Dishub) jadi semangat,” lanjutnya.
Muramis lagi-lagi menegaskan tanggal 1 Maret ini merupakan batas akhir semua taksi di Batam lulus tera dan tidak ada tawar-menawar. ”Ini merupakan kesepakatan semua pihak,” jelasnya.

Menurut Muramis, sanksi tidak lulus KIR sebelum lulus tera sudah dilakukan sesuai komitmen Dishub. Muramis menambahkan, sejak cairnya kredit argometer di koperasi Citra Wahana, Dishub tidak lagi terima alasan supir atau pengusaha taksi yang tidak mau menera taksinya. ”Taksi wajib pasang argo. Kalau tidak punya uang tunai, bisa kredit,” imbuhnya.

Namun, walaupun jumlah taksi yang sudah ditera mencapai 400 unit, dan relaunching pun telah dilakukan, sampai saat ini belum ada taksi yang mau menerapkan taksi berargo. Muramis pun mengakuinya. ”Kita tunggu sampai semua taksi berargo. Kita anggap saat ini masih sosialisasi taksi berargo baik pada supir maupun masyarakat,” kata mantan Kepala Badan Kominfo Batam ini.

Muramis pun mengungkapkan, seluruh taksi di Batam akan berargo mulai 1 Maret mendatang dan tak boleh lagi ada taksi yang memakai tarif ketengan. ”Yang kedapatan akan dikenai sanksi, kalau membandel izinnya dicabut,” tekannya.

Mengenai razia, Muramis mengakui belum dilakukan dengan alasan anggaran Rp150 juta dari APBD 2010 belum cair. ”Begitu penerapan taksi berargo jalan, razia mulai intensif setiap minggu. Fokus kami razia taksi plat hitam dan memantau pelaksanaan taksi berargo,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan hotel di Batam yang sampai saat ini bahkan tidak memiliki armada taksi resmi? Muramis menanggapi, PHRI siap menerima taksi plat kuning apabila pelaksanaan tera sudah final. ”Kita masih akan duduk bersama membahas hal ini,” kata Muramis lagi.

PHRI mempunyai kriteria untuk taksi yang akan ditempatkan di hotel. ”Semakin berbintang, taksi yang akan masuk semakin bagus. Mereka (PHRI) punya kriterianya dan dalam pembahasan nanti akan disampaikan,” sebut Muramis. (cr6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar