Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 08 Juni 2012

BP Batam dan BPPT Tawarkan Penyimpanan Data

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan BP Batam membentuk Digital Recovery Service (DRC). DRC akan menawarkan jasa penyimpanan data-data digital instansi pemerintah dan swasta di Kota Batam yakni dengan sistem cloud computing. Dengan sistem ini instansi tak harus menambah anggaran untuk membeli perangkat penyimpanan data.

“Instansi sering menghadapi masalah dengan kapasitas penyimpanan data digital karena makin bertambahnya data mengharuskan instansi untuk membeli perangkat baru belum termasuk perawatannya, cloud computing menawarkan penyimpanan data di server lain, di luar milik instansi tersebut,” ujar Kepala Balai IPTEKnet BPPT, Dwi Handoko di sela-sela Workshop Teknologi Cloud Computing di Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam, Kamis (7/6).
Dwi mencontohkan salah satu model sistem cloud computing ini adalah situs penyedia email, jejaring sosial, dan blog. Di situs-situs itu, pengguna dapat menyimpan data dalam bentuk tulisan, gambar, audio, video, dan aplikasi dengan biaya murah bahkan gratis.
“Pengguna tidak menyimpan filenya di komputer sendiri, melainkan di server situs tersebut,” ujar Dwi.
Teknologi cloud computing ini, sambung Dwi, merupakan salah satu langkah yang diambil BPPT untuk membantu meningkatkan kecepatan dan efisiensi pembangunan. Pengadaan server dan perawatan yang dilakukan oleh DRC dapat menghemat anggaran yang dibutuhkan instansi untuk hal tersebut.
Data Centre BP Batam telah menyediakan delapan ruang yang berkapasitas 143 rak server. Saat ini, BP Batam bersama BPPT memiliki 10 rak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pusat Pengolahan Data dan Sistem Informasi BP Batam, Donald Panjaitan mengatakan DRC merupakan satu kebutuhan infrastruktur utama di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas seperti Batam.
“Untuk itu kami memperkenalkan DRC pada perusahaan dan industri yang sudah di Batam,” kata Donald.
Salah satu yang sudah didukung oleh DRC adalah pembuatan e-KTP nasional. Ia mengatakan, server e-KTP yang aktif memang di Jakarta, tapi server di DRC Batam bisa menjadi cadangan server pusat.“Kalau server di sana down, di sini masih bisa aktif, jadi untuk operasi e-KTP tidak akan berhenti,” tambah Donald.
Ada beberapa instansi yang sudah meletaknkan datanya di DCR BP Batam. Untuk instansi swasta, ia menawarkan penyimpanan data di DCR BP Batam daripada di Singapura.
Donald menyatakan, kemampuan dan kualitas DCR BP Batam setara dengan Singapura karena telah memiliki standar SS-507, standarisasi untuk pusat keamanan data. “Karena itu, menggunakan DRC di sini lebih efisien dan murah ketimbang di Singapura,” katanya. (cr19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar