Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 14 Juni 2012

Lay Up Kapal Bikin Hancur Coremap


Lay up kapal (parkir kapal di tengah laut) di perairan Galang dituding merusak wilayah konservasi terumbu karang (Coremap). Namun, Badan Pengusahaan (BP) Batam, menapik tudingan Pemko Batam itu. neburut pihak BP Batam, lay up kapal diperairan galang tidak masuk wilayah coremap. Demikian dengan wilayah yang dilintasi tongkang Aussie, sebelum menabrak jembatan.
Menurut Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas BP Batam, Rabu (13/6), lay up tidak masuk wilayah coremap.
Terkait dengan tudingan kapal tanpa mesin yang menabrak jembatan IV Barelang, kata dia harus dicek.
“Kan ada kordinatnya, rumput laut nggak ada di situ,” tegasnya.
Wakil Ketua I DPRD Batam, Ruslan Kasbulatov, menegaskan jika perairan yang dijadikan lay up, merupakan wilayah coremap. Bank Dunia membantu konservasi terumbu karang dan rumput laut di perairan Galang, sekitar Rp15 miliar.
“Itu yang dilewati kapal (Aussie) dan dijadikan lay up, merupakan wilayah coremap. Dananya sumbangan bank dunia,” cetusnya.
Menurut Ruslan, pada dewan periode lalu, saat itu dia menjadi Ketua Komisi I, sudah dikeluarkan rekomendasi dewan. Rekomendasi itu dikeluarkan akhir tahun 2007. Tujuan rekomendasi itu, agar perairan Galang tidak dijadikan untuk aktivitas lay up.
“Sudah dikeluarkan rekomendasi agar wilayah coremap tidak dijadikan wilayah lay up. Tanya Suhartini (Kadis KP2 Batam) ada miliaran dana yang digunakan untuk rumput laut di sana,” tegas Ruslan.
Karena itu, Ruslan meminta BP Batam ikut bertanggungjawab atas kecelakaan kapal tongkang Aussie 1 yang menabrak jembatan VI. “Area lay up itu seharusnya menjadi kewenangan Pemko Batam untuk mengeluarkan izin. Kan 0 hingga 4 mil laut dari bibir pantai menjadi kewenangan Pemko,” Sambungnya. Saat meninjau kondisi jembatan IV, saat dan tongkang Aussie masih disana, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengakui, perairan itu untuk konservasi. Namun, terumbu karang tidak rusak, karena tongkang yang menabrak jembatan VI, tidak bermesin.
“Memang daerah ini wilayah konservasi terumbu karang. Tapi tidak terganggu, karena kapal tidak bermesin,” kata Dahlan. (MARTUA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar