Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 19 September 2011

Status Jalan Duyung Batuampar Kini Dipertanyakan OB

Tribun Batam - Jumat, 16 September 2011

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Jalan Duyung Batuampar yang kondisinya rusak bergelombang, sampai saat ini belum diperbaiki. Hal ini terjadi karena jalan tersebut lepas dari pembahasan pembagian jalan, apakah masuk jalan arteri, kolektor, atau lingkungan.

"Salah satu kondisi jalan yang parah di Batuampar, Jalan Duyung. Karena lepas dari pembahasan pembagian tanggung jawab siapa. Jadi tidak masuk BP tidak masuk Pemko atau Pemprov," kata Direkrut Perencanaan Teknik BP Batam, Istono di Batam Centre, Jumat (16/9/2011).

Menurut Istono, total panjang jalan di Batam yaitu 1080 kilometer, 125 kilometer di antaranya merupakan jalan arteri. Kondisinya ada yang dalam keadaan baik, sedang, dan rusak. Ia bisa menjamin, jalan yang kondisinya rusak kurang dari 20 persen.

Istono menjelaskan untuk jalan lokal atau jalan lingkungan pemeliharaannya ditangani pemerintah kabupaten/kota. Jalan kolektor dipegang pemerintah provinsi, sedangkan jalan arteri menjadi tanggungjawab BP Batam.

Yang dimaksud jalan lingkungan atau lokal yaitu jalan di bawah row 30. Sedangkan jalan kolektor yaitu row 50-35.

Tapi begitu ada SK Menteri Pekerjaan Umum Desember 2009 lalu, jalan arteri yang selama ini ditangani BP Batam menjadi status jalan nasional. Maka tanggung jawab pemeliharaan pada jalan arteri yang dapat status jalan nasional, diambil alih pemerintah pusat yaitu Kementerian Pekerjaan Umum.

"Tapi BP tetap bantu pemerintah membangun jalan. Prinsipnya kita tetap support Pemko untuk bisa bagaimana upayakan agar ada anggaran dari pusat di sektor jalan supaya bisa turun," kata Istono.

Selain itu, pemerintah pusat tidak lepas tanggung jawab. Karena di Batam ada satuan kerja dari Kementerian PU yang juga diberi anggaran untuk pemeliharaan bahkan sampai bangun jalan baru misal untuk pelebaran.

Menurut Istono, untuk melakukan overlay pada 125 kilometer jalan arteri dalam jangka waktu 3-5 tahun membutuhkan biaya Rp 150 miliar.

Kepala Bappeko Batam, Wan Darussalam mengatakan Pemko meminta bantuan BP Batam untuk membuka jejaring ke pusat yang biasa memberikan pendanaan sebelumnya.

"Kami masih berharap partisipasi BP Batam. Partisipasi membangun langsung atau jejaring mereka di pusat misalnya. Kami tetap meminta agar pelaksanaannya bersama," kata Wan.

Editor : dedy suwadha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar