Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 17 Juli 2012

Pendapatan Sewa Rusun Rp400 Juta/Bulan

BATAM CENTRE (HK) -- Pendapatan BP Batam dari sektor sewa rumah susun (rusun) di Kota Batam mencapai Rp300 hingga Rp400 juta setiap bulannya. Pendapatan tersebut berasal dari 23 twin blok rusun yang dikelola BP Batam yang terdapat Batuampar, Sekupang, Mukakuning dan Kabil.

"Pendapatan dari sewa rusun perbulannya mencapai Rp300-400 juta. Dari jumlah tersebut, 10-15 persennya digunakan untuk operasional dan pemeliharaan," ungkap Kasubdit Pengelolan Rusun BP Batam, Juhartono usai pembukaan Pelatihan Penyiapan Pengelola Rusun di Gedung IT Batam Centre, Senin (16/7).

Menurut Juhartono, tingkat hunian di rusun BP Batam tergolong tinggi. Mencapai 70-80 persen dari total jumlah kamar yang ada saat ini sekitar 1.264 kamar.

Sementara untuk anggaran tahun 2012, BP Batam sudah mengalokasikan sebanyak tiga twin blok lagi rusun. Yang rencananya akan dibangun di kawasan industri Tanjunguncang dengan setiap twin bloknya berkapasitas 80-83 kamar.

"Ketiga twin blok itu akan dibangun di atas lahan seluas tujuh hektar, dekat kawasan industri Latrade Tanjunguncang" katanya.

Sementara untuk tarif sewa per kamar, lanjut Juhartono, mengacu pada peraturan Kementerian Perumahan. Yakni maksimal sepertiga dari nilai upah minimum kota (UMK) di tiap-tiap daerah. Sehingga tarif sewa kamar akan mengalami perubahan ataupun peningkatan setiap tahunnya.

Anggota III Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ashari Abas menambahkan, pembangunan rusun disesuaikan dengan tingginya kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat Batam. Terutama para pekerja di sejumlah kawasan industri yang ada di Kota Batam.

"Rusun di Kota Batam dibangun daerah yang strategis, dekat kawasan industri. Sehingga tingkat hunian tinggi dan tidak banyak kosong," katanya.

Terkait dengan rencana penyerahan aset rusun ke Pemko Batam, Ashari Abas menyatakan bahwa hingga saat ini masih belum ada rencana untuk itu.

"Penyerahan aset tidak bisa langsung diserahkan, namun ada tahapan yang harus dilalui," katanya.

Pelatihan penyiapan pengelola rusun diikuti peserta pengelola rusun dari BP Batam dan Pemko Batam selama tiga hari mulai 16-18 Juli 2012. Dalam pelatihan itu, BP Batam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkungan (Puslitbang Sosekling) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kepala Puslitbang Sosekling Kementerian PU, Lolly Martina Martief menyatakan, pelatihan ini sangat penting guna memberikan pelayanan yang optimal. Serta membantu dalam memberikan solusi atas masalah sosial, ekonomi dan lingkungan yang terjadi dalam pengelolaan rusun.

"Ini bagian dari hasil riset, terutama terkait belum optimalnya pengelolaan rusun sewa secara nasional," katanya. (wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar