Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 19 Juli 2012

Mengaku Hilang Uang di Alat Pemindai Pelabuhan

13 Oktober 2011 (Sumber Batam Pos)


Zuzdiana, 45, warga Perumahan Mediterania Batam Kota, mengaku kehilangan uang yang ditaruhnya dalam tas warna hitam sebesar 2.100 dolar Singapura saat tasnya dimasukkan ke mesin pemindai atau x-ray Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Kamis (6/10) pukul 17.45 WIB. Saat itu ia baru pulang dari perjalanannya ke Singapura.
”Saat masuk ke ruang pengecapan paspor, saya buka tas dan saya lihat uang dolar Singapura masih ada. Selesai paspor dicap, saya menuju ruang alat pemindai x-ray. Seperti lainnya, tas langsung saya taruh di alat pemindai x-ray,” ujarnya.
Ditunggu sekitar tiga menit, tas tak keluar juga. Zuzdiana panik, spontan tirai penutup x-ray dibukanya memastikan apakah tasnya nyangkut di dalam atau tidak. Ternyata, tasnya sudah tak nampak lagi.
”Saya terkejut dan panik waktu itu. Saya balik keluar ke posisi saat awal memasukkan tas ke x-ray. Namun saya tengok tak nampak juga, saya balik lagi ke dalam ruang pengambilan barang setelah melalui pemeriksaan x-ray,” katanya.
Setelah ditunggu beberapa  menit tas Zuzdiana mendadak muncul dari x-ray dalam kondisi terbuka resletingnya. Posisi tas saat masuk berada di sebelah kiri, berganti posisi saat keluar dari x-ray ke sebelah kanan. ”Saya cek langsung, uang dolar saya  sudah lenyap dari  tas.
Saya menjerit spontan karena panik. Petugas Bea Cukai (BC) yang kebetulan jaga mengawasi mesin x-ray, kaget dengar jeritan saya,” terangnya.
Tak lama, petugas saat itu mengarahkan Zuzdiana untuk melaporkan kehilangan ke Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP). Zuzdiana menolak.
Alasannya, dia mau melapor ke KKP kalau mesin X-Ray sudah digeladah seluruh dalamnya. Sempat berdebat dan adu mulut antara Zuzdiana dengan petugas BC. ”Petugas saat itu ngotot bahwa tak mungkin duit dalam tasnya itu hilang saat masuk x-ray. Saya juga ngotot lah, karena itu uang saya dan saya yakin itu ada yang membuka tas saya dan mengambil uang saya,” ucapnya.
Setelah di ruang KKP, salah satu petugas KKP sempat menunjukkan CCTV ke Zuzdiana yang terpasang untuk mengawasi aktivitas di sekitar x-ray. Namun dalam rekaman gambarnya, tak menunjukkan adanya keganjilan seperti adanya pencuri atau gerak gerik orang atau petugas yang mencurigakan.
Justru Zuzdiana langsung digiring ke Mapolsek KKP di Sekupang. Sampai di Mapolsek KKP, Zuzdiana justru diperiksa seluruh badannya oleh salah satu Polwan anggota KKP.
”Saya marah lah. Masak saya yang kehilangan justru digeledah dan dituduh mengada-ada. Saya ngotot mau buat laporan kehilangan ke polisi.
Namun, salah satu petugas KKP melarang saya membuat laporan tanpa alasan yang jelas. Saya langsung pulang tanpa menghiraukan larangan mereka,” terangnya.
Akhirnya Zuzdiana membuat laporan ke Mapolsekta Batam Kota terkait kehilangan tas di X-Ray Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kamis (6/10) pukul 11.00 WIB.
Kapolsekta Batam Kota, Kompol Heryana membenarkan adanya laporan orang kehilangan tas di x-ray pelabuhan Internasional Batam Centre.
“Saat ini lagi kita selidiki apakah benar tas Zuzdiana hilang saat melalui alat pemindai x-ray. Kita akan koordinasikan dengan pihak BC juga,” ujarnya. (gas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar