Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 02 Oktober 2012

Sani Minta Larangan Impor Sayur Dicabut

Selasa, 2 Oktober 2012 (Sumber : Tanjung Pinangpos)

BATAM - Gubernur kepri, HM Sani, mendesak pemerintah pusat untuk mencabut larangan impor buah dan sayuran ke Batam. Daerah di Kepri, seperti Batam yang tidak bisa mampu memenuhi kebutuhan sayuran dan buah (holtikultura) sangat bergantung kepada daerah lain.

Hal itu dikatakan HM Sani, Senin (1/10) di Harmoni One. "Kalau bisa begitu (impor). Kita sudah surati Menteri. Kalau di daerahnya tidak menghasilkan sayur dan buah, tentu harus bisa impor untuk memenuhi kebutuhan,"katanya.

Di sisi lain, Sani juga mengaku mendorong pengembangan pertanian, seperti di Bintan, dalam membantu pemenuhan kebutuhan di Kepri. Tapi, hasil produksinya masih tidak berimbang dengan jumlah kebutuhan.

"Hasil tani dalam negeri juga patut didorong, supaya bisa masuk pasar internasional,"harap Sani.

Sementara Sekretaris Dewan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun, Jon Arizal mengakui, terkait impor holtikutura, pihaknya sudah dua kali menyurati Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan. "Pak Gubernur sudah minta staf untuk bicara langsung ke kementerian perdagangan dan minggu ini kami ke Jakarta,"ungkap Jon.

Menurut Jon, impor dibuthkan karena Kepri bukan penghasil sayuran dan buah seperti daerah lain. Jon berharap, pemerintah membuka keran impor yang kuotanya hanya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di Kepri saja.

Diharapkan, ke depan ada satu pasal yang ditambahkan pada Permendag. Saat ini draf penambahan satu pasal itu sudah disiapkan. Di mana pasal usulan itu, yang mengatur impor ke kawasan FTZ harus mengacu pada UU FTZ.

"Harus ada ayat yang berisi penetapan lebih lanjut terkait impor di kawasan FTZ,"harapnya.

Menurutnya, sayuran dan buah, sangat esensial untuk penduduk. "Kita perlu dengan sayur mayur dan buah-buahan yang lebih baik. Seperti apel, bawang putih, dan lainnya,"imbuhnya. (mbb) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar