Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH DIREKTORAT PTSP & HUMAS

Selasa, 19 Maret 2013

BP Batam Peringatkan Developer

PESAT: Pertumbuhan ekonomi Batam maju pesat. Pihak swasta terus gencar membangun usahanya. Nampak salah satu hotel yang belum lama beroperasi di daerah Nagoya.
 PESAT: Pertumbuhan ekonomi Batam maju pesat. Pihak swasta terus gencar membangun usahanya. Nampak salah satu hotel yang belum lama beroperasi di daerah Nagoya.

Kolam Perumahan Harus Ditata
 
BADAN Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam akan menata seluruh kubangan yang dekat perumahan, termasuk di Perumahan Bida Garden, yang memakan korban tiga anak.

Khusus kolam atau kubangan yang ada di ROW atau badan jalan, merupakan tanggungjawab BP Batam. Sementara di dalam perumahan, menjadi tanggungjawab developer.

Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ilham Eka Hartawan, mengatakan, pihaknya sedang mendata seluruh kolam-kolam itu.

“Kita sedang membahas penangananya. Tapi akan diidentifikasi dimana saja ada kolam di ROW jalan,” ujarnya, Senin (18/3).

Setelah itu, BP Batam akan mengajukan anggaran untuk penanganannya. Termasuk penanganan dengan melakukan pemagaran atau lainnya.

“Kita survei dulu dan akan diajukan anggarannya kemudian. Apakah ditimbun atau dipagar, nanti akan ditentukan,” jelasnya.

Disisi lain, Ilham mengingatkan, untuk kubangan atau kolam di perumahan, harus ditangani developer yang membangunnya. Alasannya, saat developer mengurus IMB dan fatwa planologi ke Dinas Tata Kota, kolam-kolam itu sudah diawasi.

“Kalau tidak sesuai dengan ketentuan, develover akan diberikan sanksi mulai dari teguran. Jadi, kolam atau kubangan yang ada di perumahan, kita minta agar developer segera menyelesaikannya,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi, mengatakan, pihaknya akan memasang pagar di kubangan atau kolam yang memakan korban anak meninggal.

“Kolam atau kubangan akan kita tata ulang. Tapi, yang sudah punya pagar, nanti akan kita perbaiki, sehingga anak-anak tidak bisa main disana,” katanya.

Pemko akan mencari solusi bersama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Dinas Tata Kota Batam.

“Kita akan cari solusi penangananannya. Itu kolam yang tidak bertuan,” cetusnya.

Rudi menyebutkan, harusnya Badan Pengusahaan (BP) Batam, memperhatikan keberadaan kolam galian atau kubangan itu. Dia baralasan, pemilik lahan di Batam, merupakan BP Batam. Namun dia enggan mendesak BP Batam.

“Anggap sajalah itu punya Pemko. Tapi, kalau itu punya kami, pasti dikelola dulu,” cetusnya.(MARTUA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar