Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 26 Desember 2012

JEMBATAN BABIN: Korsel-RI Bahas Rencana Proyek Pekan Depan

Compact_jembatan_babin
BATAM--Korea Selatan akan segera membahas rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang merupakan bagian dari masterplan infrastruktur Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).

Pembahasan tersebut terkait rencana pemerintah provinsi Kepulauan Riau dan BP Batam yang tengah mencari pihak swasta sebagai investor untuk merealisasikan proyek Jembatan Batam-Bintan.

Ilham Eka Hartawan, Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam mengatakan pembahasan Korea Selatan-BP Batam tersebut akan berlangsung pada Rabu (26/12/2012) mendatang saat Dubes Korsel untuk Indonesia Kim Young-sun membawa sejumlah delegasi ke Batam.
 
"Delegasi duta besar republik Korea Selatan berkunjung ke Batam 27 Desember mendatang untuk membahas sejumlah proyek disini, salah satunya Jembatan Babin," katanya, Jumat (21/12/2012).

Dia mengatakan dalam pembahasan tersebut pihak Dubes Korsel membawa tujuh delegasi, diantaranya adalah Direktur  Korea International Cooperation Agency (Koica) Choi sung Ho.

Selain itu juga, Korsel juga membawa Direktur Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Lee Woon Chang. EDCF adalah bentuk bantuan pinjaman yang diberikan Korsel kepada sejumlah negara.

Ilham menilai pembahasan lanjutan ini adalah guna mengkaji lebih lanjut proyek Jembatan Babin sekaligus mencari solusi bagi BP Batam dan Pemprov.

Pada pertemuan tersebut pihak Korsel juga akan membicarakan pengembangan high technology dalam e-Government dan pengaturan sistem pembuangan air limbah yang ramah lingkungan di Batam.

Sementara pembahasan sistem pembuangan limbah di Batam tersebut terkait langkah Korsel yang mengajukan dirinya sendiri sebagai pengkaji studi kelayakan

"Mereka serius dan niatnya mengkaji pembangunan Jembatan Babin. Mereka sudah menyatakan minat, semoga setelah kunjungan ini akan terjadi kesepakatan. Untuk Waste Water Treatment sudah ada kesepakatan," tuturnya.

BP Batam dan Pemprov Kepri berencana menghubunggkan dua kawasan FTZ yakni Batam-Bintan dengan Jembatan sepanjang 6,7 kilometer. Pihak Korsel sebelumnya sudah menyatakan berniat membantu merealisasikan rencana tersebut.

Biaya yang diperkirakan dibutuhkan untuk membangun Jembatan ini mencapai Rp3 triliun.

Ilham menuturkan rencananya tahap pertama pembangunan Jembatan ini akan menyambungkan Pulau Batam dan Pulau Tanjung Sauh.

Tanjung Sauh sendiri adalah lokasi proyek Pelabuhan Transhipment senilai Rp7 triliun yang digagas BP Batam-PT Pelindo II (Persero).

Kemudian tahap selanjutnya menyambungkan Tanjung Sauh ke Pulau Buau. Dan yang terakhir menghubungkan Pulau Buau dengan Pulau Bintan.

"Korsel juga akan melihat langsung lokasi tahap pertama di Tanjung Sauh," katanya.(k17/K59)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar