Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 19 April 2013

Lego Jangkar Kapal di Pulau Nipah Bukan Wewenang Kanpel BP Batam



Jum'at, 19-04-2013  (sumber : Batamtoday)












BATAM, batamtoday - Terkait lego jangkar kapal di perairan Pulau Nipah, yang dipermasalahkan oleh ratusan nelayan ternyata bukan wewenangnya Kantor Pelabuhan (Kanpel) BP Batam. Lego jangkar tersebut merupakan wewenangnya Kanpel Sambu.

Kasubdit Humas dan Publikasi, BP Batam, Ilham Eka Hartawan, mengatakan sesuai dengan peta titik koordinat labuh kapal atau lego jangkar, perairan Pulau Nipah bukan wewenangnya Kanpel BP Batam. Hal itu merupakan wewenangnya Kanpel Sambu yang langsung di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Lego jangkar di perairan Pulau Nipah sudah di luar titik koordinat Kanpel BP Batam. Kurang tepat kalau nelayan menuntut Kanpel BP Batam," kata dia, Jumat (19/4/2013) siang.

Ia mengatakan, titik koordinat labuh jangkar yang ditangani oleh Kanpel BP Batam meliputi perairan Batam Center, Batuampar, Kabil, Sekupang dan perairan Tanjunguncang yang akan melakukan perbaikan di perusahaan galangan kapal.

"Lego jangkar yang masuk dalam wilayah atau wewenang Kanpel Batam titik koordinatnya sudah ada. Di luar dari itu merupakan wewenang Kemenhub," jelasnya.

Sebelumnya, ratusan nelayan dari Pulau Nipah menuntut supaya lego jangkar di perairan tersebut segera dihentikan. Pasalanya, PT Garuda Mahakam selaku perusahaan yang mengelola tidak pernah berkoordinasi dengan masyarakat ataupun memberikan dana kompensasi.

Padahal, dengan adanya lego jangkar tersebut lokasi tangkapan ikan nelayan menjadi berkurang. Tak hanya itu, terumbu karang di perairan tersebut juga turut dirusak oleh jangkar kapal-kapal tersebut.

Penolakan yang dilakukan oleh para nelayan tersebut terhadap Pemko Batam dan DPRD diwarnai dengan aksi unjuk rasa. Wakil Wali Kota Batam, Rudi kepada nelayan berjanji akan membahas permasalahan tersebut. Pihak-pihak terkait dalam hal ini Kanpel Pulau Sambu dan PT Garuda Mahakam akan dipertemukan dengan nelayan.

Sementara itu, anggota DPRD Batam, Muhammad Musofa yang menerima perwakilan pengunjuk rasa juga akan memanggil pihak terkait lego jangkar di Pulau Nipah.

Dia mengatakan Dinas KP2K dan Kanpel BP Batam juga Kanpel Pulau Sambu akan dipanggil dan didudukkan bersama para nelayan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar