Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH DIREKTORAT PTSP & HUMAS

Senin, 07 Mei 2012

Luas Kampung Tua Menyusut

BP Batam Alokasikan ke Investor
Oleh: Zaki Setiawan, Liputan Batam

NONGSA -- Luas wilayah Kampung Tua di Batam berpotensi mengalami penyusutan. Itu lantaran banyak lahan di kawasan Kampung Tua yang ternyata sudah dialokasikan Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada investor.

Sayangnya, pengalokasian itu tanpa sepengetahuan Pemko Batam. Warga  Kampung Tua pun banyak yang mengaku bingung dengan batas-batas wilayah di daerah mereka.

Ketua Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB), Makmur Ismail menyontohkan kawasan Kampung Tua Nongsa yang sebelumnya memiliki luas sekitar 56 hektar. Namun setelah dilakukan pengukuran ulang, luasnya menyusut hingga tinggal 18 hektar.

"Mungkin ini karena ada kelalaian pihak-pihak yang mengalokasikan lahan ke investor ataupun ada kongkalikong pihak-pihak penguasa," ungkapnya  di sela-sela kegiatan syukuran selesainya pembangunan tugu Kampung Tua Kota Batam di Kampung Terih, Kelurahan Sambau, Nongsa, Jumat (4/5).

Makmur pun mengeluhkan susahnya melakukan koordinasi dengan BP Batam dalam menuntaskan permasalahan Kampung Tua. Kata dia, dalam setiap rapat pembahasan mengenai Kampung Tua, hanya selalu dihadiri RKWB dan tim dari Pemko Batam saja, sedangkan BP Batam seringkali absen.

Padahal, menurut Makmur, keberadaan Kampung Tua merupakan bagian dari sejarah panjang Kota Batam. Kata dia, keberadaan Kampung Tua sudah ada sejak 180 tahun lalu dengan kampung tertua di Batam adalah Kampung Nongsa.

Menurut catatan RKWB, dari 32 titik Kampung Tua di Kota Batam, diperkirakan luasnya hanya sekitar 17 kilometer persegi. Atau sekitar empat persen saja dari luas wilayah Batam yang mencapai 415 kilometer persegi.

"Sehingga cukup wajar kalau diberikan kepada kawan-kawan yang telah memberi kontribusi. Titik Kampung Tua yang seharusnya sebanyak 36, sekarang tinggal 32 Kampung Tua. Kami relakan, ini mencerminkan toleransi orang-orang tempatan yang dominan orang Melayu," ujarnya.

Sementara itu, masih ada warga Kampung Tua yang belum tahu batas wilayahnya. Padahal Pemko Batam sudah melakukan pembangunan tugu, gerbang dan gapura di 32 titik Kampung Tua.

Sarifuddin, warga Kampung Tua Terih, Kelurahan Sambau mengaku kebingungan saat ditanyakan batas wilayah Kampung Terih. Yang dia tahu, hanya pintu masuk kawasan Kampung Tua yang ditandai dengan keberadaan gerbang yang baru selesai dibangun.

"Kalau batasnya sampai dimana tidak tahu, karena tak ada tanda," ujarnya.

Lurah Sambau, Usmar juga menyatakan hal yang sama. Belum diketahui luas persis wilayah kampung tua dengan penduduk sekitar 30 kepala keluarga (KK) ini.

"Kalau dulu, wilayah ini luasnya sekitar lima hektar, tapi enggak tahu nanti dengan adanya pengukuran yang baru. Karena batasnya juga belum jelas," ujarnya.

Sertifikat Kampung Tua

Pada kesempatan itu, Walikota Batam Ahmad Dahlan meminta agar tim segera melakukan pengukuran dan membuat sertifikat terhadap kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kampung Tua. Begitupun dengan nama-namanya, agar segera diperbaiki dan disamakan seluruh dokumennya.

"Pada tahun 2012 ini, baru sekitar belasan titik Kampung Tua yang telah diukur. Semua yang belum terukur di tahun 2012, harus sudah selesai diukur hingga akhir tahun 2013. Sehingga tahun 2014, menjadi bersertifikatlah seluruh Kampung Tua yang ada di Batam," katanya.

Kata Dahlan, Kampung Tua yang kelak bersertifikat secara kolektif ini harus jelas batas-batasnya. Karena di hamparan suatu kawasan Kampung Tua, terdapat tanah dan kebun masyarakat.

"Secara simultan, Pemko Batam akan membuat perencanaan mau diapakan wilayah Kampung Tua ke depan. Pemko Batam tidak akan pernah membuat perencanaan di luar kesepakatan dengan masyarakat Kampung Tua," ujarnya.

Kabag Humas Pemko Batam Ardi Winata menambahkan, telah rampungnya pembangunan 32 unit tugu, gerbang dan gapura ini merupakan bentuk komitmen Pemko Batam untuk melestarikan keberadaan Kampung Tua di Batam. Konsep yang ditampilkan di 32 tugu, gerbang dan gapura tersebut dibangun berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah yang menggambarkan sejarahnya.

"Pembangunan yang telah diselesaikan di 32 titik Kampung Tua terdiri atas 11 gerbang, 14 tugu dan 7 gapura," katanya.

Ke-32 Kampung Tua tersebut adalah Kampung Melayu, Nongsa Pantai, Telaga Punggur, Teluk Legung, Dapur 12, Tiawangkang, Tembesi, Tanjungriau dan Tanjungsengkuang. Kemudian Tanjunguma, Tanjungbuntung, Bengkong Laut, Teluk Air, Batubesar, Bagan, Seilekop, Bengkong Sadai, Belian, Cunting, Patam, Teluk Mata Ikan, Kampung Terih, Bakau Srip, Tanjungbemban, Kampung Jabi, Kampung Tengah, Panglong, Kampung Panau, Teluk Nipah, Tanjungpiayu, Tanjunggundap dan Sentegah.

Di samping itu, juga terdapat empat titik Kampung Tua yang tidak bisa dibangun karena adanya permasalahan. Seperti Kampung Tua yang berlokasi di Seibinti dan Seitering/Melchem yang bermasalah dengan lahan, Seikasam karena adanya pembangunan PLTU serta Ketapang yang saat ini menjadi waduk dam.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar