Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 27 Oktober 2014

Hutan Lindung di Batam Dibabat Malam Hari

Senin, 27 Oktober 2014 (Sumber : Haluan Kepri)

Hutan lindung, di kawasan Dam Duriangkang yang selama dijaga ketat petugas Ditpam BP Batam dijarah para pelaku pembalakan liar.
















Diduga Dibekingi Oknum Aparat

NONGSA(HK) - Hutan lindung, di kawasan Dam Duriangkang yang selama dijaga ketat petugas Ditpam BP Batam dijarah para pelaku pembalakan liar. 
Aksi yang diduga dibeking oknum aparat keamanan ini dilakukan malam hari dengan tujuan untuk mengelabui petugas. 



Hal itu terungkap saat penelusuran pencarian kepala korban mutilasi Ambok Maik yang ditemukan mengapung di Perairan Pumpun atau Dapur IV, Kecamatan Galang, Minggu (25/10). 

Menurut informasi yang dihimpun Haluan Kepri, pembalakan liar tersebut dibekingi salah seorang oknum aparat keamanan berinisial Sp. Dalam menggarap kawasan tersebut, Sp membentuk tiga tim dan masing-masing tim beranggotakan 8 orang. Hutan ini memiliki luas kurang lebih 245 hektar.  

" Semua pekerjanya berasal dari Batuaji. Mereka bekerja atas perintah Sp. Tidak hanya di Batuaji, di Nongsa, pembalakan liar ini sudah terorganisir dengan baik, cukup banyak oknum aparat keamanan yang terlibat di dalamnya," kata salah seorang warga Nongsa berinisial Wd, kemarin. 

Ia juga menyebutkan, kayu-kayu hasil pembalakan liar akan dikumpulkan di Bukit Perkemahan Kavling punggur dan siap diangkut menggunakan truk untuk dikirim ke toke-toke kayu di Batam. Kegiatan ini terus berlangsung, tanpa ada upaya pencegahan dari pihak lain.  

" Mendiang Ambok termasuk salah seorang yang bekerja di kawasan ini," ujar Wd. 

Dikatakan dia, Sp merupakan oknum aparat keamanan yang bertugas di Kota Batam. Aksi yang sudah terorganisir itu diduga juga melibat penjaga hutan. Agar kasus ini tidak terus terjadi maka diminta kepada Walikota Batam serius mengusut kasus ini. 

" Kami berharap ada perhatianlah dari Walikota Batam yang tergabung dalam Muspida, agar pembalakan liar yang dibekingi oknum aparat bisa diberantas. Pasalnya, rakyat kecil yang jadi korban sedangkan toke-toke meraup keuntungan dari usaha ilegal ini," ujarnya. 

Direktur Humas BP Batam, Dwi Joko Wiwoho mengaku sudah pernah mencegah dan menertibkan pembalak liar di Bukit Klara dua bulan lalu. Hasilnya, ratusan ton kayu beserta pelakunya bisa langsung ditangkap.

" Ditpam BP Batam sudah pernah melakukan penertiban pembalak liar ini dan juga mengamankan pelakunya," kata Joko yang dihubungi melalui ponselnya, kemarin. 

Ia mengatakan, saat ini sikap BP Batam jelas ingin terus menjaga hutan lindung Dam Duriangkang. Pasalnya, hutan lindung Dam Duriangkang merupakan kawasan catchment area atau hutang resapan air untuk menjaga air waduk. 

Pantauan lapangan, sepanjang 10 kilometer masih tampak pemotongan kayu hutan ukuran besar yang ditumbangkan, bahkan sudah dipotong-potong ukuran papan. Aktivitas ini sepertinya akan terus dilakukan sampai semula laki-laki. (cw88/cw81)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar