Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 10 Juni 2013

Pilih Batam, Garuda Investasi Rp960 M

SEPAKAT:  Kepala BP Batam Mustofa Widjaya (kiri) dan Dirut PT GMF Aero Asia Richard Budihadianto menandatangani MoU di Gedung BP Batam, Jumat (7/6).  F-humas pemko batam

SEPAKAT: Kepala BP Batam Mustofa Widjaya (kiri) dan Dirut PT GMF Aero Asia Richard Budihadianto menandatangani MoU di Gedung BP Batam, Jumat (7/6).
Teken Kerja Sama dengan BP Batam
Badan Pengusahaan (BP) Batam akhirnya memenangkan persaingan meraih investasi Garuda Indonesia. Sebelumnya, Garuda Indonesia memiliki dua pilihan salah satunya Bandara Kuala Namu, Medan Sumatera Utara.
Garuda Indonesia akan menginvestasikan sekitar 75 hingga 100 juta US$ atau sekitar Rp720 miliar hingga Rp960 miliar dengan kurs Rp9.600 per 1 US$. Garuda akan membangun pusat perawatan pesawat (Garuda Maintenance Facility/GMF). Secara resmi, MoU antara BP Batam dan Garuda sudah ditandatangani kedua belah pihak, Jumat (7/6).
Penandatanganan Memorandum of Understanding itu berlangsung, Jumat (7/6) di Gedung BP Batam di Batam Center. Penandatanganan MoU sendiri dilakukan Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja dan Direktur Utama PT GMF Aero Asia, Richard Budihadianto.
“Batam sangat strategis. Pusat pertumbuhan industri dan berdampak pada perkembangan industri penerbangan,” ungkapnya.
Selain itu, kebutuhan lahan yang diinginkan Garuda, dapat dipenuhi. Letak Batam yang berbatasan dengan Singapura, diakui menjadi salah satu alasan mereka memilih Batam.
”Singapura itu memiliki perwakilan banyak supplier dan vendor industri pendukung perawatan pesawat. Ini akan menguntungkan ke depan,” harapnya.
Pihak Garuda sendiri menyebutkan, mereka berencana untuk memusatkan perawatan kapal berbadan besar di Batam. Untuk itu, akan dibangun juga pusat fasilitas maintenance, repair and overhoul (MRO).
“Kami akan membangun di daerah wilayah Hang Nadim. Waktu pembangunan masih dalam pembahasan tim,” bebernya.
Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Mustofa Widjaja, mengatakan mereka memberikan kemudahan dalam investasi MRO. Barang kebutuhan industri MRO, akan dibebaskan dari bea masuk.
”Semua barang dibebaskan PPN BM. Dengan letak Batam-Singapura, kebutuhan logistik juga akan lebih cepat dengan biaya angkut ringan,” jelas Mustofa.
Dengan demikian, BP Batam mampu memenangkan persaingan untuk mendapatkan investasi Garuda dari Sumut. Ke depan, Garuda akan membangun MRO di atas lahan 48 hektare. Pada tahap awal akan dibangun seluas 15 hektare dan akan membutuhkan tenaga kerja antara 400-600 orang.
“Garuda menambah tiga pusat perbaikan pesawat terdiri dari GMF, MRO milik Lion Group, dan PT Indonesia Aero Maintenance (IAM) yang sudah invest dan mulai pengerjaannya,” beber Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar