Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 21 Januari 2013

Almarhum Manan Sasmita di Mata Sekretarisnya

Minggu, 20 Januari 2013 (sumber Batam Pos)

BATAM (BP) - Sebuah shpesan singkat masuk ke ponsel Nuraini Iskandar, Kamis malam pukul 19.06 WIB. Ia diminta menjadwalkan pertemuan dengan tamu besok Jumat. Nuraini pun menghubungi tamu tersebut untuk memastikan jadwal pertemuan.

”Belum sempat dapat jawaban dari tamu itu, bapak sudah gak ada,” kata Nuraini Iskandar, Sekretaris Manan Sasmita, Wakil Ketua BP Batam saat mendengar kabar meninggalnya pimpinannya, Jumat pagi.

Bagi Nuraini, SMS seperti ini biasa dikirimkan Manan Sasmita kepadanya. ”Bapak lebih suka mengirimkan SMS dibandingkan telepon. Karena lebih jelas dan detail perintahnya. Itupun hanya saat bapak di luar kantor atau diluar kota,” kata wanita yang sudah menjadi sekretaris Manan Sasmita sejak tahun 2006.

Diakui Nuraini, kondisi ini berbeda jika pimpinannya itu di kantor. ”Bapak lebih banyak berbicara, ngajak tukar pikiran. Seperti Rabu kemarin, saya dipanggil ke ruangannya. Beliau tanya pekerjaan. ‘Menurut awak gimana’. Begitu kalimat yang selalu dipakainya saat bertanya pada saya. Karena itu sayapun harus bisa menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya,” kata Nuraini yang sebelumnya menjadi sekretaris Aida Ismeth Abdullah selama 5 tahun.

Manan Sasmita adalah sosok pemimpin yang layak dicontoh. ”Kalau bahasa Jawanya, beliau pimpinan yang ngemong. Bisa jadi guru, orangtua juga teman sharing, keputusan yang diambilnya sering bijaksana,” katanya.

Hari Rabu lalu, Nuraini mengaku sempat bertanya tentang hasil check up-nya. ”Kata beliau semuanya bagus. Jantungnya juga gak ada masalah,” kata alumni Akademi Sekretaris Indonesia di Jakarta. 
 
Dari pengamatan Nuraini, kesehatan pimpinannya ini juga tidak bermasalah. Bahkan tidak ada perubahan. Seperti biasa, pimpinannya menerima beberapa tamu, dan sudah  pulang kerja antar pukul 17.00 atau 17.30 WIB.  ”Bapak orangnya rapi untuk semua hal dan daya ingatnya bagus. Bapak yang justru mengingatkan saya kalau pernah mendisposisi surat,” kata Nuraini.

Atas persetujuan Manan Sasmita, pimpinannya itu, ia menerapkan sistem satu pintu untuk tamu. Diakui Nuraini, pimpinan cocok dengan cara yang dibuatnya. Ia pun bisa membantu pimpinannya lebih tenang dan tidak terlalu sibuk menerima tamu. Nuraini bisa mengarahkan  tamu ke bagian teknis terkait masalah yang bisa diselesaikan oleh unit kerja. Dan mengarahkan tamu yang memang sangat berkepentingan bertemu bapak. ”Semuanya atas pengetahuan dan persetujuan beliau,” tutur Nuraini.

Di kantor, mantan pejabat pelaksana tugas Wali Kota Batam tahun 2005 ini juga sangat dekat dengan anak buahnya. Ia suka melakukan koordinasi dengan semua pihak. ”Tak heran kalau semua hal jadi dimudah diketahui. Karena selalu ada koordinasi tadi,” kata Nuraini.

Bercanda juga menjadi selingan saat waktu bekerja. ”Kami yang ada di ruangan kesekretariatan baru-baru ini menggoda beliau karena akan dapat cucu kembar tiga. Kebetulan memang anak sulungnya yang perempuan, sedang mengandung bayi kembar,” kata Nuraini. Satu hal yang selalu diingat anak buahnya yaitu kata penyejuk hati. Almarhum selalu bilang, untuk berfikir positif saja. ”Awak sudah menyelesaikan separuh dari masalah. Begitu nasihat bapak kalau kita tidak terbentur satu masalah dan tidak mampu menyelesaikannya,” katanya. (agn) (134)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar