Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 21 April 2011

BP Batam: PT Jamsostek Belum Pernah Ajukan Permohonan Alokasi Lahan


Selasa, 19-04-2011
 

Batam, batamtoday - Badan Pengusahaan (BP) Batam belum pernah menerima permohonan alokasi lahan tahan untuk keperluan pembangunan rumah susun sewa atau Rusunawa dari pihak PT Jamsostek (Persero).
Hal ini disampaikan Kepala Biro Pemasaran dan Humas BP Batam Rustam Hutapea kepada batamtoday, Selasa, 19 April 2011, menanggapi pernyataan Direktur Utama (Dirut) PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga pada saat persemian Rusnawa II di Kawasan Industri Kabil pada Jumat 15 April 2011 lalu.

Pada saat itu Hotbonar, dalam sambutanya, seperti curhat di hadapan Walikota Batam Ahmad Dahlan, dia mengatakan sulit untuk mendapatkan alokasi lahan dari BP Batam untuk membangun Rusunawa bagi buruh. Dia mengatakan sudah beberapa kali mengajukan permohonan, tetapi sampai saat ini belum juga ada tanggapan posoitip dari pihak BP batam.

"Belum ada permohonan (dari PT Jamsostek,red), jadi bagaimana kita tahu. Wah, masak kita dibilang pelit soal tanah buat buruh. Gak betul itu, memang belum ada permohonan dari pihak Jamsostek," ujar Rustam menepis tudingan pihak PT Jamsostek.

Buktinya, sampai dengan Februari 2011 ini ada 48 Twins Block Rusunanwa di Batam, yang diantaranya ada yang dikelola PT Jamsostek maupun dikelola Pemda, juga ada yang dikelola BP Batam, terang Rustam.

"Sekarang ada 48, dan sedang dibangun 3 Twins Block lagi, sehingga pada tahun 2011 ini akan  berjumlah 51 Twins Block Rusnawa buat kebutuhan papan para buruh di Batam. jadi bagaimana kita dibilang tidak concern terhadap kesejahteraan buruh," kata Rustam lagi.

Rustam juga menambahkan, BP Batam sendiri mengelola 19 Twins Block, dengan harga sewa yang sangat murah yaitu antara Rp85.000 hingga Rp115.000 untuk per bulan.

"Harga sewanya terjangkau," tandas Dendi.
Rustam mengatakan memiliki komitmen pada kesejahteraan buruh, karena buruh jelas adalah bagian dari pelaku industri yang sedang dikembangkan BP Batam. Jadi tidak mungkin kita ingin mengembangkan industri tetapi mengabaikan kesejahteraan buruh, imbuhnya.
Tapi, dalam soal ini, memang PT Jamsostek sama seklai belum pernah mengajukan permohonan alokasi tanah kepada BP Batam," tegas Rustam lagi.
(Redaksi/TN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar