Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 03 Oktober 2013

13 Shipyard Terima Sertifikasi ISPS Code

Kamis, 03 October 2013  ( sumber : Haluan Kepri
 
Terdaftar di International Maritime Organization (IMO)

BATAM (HK) -13 perusahaan galangan kapal (Shipyard) yang tergabung sebagai anggota Batam Shipyard and Offshore Assosiation(BSOA), memperoleh sertifikat International Ship and Port Fasility Security (ISPS) Code, Rabu (2/10) di kantor BSOA, komplek Pluto Tanjunguncang, Batam.

Deputy President Director RSO Pusat, Dr Donny Achiruddin M Eng mengatakan, Direktur Jendral Perhubungan Laut(DJPL) Kementerian RI selaku Designated Authority(DA) telah mengeluarkan sertifikat ISPS Code, untuk 13 perusahaan galangan kapal yang berada di Tanjunguncang, Batam. Hal itu sebagai bentuk perusahaan tersebut telah memenuhi ketentuan sertifikasi internasional keamanan bagi kapal-kapal asing yang akan berlabuh dengan aman di galangan kapal.

"Kalau perusahaan shipyard tidak memiliki sertifikasi ISPS Code ini, kapal asing yang akan datang untuk pembuatan kapal baru, tidak mau merapat atau berlabuh di galangan kapal tersebut," kata Donny.

Saat ini, papar Donny, ada 13 Shipyard dan di tambah 6 perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang Batam, yang sudah memiliki sertifikat ISPS Code. Di antaranya PT Ninda Pratama Vriesindo, PT Nanindah Mutiara Shipyard, PT Jaya Asiatic Shipyard, PT Britoil Offshore lndonesia, PT ldros Service, PT Batamec.

Sedangkan yang memperoleh ISPS Code sekarang, ujar Donny, PT Pandan Bahari Shipyard, PT Loh & Loh Construction lndonesia, PT Pioneer Offshore lndo Raya, PT Tri Karya Alam Shipyard, PT Pan Batam lsland Shipyard, PT Graha Trisaka lndustri, PT Sentek lndonesia, PT Citra Shipyard, PT Karya Sindo Samudra Biru, PT Delta Shipyard, PT Pacific Atlantic Shipyard, PT World Wide Equipment SEA dan PT Nexus Engineering lndonesia.

"Yang lebih menguntungkan lagi, ke 19 perusahaan yang sudah memiliki sertifikat ISPS Code ini sudah terdaftar di International Maritime Organization(IMO). Sehingga, setiap perusahaan internasional akan masuk bersandar ke galangan, akan mudah mengetahui galangan kapal yang sudah memenuhi standar sertifikasi keamanan internasional," ungkap Donny.

Sementara itu, Wakil Ketua Batam Shipyard and Offshore Assosiation (BSOA), Sarwo Edi menjelaskan, keberadaan BSOA itu sebagai asosiasi galangan yang akan selalu membantu anggota-angotanya untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan IMO. Sehingga galangan-galangan tersebut dapat meningkatkan kualitas kerja, dikenal dunia melalui website IMO dan bersaing di dunia internasional.

"Sebagaimana ketentuan sertifikasi keamanan internasinal shipyard, perusahaan galangan kapal harus melakukan penyusunan Port Facility Security Assessment(PFSA) dan presentasi di DJPL, hingga keluarnya rekomendasi yang berguna untuk menyempurnakan sistem keamanan galangan, agar memperoleh sertifikasi SoCPF, yang dilakukan pihak galangan dengan Reconized Security Orgasnization(RSO) Tomo & Son. Namun untuk pengurusan sertifikasi SoCPF ini, memakan waktu yang cukup lama," kata Edi.

Dalam upaya ini, ungkap Edi, BSOA selalu membantu para anggotanya, mulai dari pemilihan Recognized Security Organization(RSO), hingga diserahkannya ISPS Code dalam waktu yang lebih cepat.

"Peran kita (BSOA) adalah, terangya, melakukan internal audit untuk memantau penerapan rekomendasi-rekomendasi yang telah disepakati antara pihak galangan dengan pihak DJPL RI. Dan mendampingi pihak galangan kapal ketika dilakukan verifikasi oleh staf DJPL serta membantu memantau proses keluarnya sertifikat sementara dan SoCPF dari DJPL," Terang Edi.

"Kepada Kantor Pelabuhan Batam, kita harapkan dapat menerapkan ketentuan ISPS Code ini dengan tegas sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut no.HK103/113/DJPL-L3, 21 Pebruari 2013. Sehingga galangan kapal di Batam dapat menjadi galangan-galangan kapal yang terkemuka di dunia internasional," pungkas Sarwo Edi. (nov)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar