Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 07 November 2011

BP Batam Fokus Bangun Sumber Air

 (sumber Batam Pos) 7 November 2011
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan (BP) Batam,  Ir Istono mengatakan sangat mengkhawatirkan ketersediaan air bersih di Batam seiring pesatnya laju pertumbuhan penduduknya.
Diperkirakan tahun 2020 Batam defisit air. Bahkan, bila tak segera membangun dam Tembesi, diperkirakan tahun 2014-2015 Batam sudah defisit air.

Untuk itulah, di tengah terbatasnya anggaran, sektor ini diprioritaskan penanganannya lebih dulu dibanding sektor lain, seperti pengembangan pelabuhan Batuampar dan Kabil.
“Bisa saja BP Batam mendahulukan pembangunan pelabuhan, namun saya tak bisa melihat ketersediaan air yang menyangkut kehidupan warga Batam, kurang. Kalau air ditinggalin, akan kacau. Mau seperti di Tanjungpinang satu hari hidup tiga hari mati,” ujarnya kepada para wartawan di gedung BP Batam, belum lama ini.
Yang terpenting saat ini, bagaimana terus mengusahakan agar suplai lebih tinggi dari permintaan. Selain di Tembesi, BP Batam juga sudah membangun dam di Rempang. Masih ada beberapa lokasi dam yang bisa dibangun di Galang.
Kepala Bidang Pengelolaan Air Badan Pengusahaan Batam Tutuk Witular menambahkan masalah air ini tak hanya menjadi kebutuhan penting bagi warga Batam, para calon investor pun mensyaratkan ketersediaan pasokannya. Seperti  Lion Air yang berencana menanamkan investasi membangun tempat perawatan pesawat di Bandara Hang Nadim Batam. Mereka menanyakan bisa tidak mencukupi kebutuhan air mereka. Adapula industri yang meminta air yang jauh lebih jernih dari air minum.
Tutuk menungkapkan sekarang ini persediaan air yang eksis di Batam sebanyak 3.850 liter/detik. Sementara yang terpakai mencapai 2.700-2.800 liter/detik. “Dari nilainya memang besar dan cukup, namun dari sisi proyeksi kami, pada tahun 2020 dengan asumsi pertumbuhan  penduduk 7-10 persen, Batam akan kekurangan air,” ujarnya.
Sesuai rencana induk, persediaan air di Batam hanya bisa untuk 1,7-2 juta jiwa termasuk industri. Pertanyaannya, bagaimana kalau air defisit dan tak ada lagi dam yang bisa dibangun? Pihak BP Batam sudah menyiapkan  grand strategy-nya  mencari sumber air baku lain.
Pertama, kita akan kembangkan program recycle (daur ulang) air buangan. Misalnya Batamindo kebutuhan air per hari 100 liter/detik. “Dari jumlah ini yang dibuang 70 persen. Inilah yang  kami akan manfaatkan lagi,” ungkapnya.
Kedua, dengan proses mengolah air asin/payau menjadi air tawar atau sering dikenal dengan istilah desalinasi. Tapi ini biayanya mahal dan sangat memberatkan. Dengan teknologi sekarang, biaya pengolahannya mencapai 1 dolar AS/meter kubik.
Ketiga, dengan memompa air dari Pulau Sumatera untuk dialirkan ke Batam.  Sedangkan yang keempat dan yang paling efektif saat ini, yaitu dengan penghematan penggunaan air. BP Batam memproyeksikan penggunaan air 200 liter/orang/hari. Sedangkan sekarang kebutuhan warga Batam antara 140-150 liter/orang/hari. “Kita akan bekerja sama dengan ATB untuk program penghematan ini,” ujarnya. (prs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar