Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 01 Februari 2011

Hujan 2 Hari, Sebabkan Banjir dan Longsor

BATAM - Hujan yang mengguyuri wilayah Provinsi Kepri dan sekitarnya, sepanjang Sabtu dan Minggu (29-30/1) telah menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun. Di Batam hujan bahkan juga menyebabkan tanah longsor sehingga sejumlah rumah di Perumahan Pesona Mantang, Bengkong rusak berat dan pemilik rumah terpaksa mengungsi.
Sebanyak lima rumah di Perumahan Pesona Mantang, Bengkong, tertimpa lonsoran tembok pembatas perumahan tersebut, Minggu (30/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Tembok itu rubuh karena ambrolnya tanah akibat diterjang derasnya air hujan yang turun sejak Sabtu malam.

Lima rumah yang tertimpa itu berada di Blok B1 No 18 sampai nomor 22. Tiga rumah yang mengalami kerusakan parah adalah No 18  milik Suyono, No 19 milik Suryadi dan No 20 milik Supriyanto. Kondisi ketiga rumah itu sama sekali tidak bisa lagi dihuni. Dinding bagian belakang ketiga rumah jebol, disertai masuknya tanah yang dibawa arus air hujan.  Sementara, dua rumah lainnya hanya mengalami kerusakan ringan. Pasalnya, tembok pembatas perumahan tersebut tidak langsung rubuh mengenai kedua rumah itu.

Supriyanto, pemilik rumah Blok B1 No 20 tidak bisa berbuat apa-apa melihat kondisi rumahnya. Dari lima rumah yang ditimpa, rumahnya yang paling parah. Bahkan, tembok yang rubuh itu sebagiannya lagi dalam posisi menggantung atau siap rubuh. Dengan kondisi rumahnya yang memprihatinkan, Supriyanto tidak mau mengambil risiko. Ia dan keluarganya sementara waktu memilih tidak tinggal di rumahnya. "Saya akan mengungsi dulu di rumah saudara, gak mungkin masih tinggal di sini, bisa bahaya," ujarnya.

Untuk mengantisiapasi bahaya lanjutan, korban dan RT 001/15 mendirikan Posko Darurat. Para korban terpaksa diungsikan, karena dikhawatirkan hujan terus turun dan menimbulkan bencana yang lebih besar.Tanggul tersebut satu deretan di Blok B1, jika hujan deras lagi tidak menutup kemungkinan  semua rumah yang berada di deretan BI akan terkena imbas ambruknya tanggul.

Hujan selama dua hari berturut-turut juga menyebabkan SMPN 28 Taman Raya kembali kebanjiran. Air keruh berwarna coklat bercampur lumpur memasuki seluruh ruang belajar mengajar dan ruang perkantoran guru sekolah yang ada di lantai dasar. Genangan air juga bercampur sampah warga sekitar sekolah.

Banjir di sekolah yang baru meluluskan dua angkatan ini menjadi tontonan warga sekitar. Namun warga tidak dapat berbuat apa-apa. Sebagian warga tampak terdiam, dan ada juga yang menjala ikan di genangan air itu. "Pemerintah harus secepatnya mengatasi hal ini. Kasihan pelajarnya. Bisa terganggu dengan banjir begini," ujar Yuni warga sekitar.

Banjir setinggi lutut orang dewasa yang melanda SMPN 28 ini sudah mulai terlihat sejak Sabtu (29/1) malam. Kepala Sekolah SMPN 28, Mardi mengatakan banjir terjadi karena adanya penyempitan di drainase sementara yang baru digali Dinas PU Kota Batam Tanah galian drainase sementara longsor sehingga menyumbat saluran air ke drainase. Akibatnya terjadi banjir

Banjir di Tanjungpinang-Bintan

Hujan lebat di Kota Tanjungpinang menyebabkan beberapa titik jalan raya tergenang air sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.  Jalur utama Tanjungpinang–Tanjung Uban dan Tanjungpinang–Kijang, Kebupaten Bintan, Minggu (30/1) terputus, karena genangan air lebih dari 70 centi meter sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Banjir terlihat di jalan Raya KM 14 arah Tanjung Uban ke Tanjungpinang, jalan DI Panjaitan KM 9 dan KM 8, termasuk di jalan Gatot Subroto KM 3,5 Tanjungpinang. Jalan Ir Sutami, Suka Berenang dan di beberapa titik lainnya. Di samping itu, banjir juga telah menggenangi beberapa rumah penduduk, terutama di kawasan Perumahan Sungai Jang. Akibat banjir tersebut, para pengendara terpaksa mengambil jalur alternatif.

Banjir juga menyebabkan kecelakaan. Cindy (20) warga Jalan Pramuka Tanjungpinang, terpaksa dilarikan ke RSUD Tanjungpinang akibat terjatuh dari sepeda motornya, dan mendapat sejumlah jahitan di kakinya,  Minggu (30/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia terjatuh di saat hujan lebat mengguyur di Jl Raja Haji Fisabilillah KM 8 Tanjungpinang.

Air setinggi hampir satu meter juga merendam sekitar simpang Lagoi, Bintan hingga ke Terminal dan community center Tri Buana yang baru diresmikan Bupati Bintan Ansar Ahmad, Sabtu (29/1). Sejumlah kenderaan, roda dua dan roda empat yang mau melintas Simpang Lagoi, baik dari Tanjunguban maupun arah Tanjungpinang terpaksa ekstra hati-hati. Sejumlah kenderaan bermotor mesin mati tiba-tiba di tengah genangan air.

Pemandangan menarik terlihat tidak jauh dari simpang Lagoi saat sejumlah orang dewasa terlihat dengan jaring memburu ikan-ikan lele yang bergelimpangan di tengah jalan. Rupanya, saat hujan lebat, sejumlah kolam pembibitan ikan lele warga yang terletak sekitar Kelurahan Kota Baru meluap sehingga ikan lele yang ada di dalamnya berhamburan keluar.

Buruknya kondisi tersebut lebih disebabkan minimnya drainase di Simpang Lagoi. “Di sini drainasenya jelek sehingga setiap musim hujan, selalu kebanjiran,” ungkap Yono, pedagang Simpang Lagoi.

Banjir di Karimun

Hujan selama dua hari juga telah menyebabkan daerah Tanjung Sari, Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun banjir. Hujan yang mengguyur Tanjung Batu dan sekitarnya sudah hampir menenggelamkan sejumlah rumah. Sebanyak 169 rumah penduduk terendam banjir.

Banjir yang diakibatkan hujan ini mencapai pinggang orang dewasa, dan di beberapa tempat juga ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Selain merendam rumah penduduk banjir ini juga menenggelamkan lahan perkebunan seperti karet, sayur-sayuran, pohon rambutan, kelapa, dan lainnya.

Ketua RW 15 Tanjung Sari H. M. Taher mengatakan banjir kali ini sama seperti banjir lima tahun yang lalu. Parit yang berada di Tanjung Sari ini tidak lagi mampu menampung air hujan dan air kiriman dari daerah yang lebih tinggi.

"Curah hujan yang tinggi membuat parit tidak lagi mampu menampung air. Parit yang ada juga sangat rendah dan air bukan hanya dari hujan tapi kiriman air dari lubuk dan daerah yang lain yang mengalir ke Tanjung Sari," kata Taher.

Sampai Saat ini bantuan dari pemerintah setempat belum datang. Hanya dari RW dan warga sekitar yang membantu. Dan beberapa warga sudah ada yang diungsikan ke Masjid Akbar sebagai Posko dan Posyandu yang berada di Tanjung Sari. "Kami berharap kepada pihak yang terkait agar memperhatikan warga yang saat ini terkena banjir. Saat ini warga yang mengungsi hanya ditampung dengan ala kadarnya," kata Taher.

Saat ini warga yang sudah mengungsi ke Masjid sudah mencapai 50 orang terdiri dari anak-anak dan orang tua. Saat ini warga sangat membutuhkan selimut, air bersih dan makanan.  (hk/ed,ts,fl,rd,km)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar