Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 26 Mei 2015

PNE Electric Sdn Bhd Investasi 10 Juta Dolar ke Batam

Selasa, 26 Mei 2015 (Sumber: Batam Today)

 
Pertemuan PNE Elekctric Sdn Bhd dengan pejabat BP Batam.

BATAM, BP Batam - Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, Malaysia, beserta perwakilan PNE Electrik Sdn Bhd mengunjungi kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (25/5/2015). PNE Electric tertarik berinvestasi di Batam dan telah menyiapkan dana investasi sebesar 10 juta US dolar.


PNE Electric merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri elektrik dan elektronik (chips dan komputer) dengan orientasi ekspor ke negara Eropa dan Asia.

Bertempat di ruang pertemuan Wakil Kepala BP Batam, rombongan berjumlah empat orang yang dipimpin oleh Konsul Ekonomi Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, Iwa Mulyana, beserta dua orang calon investor dari PNE Electric Sdn Bhd, Malaysia, yakni Tan Kong Leong selaku Director Eksekutif PNE, dan Suresh Khrisnhan, Administration Manager.

Dalam pembukaannya, Iwa Mulyana menyampaikan maksud kunjungan mereka ke BP Batam adalah untuk mencari informasi mengenai perkembangan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang rencananya apabila memungkinkan pihak PNE Electric akan melakukan investasi di Batam.

"Mengingat kondisi Batam yang merupakan kota industri dengan berbagai fasilitas untuk menunjang industri tersebut sudah tersedia dengan baik," kata Iwa.

Wakil Kepala BP Batam, Jon Arizal, menyambut baik kedatangan mereka ke Batam. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Konsul Malaysia yang sudah mengarahkan pihak PNE Electric untuk berkunjung ke BP Batam.

Seperti diketahui, dalam satu tahun Batam bisa mendapatkan sekitar kurang lebih dari 100 (seratus) PMA yang berinvestasi di Batam. Kedatangan pihak PNE Electric ke BP Batam terkait dengan informasi mengenai fasilitas yang ada di Batam.

"Informasi fasilitas berupa infrastrktur, ketenagakerjaan, pelayanan dan informasi lainnya yang sekiranya perlu untuk disampaikan kepada," ujar Jon.

Kemudian, Pihak PNE Electric mempertanyakan mengenai prosedur ketenagakerjaan di Batam, seperti (upah minimum, regulasi kontrak, keberadaan tenaga kerja asing). Mereka juga menanyakan mengenai ketersediaan infrastruktur serta pelayanan dalam menunjang kegiatan industri di Batam.

Hal tersebut dijawab oleh Direktur Promosi dan Hubungan Masyarakat BP Batam, Purnomo Andiantono, yang menjelaskan mengenai kondisi perkembangan Batam sebagai kawasan investasi dan industri di wilayah Asia Pasifik.

"Batam sudah dikembangkan sejak tahun 70-an oleh Otorita Batam yang sekarang dikenal dengan nama BP Batam, sebagai salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia tentunya Batam merupakan tempat yang tepat bagi penanaman modal," tuturnya.

Sedangkan untuk pertanyaan mengenai ketenagakerjaan, Zarefriyadi selaku Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan regulasi antara Batam dengan wilayah Indonesia lainnya. Hal ini sesuai dengan regulasi Kementerian Ketenagakerjaan RI dan ILO (International Labour Organization) yang memberlakukan minimal kontrak kerja selama dua tahun dan perpanjangan kontrak selama satu tahun.

"Apabila mereka ingin memperpanjang kontrak baru lagi pihak pengusaha harus menjadikan pekerja tersebut sebagai karyawan tetap. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepada para pekerja di Indonesia," terang Zarefriadi.

Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta Putra, menambahkan bahwa salah satu keunggulan Batam adalah dibebaskannya biaya ekpor dan impor untuk kebutuhan bahan dasar (raw materials) perusahaan dalam melakukan aktivitas produksinya yang bertujuan untuk memerikan daya tarik bagi para calon investor untuk berinvestasi di wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.

"Di Batam, bebas biaya ekspor dan impor," kata Novianta.

Sedangkan Tan Kong Leong selaku Director Eksekutif PNE mengatakan rencananya mereka akan berinvestasi di Batam sebesar 10 juta USD dan mereka juga sudah memiliki pelanggan di Batam, yaitu PT Philips di kawasan industri Panbil.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar