Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 29 Mei 2015

BP Batam Programkan Penghijauan Dam Duriangkang

Jum'at, 29 Mei 2015 (Sumber: Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan Batam memprogramkan penghijuan kawasan Dam Duriangkang yang kini sudah rusak akibat banyaknya pembalakan liar dan pemanfaatan lahan untuk perkebunan, peternakan, dan aktivitas budi daya ikan.

"Saat ini kami tengah gencar melakukan razia aktivitas liar pada seluruh dam di Batam, terutama Dam Duriangkang yang menyuplai kebutuhan air terbesar masyarakat Batam. Selanjutnya kami akan lakukan penghijuan pada lahan sekitar dam, agar kualitas air terjaga," kata Kepala Seksi Pengamanan Bangunan dan Aset Direktorat Pengamanan BP Batam Muhammad Salim di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, penertiban harus segera diimbangi dengan penghijauan agar masyarakat tidak kembali memanfaatkan lahan yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan yang berdampak pada pencemaran air dam.

"Harus segera dilakukan penghijauan agar proses pemantauan berjalan efisien dan juga menghindari lahan terlantar," kata dia.

Sekitar 97 personel dari Tim Gabungan Direktorat Pengamanan BP Batam (Ditpam), Kantor Pengelolaan Air dan Limbah,  Satpol PP Batam, Batalyon 134 Tuah Sakti, Yon Marinir Infantri 10, Polresta Barelang, dan Brimob Kepri pada Rabu dikerahkan untuk melakukan razia bangunan dan perkebunan tidak berizin, peternakan ayam, babi, dan keramba ilegal di Dam Duriangkang.

Kepala Seksi Pengamanan dan Lingkungan BP Batam Sarjono mengatakan penertiban dilaksanakan untuk menjaga dan membersihkan daerah tangkapan air (catchment area).

Ia mengatakan, saat ini terjadi penurunan debit air Dam Duriangkang sehingga apabila terus dibiarkan akan mempengaruhi kualitas air akibat aktivitas ilegal baik tercemar limbah kotoran, ternak ayam, babi, pakan ternak maupun pestisida.

"Endapan lumpur semakin meningkat akibat penggemburan tanah dan penebangan kayu akan semakin membuat waduk dangkal. Jadi, perlu disterilkan dari kegiatan ilegal termasuk penebangan kayu," kata dia.

Dalam razia sepanjang Rabu (27/5), tim gabungan menertibkan 10 pondok/gubuk, enam keramba, satu sampan, dan beberapa hektare lahan yang dimanfaatkan sebagai kebun.

"Kami masih terus akan melakukan razia sampai semua dam bebas dari kegiatan ilegal yang dapat mempengaruhi persediaan air bersih bangi penduduk Batam," kata Sarjono. (Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar