Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 28 Desember 2009

Si Manis Tembus Rp 12.000

Pasokan Masih Stabil

Hijazi Tunggu Program Gula Miskin




Written by anton
Senin, 28 Desember 2009 ( sumber Tribun Batam, klik versi asli )




BATAM, TRIBUN - Harga gula pasir semakin tak terkendali. Harga si manis tersebut sudah tembus Rp 12 ribu per kilogram (kg) di tingkat eceran di beberapa pasar di Batam.

Pantauan Tribun, Minggu (27/12), gula pasir dijual pada harga Rp 12 ribu per kg oleh beberapa pengecer di Pasar Bengkong Centre. Sedangkan di Pasar SP Sagulung Rp 11.5000 dan di sekitar Jodoh masih tetap Rp 11 ribu.

Menurut seorang pedagang di Bengkong, harga tersebut sudah berlangsung lama. Namun tidak ada kelangkaan pasokan gula dari distributor.

“Harga gula Rp 12 ribu ini sudah lama, bahkan sebelum Natal. Dulu memang sempat turun namun naik lagi. Kalau barang yang lain tidak ada kenaikan selama Natal,” kata pedagang yang tak ingin disebutkan namanya.

Menanggapi lonjakan harga ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam Ahmad Hijazi malah menilai kenaikan tersebut wajar. Menurutnya, harga gula Rp 10.500 akibat harga gula di Jakarta saja sudah mencapai Rp 10 ribu.

“Itu wajar karena order dua hari yang lalu di Jakarta sudah mencapai Rp 10 ribu per kilogramnya,” kata dia saat dihubungi.

Hijazi menjelaskan, kenaikan akibat stok gula dalam negeri semakin tipis. Pasalnya saat ini belum musim giling tebu sehingga pemerintah mengambil solusi mengimpor gula namun masih dalam proses.

Bahkan, kata dia, saat ini harga gula rata-rata nasional sudah mencapai Rp 10.700 per kilogramnya. Ia memperkirakan harga gula kembali normal saat musim giling yang diperkirakannya April 2010.

Langkah lain untuk mengatasi masalah gula ini, sebut Hijazi, Departemen Perdagangan sudah mewacanakan program Gukin (gula miskin) atau gula bersubsidi bagi masyarakat miskin. Polanya mirip raskin.

“Akan ada program subsidi gukin (gula miskin) yang mirip seperti raskin. Itu wacana dari Departemen Perdagangan,” ungkap dia.

Namun demikian Pemko Batam sendiri belum ada rencana khusus mengatasi masalah kenaikan gula saat ini. Saat lebaran lalu, ada solusi berupa operasi pasar sehingga sangat membantu konsumen.

Sementara itu di Pasar Jodoh, pedagang bernama Budi mengaku kenaikan harga gula menjadi Rp 11 ribu sudah berlangsung beberapa pekan sebelumnya. Demikian juga pengakuan Ani, pemilik kios Suka Menanti di Pasar Avava Fresh Market, Jodoh.

Hanya untuk pembelian dalam jumlah banyak Ani berani memberikan harga Rp 10.200 per Kg. “Rp 11 ribu itu harga eceran. Kalau beli banyak bisa lebih murah, bisa Rp 10.500 sampai Rp 10.200, tergantung berapa banyak yang dibeli,” kata Ani sembari melayani pembeli.

Menurutnya, pasokan gula masih normal dan untuk mendapatkan dari distributor juga tidak terlalu sulit. Bedanya, kata Ani, saat ini untuk pembelian harus bayar tunai, padahal sekitar dua pekan lalu ia masih bisa mengambil barang terlebih dahulu baru kemudian dibayar.

Harga si manis di pasar-pasar tradisional tidak jauh berbeda dengan harga gula kemasan di ritel-ritel modern. Di supermarket Diamond DC Mall, harga gula pasir Rp 10.900 per kg. Sedangkan gula kemasan merek Gulaku dijual Rp 11.500 per kg.

Sementara di Hypermarket Nagoya Hill, harga Gulaku Rp 11.100 kemasan satu kilogram, Gula 9 dijual Rp 12.450, dan harga VP gula dibandrol Rp 10.950.

Seorang pembeli mengaku lebih membeli Gulaku karena tidak terpaut jauh dengan harga gula di pasaran. “Harganya kurang lebih saja. Kalau ini agar sedikit mahal, ya bisa dimaklumi karena ini gula kemasan dan dijual di Hypermart,” kata ibu yang mengaku bernama Yen.

Menurutnya, gula kemasan selain memiliki rasa yang lebih standar juga terjamin kebersihannya.
Sedangkan beberapa pedagang di pasar Aviari Batu Aji menceritakan kenaikan harga gula ini sudah berlangsung beberapa minggu menjelang Natal. Sebelumnya harga gula berkisar antara Rp 8- 8,5 ribu per kilogram. Namun ada juga pengecer yang menjual Rp 9 ribu.

Namun harga gula yang tidak menentu ini dianggap sudah tradisi menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Natal. “Namun kami berharap pemerintah tegas menangani harga gula yang sering berubah-ubah ini,” harap Bayu, seorang pedagang. (man/naz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar