Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 28 Desember 2009

Pendidikan dan Jalan Jadi Sorotan Bangunan Sekolah Terbentur Lahan

Kami Minta Kelas Baru


Written by anton
Kamis, 24 Desember 2009 ( sumber Tribun Batam, klik versi asli )




BATAM, TRIBUN-Kekurangan jumlah kelas masih menjadi permasalahan penting di Batam. Warga mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan sekolah, termasuk menambah lokal.

Keinginan tersebut muncul saat reses anggota DPRD Batam dapil Sekupang di Quran Centre, Rabu (23/12). Tidak itu saja, warga juga meminta untuk membebaskan lahan dari masalah agar bisa membangun sekolah.

Seperti di Kelurahan Tanjung Riau, rencana pembangunan gedung SMP sampai saat ini masih terkendala lahan yang ada. Meski sudah dipasang pelang nama yang bertuliskan mohon doa restu untuk pembangunan gedung SMP, hampir dua tahun gedung yang dimaksud juga belum dibangun.

Warga minta anggota DPRD Batam untuk lebih memperhatikan keberadaan sekolah yang ada. Selain itu untuk penerimaan siswa baru agar mengutamakan anak-anak yang ada diwilayah lingkungan sekolah terlebih dahulu.

“Jika tidak, maka anak-anak yang ada di wilayah sekolah yang dimksud tidak bisa masuk menjadi siswa baru,” ujar Lurah Lurah Tiban Indah Dewi Rufianti.

“Ya kami minta kepada anggota dewan yang hadir saat ini bisa menfasilitasi kepada pihak terkait agar bisa membangun akses jalan menuju SMPN 25. Jika hujan turun maka anak-anak tidak bisa menuju sekolah dan terpaksa melewati jalan pintas melalui pemukiman warga,” ujar Dewi.

Hal senada juga disampaikan, Irwan salah satu warga Tiban Baru. Irwan meminta agar sekolah yang ada di Taman Sari Hijau bisa ditambah lokal. Tujuannya agar penerimaan siswa baru nantinya bisa tertampung. Tidak itu saja, Irwan juga berharap dalam penerimaan siswa baru nantinya diutamakan terlebih dahulu anak-anak yang ada dilingkungan sekolah yang bersangkutan.

“Kami mengharapkan bisa ditambahkan lokal baru agar nantinya dalam penerimaan siswa baru pada tahun depan bisa menampung anak-anak yang berdomisili dilingkungan sekolah tersbeut,”ujarnya.

Anggota DPRD Batam Irwansyah berjanji akan menyampaikan dan menfasilitasi keluhaan warga langsung kepada Wali Kota Batam untuk kemudian menyampaikan kepada Dinas-Dinas terkait. Pihaknya juga akan terus mengawasi Dinas-Dinas terkait dalam menangani masalah tersebut.

Drainase bermasalah Di dapil Bengkong, pengaspalan jalan dan pembangunan drainase paling banyak dikeluhkan. Mereka berharap agar infrastruktur tersebut segera dibenahi karena sangat mengganggu, khususnya masalah saluran air.

“Bengkong Laut itu tempat bermuaranya dua parit besar, yang satu dari arah Bengkong Indah dan satu lagi dari arah Bengkong Mahkota sana. Kalau hujan airnya melimpah dan menggenang sampai depan rumah warga,” kata Ahmad, seorang warga.

Camat Bengkong Asril Arif mengatakan, masalah drainase selalu menjadi usulan dari setiap kelurahan. Bahkan ada sebuah komplek hunian yang tidak memiliki drainase dan airnya menggenang di samping rumahnya. “Ini keluhan yang disampaikan oleh warga Tanjungbuntung,” katanya.

Warga kelurahan Sadai juga menanyakan tentang jalan dari arah kantor kecamanan menuju ke kantor kelurahan yang dari dulu hanya dijanjikan saja. Mereka menanyakan komitmen para anggota dewan yang tidak memberikan teguran kepada dinas terkait karena menurut informasi yang mereka terima proyek tersebut sudah dianggarkan namun tidak dilaksanakan.

Surya Sardi, Ketua DPRD Batam yang berasal dari dapil satu Batuampar Bengkong mengatakan bahwa beberapa proyek tersebut telah masuk pada program pembangunan untuk tahun 2010 mendatang. Hal senada juga diungkapkan oleh M Yunus yang menjadi panita anggaran pada Ranperda APBD kota Batam 2010.

“Beberapa proyek yang diusulkan oleh warga sebagian masuk daftar pembangunan, khususnya untuk proyek jalan. Setiap daerah memang tidak sama, nanti yang di depan Golden Praw itu kalo tidak salah ada proyek pembangunan jalan sepanjang satu kilo meter,” katanya.

Sedangkan untuk proyek 2009 yang belum dijalankan dan dimasukkan lagi pada proyek tahun ini akan dipriotiaskan dalam hal pengawasannya. Bahkan, Udin P Sihaloho dari fraksi PDIP dan Firman dari fraksi Hanura mengatakan siap menekan walikota agar melaksanakan proyek tersebut pada 2010.

“Kami siap menekan walikota apabila tidak melaksanakan proyek yang tertunda dengan mengganti kepada dinas terkait,” ujarnya. Ia menegaskan, walau dari partai yang berbeda, namun mereka tetaplah wakil rakyat yang akan mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat yang telah mempercayakannya.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk mengawasi proyek agar dikerjakan sesuai dengan rencanya. Selain dua permasalahan tersebut, permasalah yang juga dikeluhkan warga sebagaimana terkait dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan juga pelayanan di kantor pemerintahan. Mereka menilai, pelayanan kesehatan belum maksimal untuk keluarga miskin dan berharap agar pemerintah kota Batam bisa memperbaikinya.(bur/man)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar