Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 18 November 2013

30 Calon Berebut Ketua BP Batam

Sabtu, 16 November 2013 ( sumber : Haluan Kepri
 
TANJUNGPINANG (HK) -- Hingga batas akhir pendaftaran, Jumat (15/11), tercatat sebanyak 30 orang yang sudah mendaftar menjadi calon dalam pemilihan Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam. Para kandidat berasal dari berbagai latar belakang, namun lebih didominasi dari internal BP Batam sendiri.

Catatan Haluan Kepri, nama-nama dari internal BP Batam yang ikut bertarung dalam pemilihan calon Ketua BP Batam ada belasan orang. Sedangkan dari Pemprov Kepri ada tiga orang yakni, Jon Arizal, Said Jafar dan Syamsul Bahrum. Di luar itu, ada juga Firman, mantan Dirjen Bea Cukai, serta Mambang Mit yang saat ini masih menjabat Plh Gubernur Riau.

Ketua Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan, Iman Santoso mengatakan, pihaknya hanya menyeleksi dan memilih tujuh orang yang terbaik dari seluruh pendaftar yang ada. Jika pendaftarnya tidak memenuhi tujuh orang, maka pendaftaran akan diperpanjang.

"Kalau yang mendaftar 14 atau lebih, maka tidak ada perpanjangan pendaftaran. Karena sudah cukup 14 orang. Sebab, yang akan kita pilih hanya tujuh orang saja," ujarnya, Jumat (15/11) di Tanjungpinang.

Kata dia, yang akan dipilih tim adalah calon ketua satu orang, wakil ketua satu orang dan anggota sebanyak lima orang. Selanjutnya, nama-nama yang sudah terpilih akan diserahkan ke Ketua Dewan Kawasan (DK) Batam Bintan Karimun (BBK), H Muhammad Sani.

Adapun nama ke-30 orang yang mendaftar dan sudah dinyatakan lulus administrasi adalah, DR IR Tjahjo Prionggo (PNS/BP Batam), Gati Wibawa Negsi STeks Ma (PNS di Kementerian Perindustrian), Agastya Hari Marsono (mantan Kepala Kantor Imigrasi Batam), Ir I Wayan Subawa PNS/BP Batam), Ir Ronal Dolok Panjaitan (PNS/BP Batam), Ir Agus Hartanto MM (PNS/BP Batam), Ir Satria Darma Putra Pulungan (Dosen), HR Mambang Mit (Plh Gubernur Riau) dan     Dwi Djoko Wiwoho (PNS/BP Batam).

Selanjutnya, Drs A Gani Lasya (Staf Khusus BP Batam), Ir Purnomo Adiantono (PNS/BP Batam), Drs Jon Arizal (PNS Provinsi Kepri), Fitrah Kamaruddin (Non PNS/BP Batam), Drs H Said Jaafar (PNS Provinsi Kepri), Ir Mustofa Widjaja (Plh Kepala BP Batam), Ir Asroni Amran MH (PNS/BP Batam), Ir Istono (PNS/BP Batam), Ir Antony Sihombing (Dosen), Dr R Permana Agung Daradjattun (PNS/mantan Dirjen Bea dan Cukai Pusat), Ir Buhi Setyanto (PNS/Kementerian),  serta Dr Agus H Canny (karyawan swasta).

Nama lainnya adalah, DR H Syamsul Bahrum (PhD) (PNS Provinsi Kepri), Horman Pudinaung (PNS/BP Batam), Puddu Razak Mansur (karyawan swasta), Peris Tamba (wiraswasta), Fatdjeri Razi (PNS/BP Batam), Novi Firdaus (wiraswasta), Yuswandi SH (PNS/Pemko Tanjungpinang), Tutut Hendro HP (wiraswasta), dan  Mecca Rahmadi (karyawan swasta).

Terpisah, Ketua DPRD Provinsi Kepri Nur Syafriadi yang dimintai tanggapannya terkait seleksi ini mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum diberitahu oleh Ketua DK BBK. Sebagai Ketua DPRD Kepri, kata Nur, harusnya HM Sani mengikutsertakan atau memberitahukan apa yang sedang dilakukan Sani sebagai Ketua DK maupun sebagai Gubernur Kepri.

Meski demikian, Nur mengaku tidak mempermasalahkan kegiatan seleksi calon Ketua BP Batam ini. Dia percaya, apa yang dilakukan HM Sani saat ini bukan formalitas semata. Terlebih, sebenarnya Sani memiliki hak prerogatif untuk mengangkat Ketua BP Batam.

"Memang kami belum diberitahu tentang ini. Kalau nama-nama tim yang dibentuk tersebut, saya tahu. Tapi, saya kira ini kemajuan yang dicapai gubernur. Sebab, gubernur ingin orang yang benar-benar terbaik nanti," katanya.

Nur mengingatkan Sani maupun tim agar benar-benar memilih orang-orang yang tepat dalam susuan kepengurusan BP Batam mendatang. Menurutnya, fit and profer test tak menjamin mendapatkan orang-orang yang terbaik. Kadang, tim pengujinya sudah bagus, namun orang yang terpilih tidak bagus.

Dia mencontohkan proses pemilihan pimpinan BUMD Kepri beberapa waktu lalu yang juga melalui tahapan yang sama. "Tapi hasilnya apa? Tetap saja BUMD seperti itu. Makanya, ini juga tak menjamin. Tim yang melakukan tes sudah bagus, orang-orang yang dihasilkan belum tentu bagus. Itu sudah pengalaman kita," katanya. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar