Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 07 Agustus 2015

Coffee Morning BP Batam Tingkatkan Sinergi Pemerintah, Pengusaha dan Serikat Pekerja

Jum'at, 7 Agustus 2015 (Sumber: Batam Today)

 

BATAM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Coffee Morning dengan para Serikat Pekerja yang ada di Batam dengan tema "Mari Ciptakan Batam Nyaman", Rabu (5/8/2015) bertempat di Gedung Marketing Centre BP Batam.
 
 
Kegiatan ini yang masih dalam suasana syawal dipimpin oleh Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Fitrah Kamaruddin. Hadir dalam kegiatan tersebut Dirpam Obvit Polda Kepri, Yusri Yunus, Kepala Disnaker Kota Batam, Zarefriadi, perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Masmur Siahaan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Syaiful Badri, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Yoni M.W., serta para pejabat di lingkungan BP Batam.
 
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah selain menjalin silaturahim dan membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan juga dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Presiden RI, Jokowi ke Batam dan ke Singapura pada tanggal 28 Juli 2015 yang memprioritaskan kawasan BBK dari 6 agenda utama kerja sama bilateral dengan Pemerintah Singapura. 

"Yang pada akhirnya untuk menjaga kesinambungan perekonomian Batam agar terus meningkat dan berkelanjutan serta memfasilitasi kepentingan pelaku bisnis di Batam dengan instansi terkait yang ada di Batam maupun pusat agar terjalin sinergitas dan pemahaman yang sama," kata Fitrah Kamaruddin.
 
Fitrah mengatakan pertemuan ini selain tindak lanjut kunjungan Presiden juga pertemuan dengan para pengusaha pada tanggal 30 Juli 2015 lalu di tempat yang sama. “Presiden sangat peduli kepada daerah kita terutama Batam, oleh karena itu mari kita bersama membantu program Presiden dengan bersinergi diantara pemerintahan, pengusaha dan serikat pekerja,” kata Fitrah.
 
Ia menambahkan BP Batam akan berkomitmen mengadakan kegiatan rutin pertemuan tersebut untuk keterbukaan informasi mendapatkan masukan, saran, ide dari para stakeholder sehingga iklim investasi Batam tetap menarik di mata investor.
 
Dalam pertemuan tersebut BP Batam mendapat banyak masukan, saran serta ide dari para tamu undangan yang hadir. Diantaranya, perwakilan FSPMI, Yoni M.W mengusulkan bahwa perlu pemahaman dan persamaan persepsi pengertian demo/unjuk rasa dan mogok kerja. Menurutnya, pemberitaan media mengenai demo dan mogok buruh di Batam terkadang tidak sesuai sehingga menimbulkan citra atau persepsi negatif terhadap iklim investasi di Batam.
 
Kemudian Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Syaiful Badri meminta kepada pemerintah dapat membuat sebuah konsep terkait ketenagakerjaan di Batam. Masalah yang muncul akibat benturan budaya, kesenjangan pendapatan, tuntutan kenaikan gaji (UMK) yang berakibat tindakan unjuk rasa/demo dan mogok kerja akan terselesaikan.  
 
"Pada dasarnya kenaikan upah minimum bukanlah menjadi masalah bagi pengusaha namun ketidakstabilan kemananlah yang menjadi pokok pengusaha," tegasnya.

Selain itu perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Masmur Siahaan, mengatakan pemasalahan yang terjadi tidak selalu berada pada pekerja.

"Kami akan sangat mengapresiasi pengusaha atau manajemen perusahaan ketika mengakui terjadi kesalah internal,” katanya. 

Ia juga mengusulkan kepada BP Batam dan Pemerintah Kota agar program peningkatan SDM lebih ditingkatkan kembali melalui balai diklat industri atau pelatihan lainnya.
 
Kepala Disnaker Kota Batam, Zarefriadi mengakui bahwa eksistensi serikat pekerja didukung legimitasinya di dalam Undang undang. Menurutnya, serikat pekerja adalah perpanjangan tangan pemerintah agar tidak terjadi eksploitasi tenaga kerja.  
 
Baik BP Batam, Disnaker maupun Polri mengharapkan agar bersama menjaga Batam sebagai upaya peningkatan investasi dan meningkatkan hubungan industrial menjadi lebih harmonis. Selain itu, kegiatan seperti ini akan rutin diadakan sebagai komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah perburuhan dan keamanan berinvestasi di Batam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar