Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 29 Juni 2010

Nama Hari Sabarno Dipakai untuk Muluskan Pengadaan Damkar di Batam

Senin, 28/06/2010 22:44 WIB
Reza Yunanto - detikNews
Jakarta - Nama mantan Mendagri Hari Sabarno kembali disinggung dalam sidang kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar). Nama Hari Sabarno digunakan untuk memuluskan pengadaan damkar rekanan di Otorita Batam.

Hal ini terungkap dari kesaksian mantan pimpinan proyek pengadaan damkar di Otorita Batam tahun 2004, Indra Sakti dalam sidang terdakwa Gubernur Kepri Ismeth Abdullah di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (28/6/2010).

Indra bercerita, pada saat rapat tanggal 4 Oktober 2004 bersama mantan Kabiro Umum Otorita Batam Daniel M Yunus, dirinya mendapat pengarahan soal pengadaan damkar.

Daniel saat itu secara tegas meminta dirinya untuk segera menandatangani proyek pengadaan damkar dengan rekanan PT Satal Nusantara milik Hengky Samuel Daud. Alasan Daniel, rekanan itu teman dekat Mendagri Hari Sabarno.

"Kata Pak Daniel damkar ini penting, Pak (Hengky Samuel) Daud itu orangnya Hari Sabarno," kata Indra.

Bahkan Daniel kerap menekankan tentang kedekatan Hengky dengan Hari Sabarno dalam beberapa kesempatan rapat.

"Pak Daniel sering ngomong itu," akunya.

Indra pun mengaku juga mendapat 'tekanan' dari Hengky. "Dia datang ke kantor saya dan marah-marah karena proyek belum ditandatangani juga," cerita dia.

Karena bingung, Indra lalu meminta petunjuk Daniel untuk mengambil keputusan. Keduanya lalu menghadap Ismeth. Ismeth menurutnya meminta untuk segera menandatangani proyek tersebut jika memang dokumen-dokumennya sudah lengkap.

Atas kesaksian itu, Ismeth Abdullah saat diberi kesempatan memberikan tanggapan langsung bertanya ke Indra.

"Apakah saudara saksi pernah mendapat tekanan dalam proses pengadaan damkar di Otirita Batam tahun 2004 itu?" tanya pria yang juga politisi Partai Golkar ini.

Menanggapi pertanyaan mantan atasannya itu, Indra menegaskan bahwa dirinya memang tidak pernah mengalami tekanan. Tetapi dia mengakui jika penyebutan Hengky sebagai teman Hari Sabarno membebani dirinya.

"Karena Pak Daud (Hengky Samuel Daud) selalu menyebut sebagai rekanan Depdagri, itu menjadi beban buat saya," ungkapnya.

Sementara soal penunjukan langsung PT Satal menjadi rekanan penyedia 5 unit damkar, Indra mengaku hal itu adalah keputusan rapat yang dipimpin Ismeth. "Itu keputusan rapat," katanya.

(Rez/mok)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar