Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 30 Juni 2010

Nama Hari Sabarno Dipakai Muluskan Proyek Damkar OB

JAKARTA-Nama mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno digunakan untuk memuluskan pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) Otorita Batam (OB). Hal ini terungkap dari kesaksian mantan pimpinan proyek (pimpro) pengadaan damkar OB tahun 2004, Indra Sakti dalam sidang lanjutan Gubernur Kepri (nonaktif) Ismeth Abdullah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/6).

Indra bercerita, pada saat rapat tanggal 4 Oktober 2004 bersama mantan Kabiro Umum OB Daniel M Yunus, dirinya mendapat pengarahan soal pengadaan damkar. Daniel saat itu secara tegas meminta dirinya untuk segera menandatangani proyek pengadaan damkar dengan rekanan PT Satal Nusantara milik Hengky Samuel Daud. Alasan Daniel, rekanan itu teman dekat Mendagri (saat itu) Hari Sabarno.

"Kata Pak Daniel damkar ini penting, Pak (Hengky Samuel) Daud itu orangnya Hari Sabarno," kata Indra. Bahkan Daniel kerap menekankan tentang kedekatan Hengky dengan Hari Sabarno dalam beberapa kesempatan rapat. "Pak Daniel sering ngomong itu," kata Indra.

Indra pun mengaku juga mendapat 'tekanan' dari Hengky. "Dia datang ke kantor saya dan marah-marah karena proyek belum ditandatangani juga," cerita dia. Karena bingung, Indra lalu meminta petunjuk Daniel untuk mengambil keputusan. Keduanya lalu menghadap Ismeth, Ketua OB kala itu. Ismeth menurutnya meminta untuk segera menandatangani proyek tersebut jika memang dokumen-dokumennya sudah lengkap.

Atas kesaksian itu, Ismeth Abdullah saat diberi kesempatan memberikan tanggapan langsung bertanya ke Indra. "Apakah saudara saksi pernah mendapat tekanan dalam proses pengadaan damkar di Otorita Batam tahun 2004 itu?" tanya Ismeth.

Menanggapi pertanyaan mantan atasannya itu, Indra Sakti menegaskan bahwa dirinya memang tidak pernah mengalami tekanan. Tetapi dia mengakui jika penyebutan Hengky sebagai teman Hari Sabarno membebani dirinya. "Karena Pak Daud (Hengky Samuel Daud) selalu menyebut sebagai rekanan Depdagri, itu menjadi beban buat saya," ungkapnya.

Sementara soal penunjukan langsung PT Satal menjadi rekanan penyedia 5 unit damkar, Indra mengaku hal itu adalah keputusan rapat. "Itu keputusan rapat," katanya. (sm/dtc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar