Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 23 April 2015

Membangun Batam Perlu Sinergi dengan Semua Pihak

Kamis, 23 April 2015 (Sumber: Batam Today)

silaturahmi-batamtoday-bp.jpg
BATAMTODAY.COM, Batam - Guna membangun sinergi, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersilaturahmi dengan awak redaksi BATAMTODAY.COM, Selasa (21/4/2015).

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut, awak BATAMTODAY.COM dipimpin langsung Pimpinan Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Fransiskus Nainggolan.

Sementara, dari BP Batam dihadiri kepala BP Batam Mustofa Widjaya, Istono Anggota III/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana dan Usaha, I Wayan Subawa selaku Anggota II/Deputi Bidang Perencanan Pengembangan, Nur Syafriadi Anggota IV/Deputi Pengusahaan Sarana Lainnya, Staf Khusus Kepala BP Batam, Asroni Harahap, serta Direktur Humas dan PTSP Dwi Djoko Wiwoho.

Pada kesempatan itu, Mustofa mengatakan sangat senang dengan pertemuan tersebut. Ia menuturkan, pembangunan Batam harus sinergi antara BP Batam, Pemko serta media dan masyarakat, sehingga harus dibangun sinergi yang baik.

"Kami ingin membangun sinergi dengan semua pihak. Batam tidak bisa dibangun oleh BP sendiri, Pemko maupun media sendiri, harus saling bersinergi," katanya.

Lanjutnya, apa yang diberitakan oleh media pasti diamati oleh pengeloa kawasan-kawasan lain. Minimal kalau ada berita, bisa dikenal oleh kawasan lain.

"Tapi bukan berarti meninggalkan obyektivitas. Kita ini ada Johor, Vietnam sebagai kompetitor. Patner yang baik adalah partner yang kompetitif," ujar Mustofa.

Hal itu disambut baik oleh Fransiskus Nainggolan. Ia mengatakan bahwa hubungan BATAMTODAY.COM dengan BP Batam sudah terjalin sejak lama.

"Hubungan dengan BP Batam sudah baik. BP Batam bersama-sama dengan media memang harus bersinergi terutama untuk mendukung pertumbuhan investasi," kata Fransiskus.

Pembicaraan dilanjutkan dengan kondisi terkini di Batam, yakni tentang permasalahan bangunan buffer zone, persoalan kampung tua yang saat ini sudah ada titik terang dimana tujuh kampung tua sudah selesai proses verifikasinya.

Kemudian tentang keberadaan rumah liar atau masyarakat yang menempati lahan tidak sesuai peruntukan, yang segera harus dicari solusi penyelesaian yang komprehensif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar