Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 24 Agustus 2011

PENGUSAHA MALAYSIA LIRIK INVESTASI DI FTZ BBK


* Copyright:ANTARA
* Date:Aug 23 2011

Batam, 23/8 (ANTARA) - Pengusaha-pengusaha Malaysia mulai melirik Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun sebagai tempat untuk menanamkan modal.

"Trend yang terbaru, sekarang banyak pengusaha Malaysia yang masuk BBK," kata Sekretaris Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Jon Arizal di Batam, Selasa.

Menurut dia, trend baru itu sangat mencengangkan karena Malaysia memiliki kawasan serupa yaitu Iskandar Johor Bahru.

Saat ini, kata dia, sudah banyak pengusaha asal Malaysia yang membuat rencana investasi di Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dalam segala bidang.

Meningkatnya minat penanam modal asal Malaysia di BBK karena Kawasan PBPB BBK memiliki daya saing yang tinggi dengan kawasan sejenis di Asia Pasifik.

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Mustofa Widjaja mengatakan nilai investasi penanam modal asing di Kawasan PBPB Batam pada semester pertama 2011 meningkat 9,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Nilai investasi PMA meningkat 9,82 persen sedangkan jumlah proyek menurun 7,84 persen," kata Mustofa Widjaja.

Plh Direktur Investasi, Marketing dan Humas BP Kawasan PBPB Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pada Januari hingga Juni 2011, tercatat sebanyak 47 penanam modal asing berinvestasi dengan nilai 43.455.000 dolar AS, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 40.000.000 dolar AS.

"Untuk PMA periode 2011 apabila dibandingkan periode yang sama yakni semester pertama 2010 nilai investasinya meningkat 9,82 persen.

Sedangkan jumlah proyek PMA pada semester pertama 2011, kata dia, menurun 7,84 persen dibanding periode yang sama 2010.

Selain penambahan nilai investasi, ia mengatakan, total penanaman modal di Kawasan PBPB Batam juga meningkat dari perluasan PMA.

"Total perluasan PMA sebesar 38.505.000 dolar AS," kata Djoko.

Kumulatif pendaftaran PMA sejak 1971 hingga Juni 2011 di Batam mencapai 1.488 perusahaan dengan nilai investasi 5.981.564.391 dolar AS.

Djoko merinci, negara yang menanamkan investasi di Batam adalah Singapura, India, Malaysia, Inggris, Italia, Australia, Austria, British Virgin Island, Hongkong, Mauritius, Taiwan, China dan Swiss.

Bidang usaha yang dikembangkan di Batam meliputi industri pembuatan dan perbaikan kapal, pupuk pelengkap, assy dan komponen elektronik, jasa penunjang pertambangan, pembuatan barang dari logam, angkutan.

(T.Y011/B/R010/R010) 23-08-2011 14:31:11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar