Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Jumat, 26 September 2014

BP Tambah Crane dan Gudang Peti Kemas

Jumat, 26 September 2014 (Sumber : Tanjung Pinang Pos)
Persiapan Penggunaan Pelabuhan Batuampar
BATAM – Setelah pengerjaan perluasan pelabuhan bongkar peti kemas Batuampar selesai, pengadaan crane akan dilelang pada tahun depan. BP Batam akan menambah dua rail mounted crane untuk menunjang pengoperasian dan arus bongkar muat di dermaga utara, yang sedang diperluas.
Hal itu diungkapkan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho, Selasa (23/9).
Rencana lelang crane dilakukan tahun depan. Karena perluasan dermaga utara akan selesai November mendatang. Sementara itu, dermaga Selatan belum dikerjakan.
“November ini, perluasan pelabuhan selesai. Tahun depan, lelang pengadaan crane. Dua crane cukup untuk tambahan,” katanya.
Crane yang akan dibangun setidaknya memiliki standar yang sama dengan di pelabuhan peti kemas Singapura. Namun, lebih jelasnya tergantung hasil lelang nanti.
“Kami masih menunggu alokasi anggaran untuk pengadaan dua crane itu,” ungkap Djoko.
Selain tambahan dua crane itu, pihaknya juga akan melakukan pembangunan tambahan gudang. Gudang peti kemas ditambah untuk menunjang aktivitas bongkar muat di areal perluasan pelabuhan.
“Rencananya, kami akan memperluas gudang kontainer di atas lahan dua hektare,” ucap Djoko.
Proyek Batuampar masuk ke dalam peresmian 65 proyek master plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awal September lalu. Perpanjangan dermaga utara membutuhkan biaya sekitar Rp 363 miliar yang dikerjakan sejak 2012.
Dalam master plan BP Batam, dermaga di pelabuhan itu mencapai 1.050 meter persegi. Dermaga utara akan ditambah panjangnya sekitar 670 meter dengan lebar 305 meter.
Emiten konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengerjakan proyek perluasan dermaga tersebut. Proyek dermaga utara tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas bongkar muat sebesar 400.000 TEU’s. Sehingga, kapasitas bongkar muat Pelabuhan Batu Ampar menjadi 600.000 TEU’s.
Pelabuhan Batuampar juga segera dilengkapi dengan Rail Mounted Crane (RMG) seperti layaknya pelabuhan modern lain untuk menopang kegiatan bongkar muat yang selama ini masih lamban. Penambahan crane tersebut ditargetkan terpasang pada 2015.
“Meski belum ada spesifikasi pasti, crane yang akan digunakan adalah yang modern. Agar, proses bongkar muat berlangsung cepat,” ungkap Dwi Djoko.
Pelabuhan Batuampar milik BP Batam awalnya hanya berkapasitas 250 ribu TEU’s per tahun. Mulai 2012, dilakukan perluasan dengan target selesai akhir 2014 sehingga mampu menampung sekitar 600 ribu TEU’s per tahun. (mbb)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar