Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 19 Maret 2015

Investasi di Batam Ditargetkan US$4,7 M

Kamis, 19 Maret 2015 (Sumber: Haluan Kepri)


BATAM CENTER (HK) – BP Batam menargetkan dalam 5 tahun kedepan jumlah investasi di Kota Batam mencapai US$ 4,7 miliar atau 10 persen dari target Nasional. 
Target tersebut dipaparkan Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan BP Batam, I Wayan Subawa dalam Musrenbang Kota Batam, Rabu (18/3).

“ BP Kawasan wajib menyusun Renstra untuk 2015 hingga 2019. Dalam Renstra target kita jumlah investasi mencapai US$ 4,7 miliar, Sementara untuk tahun 2016 investasi yang masuk diharapkan US$ 699 juta,” paparnya.

Untuk mewujudkan rencana itu, BP Batam akan memfokuskan 8 sektor pengembangan industri di Batam. Kedelapan sektor tersebut antara lain Informasi, teknologi dan komunikasi, Green Industry, Shared Service Outsorcing, Logistig sub/ Transhipment, peralatan elektronik dan elektrikal, pariwisata, galangan dan peraikan kapal dan pesawat, dan terakhir pengilangan dan penyimpanan Migas.

“ Jika delapan industri pokok ini berjalan dan ditambah industri pendukung lainnya maka target tersebut akan tercapai. Yang jelas kita kembangkan yang 8 pokok ini dulu,” ujarnya.

BP Batam juga mengaku sudah menyusun sejumlah strategi untuk mendukung cita-cita tersebut. Diantaranya, adalah dengan memperbaiki iklim investasi di Batam, perbaikan pengelolaan dan pemeliharaan lahan, serta metode promosi ke negara-negara sahabat.

Sistem promosi yang akan dilakukan akan lebih terintegrasi dengan mengutamakan negara yang tujuan promosi yang dianggap cukup potensial, seperti Korea, Jepang, Malaysia, China, India, Amerika dan Singapura.

“ Sudah ditetapkan beberapa negara yang kita datangi secara khusus dalam rangka promosi. Tujuannya adalah agar promosi kita fokus,” jelasnya.

Pengembangan dan peningkatan Infrastruktur seperti Pelabuhan, Bandara dan tranaportasi darat juga dianggap penting untuk mendukung cita-cita tersebut. Sejumlah dana rencananya akan disiapkan untuk mendukung peningkatan infrastrukur.

Untuk pelabuhan direncanakan Rp. 176 miliar, Bandar Udara dipersiapkan dana Rp. 590 miliar Rp.52 miliar untuk jalan-jalan menuju pusat Industri dan Rp 35 miliar untuk rumah sakit. Total dana dibutuhkan untuk tahun 2016 saja adalah sekitar Rp. 4,2 triliun.

“ Uraiannya adalah dari Sumber Rupiah Murni (APBN) Rp.1 triliun, PNBP Rp. 834 miliar, Pinjaman luar negeri Rp188 M, Kerjasama dengan pemeritah swasta 2,2 triliun,” ungkapnya.

Sektor pelabuhan akan dikhususkan untuk mengembangkan pelabuhan bongkar muat, termasuk pembangunan pelabuhan untuk kebutuhan transhipment di Tanjung Sauh. Selain itu, pengembangan 2 pelabuhan domestik di Telaga Punggur dan Sekupang. 

Sementara peningkatan terminal Bandar Udara Hang Nadim juga menjadi prioritas. Menurut Wayan, hal ini penting mengingat daya tampung terminal bandara akan segera menurun dan menyebabkan berkurangnya rasa nyaman. 

“ Kita sudah mulai membangun dari sekarang. Pertama akan dilakukan perluasan di terminal 1, sehingga bisa meningkat menjadi 6 juta sampai 7 juta.  Hampir dalam waktu bersamaan kita juga mempersiapkan pembangunan terminal keduanya. Letaknya di sebelah kiri dari terminal yang ada sekarang dengan kapasitas 8 hingga 9 juta. Diasumsikan dapat dipakai 5 hingga 10 tahun kedepan. Renovasi sekitar 3 tahun kedepan,” paparnya. (cw89)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar