Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Rabu, 13 Agustus 2014

CLINTON FOUNDATION BERMINAT PELAJARI FTZ BATAM

Sumber: ANTARA

Batam, 12/8 (Antara) - Clinton Foundation, sebuah lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial dan bisnis asal Amerika Serikat dijadwalkan akan mempelajari Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (free trade zone/FTZ) Batam.

"Sesuai rencana mereka akan datang bersama pengusaha-pengusaha Amerika Serikat (AS) pada Oktober nanti," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Selasa.



Clinton Foundation adalah lembaga yang didirikan Bill Clinton. Lembaga ini berniat mempelajari FTZ Batam sebagai salah satu kawasan tujuan investasi Asia-Pasifik.

"Clinton Foundation sebelumnya sudah datang terlebih dahulu untuk memastikan kunjungan pada Oktober nanti," katanya.

Kunjungan tersebut, kata dia, dilakukan pada 7 Mei 2014 dipimpin perwakilan Clinton Foundation Amerika Serikat, Terry Krinvic (Director of Scheduling), Tim Biba (Associate Director of Advance) dan Julie Becker (Intern Program Director).

"Oktober nanti mereka akan menjajaki langsung beberapa lokasi yang akan dikunjungi delegasi pemerintah, pengusaha asal AS serta Clinton Foudation sendiri," kata dia.

Ia mengatakan Clinton Foundation memerlukan informasi yang cukup dan komprehensif sebelum mereka ekspansi kegiatan usahanya ke Batam.

Selain berkunjung ke kantor BP Batam, delegasi Clinton Foudation juga dijadwalkan mengunjungi beberapa kawasan industri di Batam.

"Mereka akan melihat fasilitas infrastruktur yang dimiliki Batam dalam menunjang kegiatan industri, khususnya Maintainance Repair Overhaul (MRO) milik Lion Air yang sebagian besar bermaskapai Boeing buatan Amerika Serikat, serta bandara dan pelabuhan laut untuk kegiatan ekspor dan impor," kata Djoko.

Clinton Foundation, kata Djoko, telah menerima data perkembangan konsep pengembangan infrastruktur terkait dengan pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, seperti pusat maintenance repair dan overhaul (MRO) yang diklasifikasikan sebagai industri bernilai tambah tinggi yang ada di Batam.

BP Batam saat ini terus berbenah dengan membangun pelabuhan dan sejumlah fasilitas lain dengan maksud supaya mampu bersaing dan menyerap banyak investor asing dan dalam negeri.

Masduki Attamami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar