Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 31 Mei 2011

Pengakuan Riki pada BK, Suap Diserahkan Dua Tahap

Sabtu, 28 May 2011 00:00
(sumber Haluan Kepri)
BATAM CENTRE- Dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Batam terkait kandasnya pembentukan Pansus Pulau Janda Berhias, pelan-pelan mulai terkuak. Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam mendapat laporan, 50 persen dari anggota dewan menerima suap, yang diserahkan dua tahap oleh oknum pejabat Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Anggota BK DPRD Batam, Muhammad Mussofa mengatakan, laporan tersebut didapat dari hasil pemeriksaan terhadap Riki Sholihin, anggota Komisi I dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Kamis (26/5), diperoleh informasi bahwa yang menerima uang suap dari BP Batam mencapai 50 persen dari 45 orang anggota dewan saat ini.

"Pengakuan Riki, sebetulnya bukan 30 orang anggota dewan yang terima dari BP Batam, tapi yang terima itu separuh dari jumlah anggota dewan. Pemberian uang itu pun dilakukan dua tahap. Tahap pertama puluhan juta, dan tahap kedua pun nilainya mencapai puluhan juta," ujar Mussofa kepada Haluan kepri di ruang kerjanya, Jumat (27/5)

Namun, Mussofa enggan menyebutkan besaran pasti uang suap tersebut. Disinggung tentang dugaan adanya anggota BK yang ikut menikmati uang suap itu, kata Mussofa, BK juga sudah menanyakan hal tersebut kepada Riki.

"Saya tanyakan juga kepada Riki, apakah ada oknum anggota BK ikut menerimanya. Tapi Riki enggan menyebutkan nama. Riki hanya menegaskan 50 persen anggota dewan menerima uang suap itu dari BP Batam," kata legislator Partai Hanura ini.

Periksa unsur pimpinan
Sementara itu, lanjut Mussofa, rencana BK memanggil dan memeriksa dua anggota dewan untuk melengkapi pemeriksaan terhadap Riki, yang sedianya digelar hari Jumat kemarin, dibatalkan. Pasalnya, kedua anggota tersebut sedang dinas ke luar kota.

Kata Mussofa, kedua wakil rakyat tersebut berasal dari anggota Fraksi PKB dan daru unsur kemungkinan. Mussofa sendiri belum mau menyebut nama kedua orang itu. Kata dia, pemeriksaan terhadap kedua legilsator itu karena mereka dianggap mempunyai data-data penting yang dapat dipertanggungjawabkan terkait dugaan suap Pansus Pulau Janda Berhias.

Dikatakan, nama satu anggota dewan dan satu unsur pimpinan tersebut mucul dalam pemeriksaan Riki Sholihin.

"Kepada BK Riki mengaku mendapatkan info (dugaan suap) tersebut dari sumbernya. Yakni salah satunya dari unsur pimpinan dan satu lagi anggota dewan. Dari keterangan Riki itulah BK akan menindaklanjuti persoalan ini. Sebetulnya hari ini keduanya kami periksa sebagai saksi, tapi keduanya sedang ada tugas di luar kota. Jadi kami agendakan pemeriksaan dilakukan pekan depan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pemeriksaan yang berlangsung 1 jam 45 menit, mulai pukul 10.00 WIB di ruang BK di gedung DPRD Batam, lima anggota BK mencecar Riki Sholihin dengan 14 pertanyaan.

"Mereka meminta klarifikasi saya seputar Pulau Janda Berhias. Apa yang saya tahu dan bukti-bukti yang saya miliki. Semua sudah saya sampaikan ke BK. Semua informasi dari awal sampai akhir," ujar Riki Usai kepada wartawan. Riki mengaku mendapat pertanyaan silih berganti dari lima anggota BK yaitu Panahatan Sitorus, Djoko Martono, Muhammad Musofa, Nurita Aslinda dan Agustina Purba.

Ditanya tentang perasaannya selama diperiksa BK, Riki mengaku sempat deg-degan. Namun ia menegaskan tidak akan gentar dan akan terus menyuarakan persoalan ini.

"Ini bagian dari pertanggungjawaban saya karena telah membuka informasi ini kepada publik. Jadi ini bagian dari pekerjaan saya sebagai wakil rakyat. Sekarang saya harus memberikan keterangan kepada BK," ujarnya.

Untuk diketahui, usulan pembentukan Pansus Pulau Janda Berhias kandas dalam rapat paripurna yang digelar hari Senin, 11 April lalu. Padahal pada pertemuan pra paripurna, seluruh fraksi di DPRD Batam mendukung pembentukan pansus ini. Namun dalam paripurna itu, 5 dari 9 fraksi menyatakan menolak. Kelima fraksi yang menolak antara lain Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PDIP dan Fraksi Hanura. Sementara fraksi pendukung dibentuknya Pansus adalah Fraksi PKN, Fraksi PPP Plus dan Fraksi PKS. Sedangkan Fraksi PAN memilih abstain. (lim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar