Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 21 Maret 2011

Pelabuhan Besar Bisa Menghemat Biaya Ekspor

( sumber Tribun Batam,versi asli)
Tribun Batam - Selasa, 15 Maret 2011 18:17 WIB
Share |
BC-Amankan-kapal-Ballpres-di-Pelabuhan-Batu-Ampar.jpg
Tribunnews Batam / El Tjandring
Pelabuhan Laut Batu Ampar
Laporan Thomlimah Limahekin, wartawan Tribunnews batam
TANJUNGPINANG, TRIBUN-Sebagai daerah transit, Kepulauan Riau (Kepri) sebetulnya memiliki pelabuhan laut yang memadai. Namun ironisnya, Kepri tidak memiliki satu pun pelabuhan besar (hub-port). Kepri bahkan mengandalkan pelabuhan di Malaysia dan Singapura untuk mendukung kegiatan perekonomiannya.
Hal ini dikeluhkan oleh mantan menteri kelautan dan perikanan, Rohmin Dahuri dalam sebuah seminar bertajuk Menggagas Kepri sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Maritim.

“Sewaktu saya masih menjadi menteri, banyak oran g sangat mengharapkan agar Kepri ini mempunyai hub-port karena posisinya sebagai pintu masuk dan ke luar Ind onesia . Namun, sampai saat ini hamper 70 persen pelabuan di Kepri ini adalah pelabuhan penumpang. Kepri tidak memiliki satu pun hub-port,” keluh Rohmin.
Keberadaan hub-port, menurut Rohmin, sangat membantu peningkatan perekonomian di wilayah Kepri. Pasalnya berdasarkan data yang diperoleh, Rohmin mengatakan bahwa tidak sedikit biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membayar pemakaian pelabuhan di Singapura.
“Kita kirim barang dari Kepri ke Singapura lebih mahal jika dibandingkan dengan pengiriman barang dari Singapura ke Los Angeles . Dalam hal ini, perekonomian kita dikendalikan oleh Singapura,” ungkap Rohmin yakin.
Hal yang sama dikeluhkan juga oleh salah seorang pelaku bisnis, Esther Satyono. Menurut Esther, pihak selalu merasa sedikit dirugikan ketika hendak mengekspor barang usa hanya ke Vietnam melalui Singapura.
“Kalau hendak ekspor barang ke Vietnam , kita harus kirim terlebih dahulu ke Singapura. Dalam jangka waktu 6 jam perjalanan saja kita harus bayar 1000 dolar ke pihak pemerintah Singapura. Padahal untuk mengirim barang dari Singapura ke Vietnam selama 3 hari, pemerintah Singapura hanya membayar 1200 dolar saja,” keluh Esther pula.

Editor : dedy suwadha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar