Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 22 Maret 2011

Gempa dan Tsunami Jepang

Komponen Eletronik Sulit Kirim ke Batam
Tribun Batam - Sabtu, 19 Maret 2011 17:26 WIB
 ( sumber Tribun Batam,versi asli)
BATAM, TRIBUN- Bencana alam Tsunami yang menimpa Negara Jepang beberapa waktu lalu, dipastikan akan mempengaruhi nilai produksi sejumlah perusahaan industri di Batam. Meskipun belum bisa dihitung total kerugiannya, namun arah penurunan pasar tersebut bisa saja terjadi

Nada Soraya selaku Ketua Kadin Batam, menurturkan, kerugian besar tidak akan dialami Batam karena rata-rata industri yang menangani produksi untuk Jepang sifatnya bukan menjual barang-barang bill up. Sehingga menyebabkan kerugian yang ada bersifat tidak langsung, terlebih lagi saat ini perusahaan-perusahaan Jepang sudah terikat kontrak dengan perusahaan ydi Batam.

"Kalau kerugian secara total itu tidak ada, karena pada dasarnya sifat perusahaan disini kan menghasilkan produk untuk support ke sana. Ibaratnya sistem assembly, dibuat disini untuk dipasarkan di sana. Lain hal jika produk-produk tersebut dibuatnya di Jepang itu jelas merugi, apalagi jika pabrikannya di wilayah yang terserang badai tsunami," jelasnya ketika ditemui tribun, Sabtu (19/3).

Namun demikian wanita ini tidak menampik, kerugian bisa saja terjadi akibat penurunan pasar. Dimana setelah menyelesaikan kontrak yang ada saat ini, pihak di Jepang mungkin akan mengeluarkan kontrak baru dengan total jumlah barang yang lebih kecil. S

elain itu, menurut Nada pun gangguan lain yang mungkin saja terjadi yakni proses pengiriman barang dari Batam ke Jepang,. Namun lagi-lagi itupun tidak akan merugikan pihak Batam secara langsung.

Adapun disebutnya kebanyakan dari produksi-produksi Jepang yang dilakukan di Batam, yaitu pada produk-produk micro electronic, seperti chip-chip pada komputer atau benda elektronika lainnya. Sebagai bangsa yang menurutnya kuat dan tidak cengeng, Jepang tidak memerlukan waktu yang lama untuk bangkit dari keterpurukan.

Terbukti dari set up yang sudah gencar dilakukan oleh bangsa tersebut sekarang-sekarang ini, hingga jangka waktu terhambatnya pengiriman barang dikatakan Nada tidak akan berlangsung lama. Kembali diungkapkannya, justru yang mengkhawatirkan saat ini lebih pada radiasi yang mungkin saja terjadi, karena efek radiasi dijelaskannya justru lebih lama penanganannya.

Editor : pwk_tribunbatam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar