Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Selasa, 23 Juni 2015

Kepala BP Batam: Kunjungan Presiden RI Sinyal Kuat untuk Kuatkan Industri Perkapalan

Selasa, 23 Juni 2015 (Sumber: Batam Pos)

foto: humas bp batam

batampos.co.id – Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja mengatakan kedatangan Presiden Jokowi ke galangan kapal yang ada di Batam memberi sinyal kuat untuk memperkuat industri galangan kapal di pulau Batam.
 

Hal ini dikatakannya saat menjadi moderator pada dialog antara Presiden Jokowi dengan pengusaha galangan kapal di Batam. Seperti diketahui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (21/6).

Kala itu Presiden RI berkesempatan untuk meninjau perusahaan galangan kapal PT. Anggrek Hitam Ship Building and Ship Repair yang berlokasi di Jalan Raya Pelabuhan Kabil, Kecamatan Nongsa.
Setelah melakukan peninjauan, Jokowi berkesempatan bertemu dan berdialog dengan para pengusaha Shipyard yang tergabung dalam  Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Asosiasi Pengusaha Batam, serta para unsur Muspida Batam.

Kepada Presiden Mustofa memaparkan secara umum kawasan FTZ Batam memiliki luas daerah 715 km2, saat ini Batam memiliki jumlah perusahaan shipyard mencapai 105 perusahaan dengan komponen 60% ekspor dan 40% impor.

Mustofa menambahkan industri kapal di Batam memiliki beberapa lokasi di antaranya Batu Ampar, Tanjung Sengkuang, Sekupang, Tanjung Riau, Tanjung Uncang, Sagulung, Dapur 12, Kabil, serta Telaga Punggur.

“Industri ini memproduksi berbagai jenis kapal yakni tug boat, barge, special vessel, oil tanker, kapal cepat rudal kemudian boat service, accommodation barge, jack up drill/off shore platform, dan sebagainya,” urai Mustafa

Mendengar hal tersebut, Jokowi terlihat bangga dan menunjukkan rasa kepercayaan diri. Jokowi mengungkapkan ada sekitar 250 industri kapal di Indonesia, dan 105 di antaranya ada di Batam. Untuk itu ia berharap klaster perkapalan di Batam berjalan baik dan jelas dan dikelola secara profesional oleh Pemerintah karena menurut Jokowi industri galangan kapal di Indonesia khususnya Batam tidak kalah dari negara maju seperti Korea.

“Saya akan sampaikan kepada menteri-menteri terkait, KKP, dan BUMN termasuk Pertamina, gas agar tidak lagi memesan kapal dari luar negeri,” ucap Jokowi.
Berkesempatan bicara dengan Presiden, Pengusaha perkapalan banyak menanyakan hal teknis seperti pengadaan komponen kapal, regulasi perbankan, serta finansial seperti memperoleh modal, serta insentif karyawan.

Menanggapi hal tersebut Jokowi menjelaskan industri galangan kapal tumbuh selaras dengan program membangun poros tol laut. Program ini bertujuan merangkai konektivitas antara pulau dengan sistem kemaritiman sehingga distribusi antar daerah berjalan efisien dan murah.

Mustofa Widjaja selaku Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam menegaskan akan selalu berkomitmen untuk mendukung kegiatan investasi dengan memberikan kemudahan regulasi perizinan dan menunjang infrastrukur.

Mustofa yakin program kemaritiman Presiden Jokowi akan sukses sejalan pengembangan infrastruktur perluasan pelabuhan Batu Ampar, Pembangunan terminal peti kemas Tanjung Sauh, pengembangan Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Pelabuhan Domestik Sekupang dan pembangunan jalan tol Batam ke depan. (rilis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar