Peningkatan kapasitas Pelabuhan Batuampar adalah salah satu amanat Presiden Joko Widodo
Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, Kepri, akan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Batuampar hingga lima juta TEUs per tahun.


"Meningkatkan kapasitas pelabuhan dari 350 ribu TEUs per tahun bisa lima juta TEUs per tahun," kata Kepala BP Kawasan Batam  Muhammad Rudi di Batam, Kepri, Kamis.



Peningkatan kapasitas Pelabuhan Batuampar adalah salah satu amanat Presiden Joko Widodo kepadanya saat pelantikannya sebagai Kepala BP Kawasan Batam sekitar dua pekan lalu di Jakarta.



Menurut dia, kondisi Pelabuhan Batuampar saat ini semrawut dan terkesan tidak layak difungsikan. Karenanya perlu dilakukan pembenahan, terutama teknis untuk keluar dan masuk peti kemas.



Untuk mencapai kapasitas lima juta TEUs per tahun, ia mengatakan alat pembongkaran di pelabuhan harus disempurnakan.



"Alat pengangkutan kapal ke darat tidak pakai lagi truk crane. Tapi crane permanen yang akan dipasang. Dan dalam waktu dekat ini akan kami selesaikan," kata dia.



Ia optimistis dalam waktu empat bulan, sudah ada perubahan nyata di pelabuhan kargo itu.



Keberadaan crane permanen di Pelabuhan Batuampar nantinya akan memotong waktu bongkar muat di pelabuhan, bahkan hingga 12 kali lebih cepat dari pada biasanya.



Menurut dia, pemindahan peti kemas menggunakan crane biasa membutuhkan waktu hingga satu jam. Namun, dengan crane permanen, hanya memakan waktu 3-5 menit.



Selain perbaikan di Pelabuhan Batuampar, amanat Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah pemberlakuan kawasan ekonomi khusus perbaikan dan perawatan pesawat dan KEK Nongsa Digital Park.