Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 19 September 2016

BP Batam-Kemen PU Kerja Sama Pengelolaan Aset

Senin, 19 September 2016 (Sumber: Antara Kepri)

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan Batam bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penggunaan, pemeliharaan, pembangunan aset jalan nasional dan jembatan Barelang

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W Husaini di Nongsa Point Marina (NPM) Resort Batam, Kamis (15/9) demikian keterangan yang diperoleh Jumat.

MoU ini adalah bagian dari upaya pencapaian hasil dan target baru Batam. "Kami ingin terus meningkatkan kualitas Batam agar menjadi kawasan berdaya saing di antara kawasan sejenis di kawasan asia pasifik," ujar Hatanto Reksodipoetro.

Kualitas dan pertumbuhan jalan di Batam menjadi salah satu prioritas BP Batam. "Karena salah satu aset yang dianggap mampu mendukung pertumbuhan investasi di Batam adalah jalan, terutama yang menuju ke pelabuhan," katanya.

BP Batam memprediksi arus lalu lintas menuju pelabuhan akan semakin tinggi setiap tahunnya. Karena itu, volume penggunaan jalan nasional yang menuju pelabuhan penyeberangan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhan jasa pelabuhan.

"Perkembangan pertumbuhan Batam sangat tinggi. Karena itu selama beberapa tahun kedepan jalan akan menjadi prioritas tinggi," kata dia.

Melihat potensi kebutuhan tersebut, BP Batam menargetkan pertumbuhan jalan sebesar 25 persen.

Dia berharap dengan MoU tersebut, target tersebut bisa dikejar. Dengan demikian, Batam akan mampu menjadi kawasan yang berdaya saing.

"Perlu adanya relevansi upaya yang dilakukan untuk menjadikan Batam menjadi kawasan berdaya saing tinggi," kata Hatanto.

Dia juga berharap, kerja sama antara BP Batam dan Kemen PU-Pera tak hanya sebatas jalan. BP Batam juga akan mencanangkan kerja sama untuk membangun rumah rakyat vertikal diatas lahan yang akan disediakan BP Batam.

"Ke depan paradigma pembangunan perumahan akan secara vertikal demi mendukung Nawacita pemerintah pusat untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hadianto W Husaini mengatakan bahwa MoU ini adalah bentuk realisasi gotong-royong sebagai ujung tombak menghadapi daya saing di kawasan asia pasifik.

"Memang langkah baiknya adalah mempererat hubungan antara kementerian dengan BP Batam," kata dia.

Kementerian PU-Pera sangat antusias untuk membantu BP Batam meningkatkan kapasitas Batam dalam rangka peningkatan daya saing kawasan.

Salah satunya adalah dengan membangun infrastruktur modern, seperti kelistrikan, pelabuhan dan jalan.

"Kementerian PU-Pera memiliki badan pengembangan infrastruktur wilayah. Badan tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah Batam," kata Hadianto.

Dukungan juga diberikan dengan membangun "fly over" di simpang jam dan ke depan "fly over" Simpang Kabil.

"Yang penting, untuk meningkatkan daya saing Batam, perlu sinergitas antara Pemerintah Daerah  dan BP Batam, terutama untuk saling pembangunan," kata dia. (Antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar