Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 13 Februari 2020

Kembangkan Pelabuhan Batu Ampar Pelindo II Siapkan Dana Rp.1.5 Triliun

Kamis, 13 Februari 2020 (Sumber: https://terdepan.co.id)

Proyek pengembangan Pelabuhan Batu Ampar sebagai logistik centre, akan digarap oleh Pelindo II melalui tiga fase dengan persiapan dana mencapai Rp. 1.5 Triliun.
“Didalam hitungan investasi pengembangan pelabuhan tersebut, Kita kawal antara Rp.400 Milyar sampai Rp.1.5 triliun, “terang Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya saat konpresi Pers di Marketing Centre BP Batam, Rabu (12/02/20).
Tiga fase tersebut meliputi, revitalisasi, pengembangan dan perhitungan komersial.
“Tahap satu diarahkan selesai tahun 2020 dan dilanjutkan tahun 2021. Secara komersialnya ini masih milik BP Batam, tidak ada transfer aset kepada Kami, “paparnya.
Elvyn juga menegaskan  pengerjaan tersebut selain bekerjasama dengan BP Batam juga dilakukan bersama dengan Batam Persero dan Wijaya Karya (WIKA).
“Kami Pelindo II, membentuk konsorsium dengan Pelindo I dengan Batam persero dan WIKA, sesuai dengan bidang masing-masing untuk mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar, “jelasnya.
Ia menambahkan, Pelindo II juga akan bekerjasama dengan perusahaan bongkar muat.
“Dengan sistem ini, maka produktifitas akan lebih baik, dengan harapan, kalau peti kemas yang dibongkar itu sekitar 300-350 rb TEus pertahun , Insaallah , Kita lakukan akhir tahun 2020 ini,  bisa meningkat lebih dari itu, dan disini ekspektasinya yaitu 600-800 ribu, dan ini tidak semuanya dikerjakan oleh Pelindo II, tapi bersama-sama dengan perusahaan bongkar muat yang lain, “tegasnya.
Menurutnya, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar ini merupakan program jangka panjang jangka untuk mewujutkan Batam, sebagai logistik centre, yang diharapkan program ini akan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dengan Singapura.
“Posisi Batam yang sangat strategis, diharapkan dalam jangka panjang, bisa menjadi salah satu pintu masuk, dan pintu keluar, untuk ekspor- impor Indonesia. Insaallah kalau revitalisasi ini berhasil, kapal besar datang, maka ekspor-import melalui Batam tidak perlu singgah ke Singapura, “tutupnya optimis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar