Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Senin, 17 Februari 2020

BP Batam Dapat Tekanan Pihak yang Ingin Stop Pengembangan Pelabuhan Batuampar

Minggu, 16 Februari 2020 (Sumber: https://batam.tribunnews.com)
BP Batam Dapat Tekanan Pihak yang Ingin Stop Pengembangan Pelabuhan Batuampar

Deputi Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin mengakui BP Batam bekerjasama dengan Pelindo untuk pengelolaan dan pembangunan, untuk Batuampar lebih baik.

Pelabuhan yang saat ini manual, akan dioperasikan full otomatic. Namun, rencana itu mendapat reaksi dari pengusaha dalam negeri.

"Jadi untuk tekanan, malah sekarang lebih banyak dari dalam negeri. Sudah banyak yang datang, yang ingin menyetop kegiatan ini," kata Syahril belum lama ini di Kantor BP Batam.

Pihaknya ingin menjawab keraguan pembangunan dan pengelolaan Batuampar. Diingatkan jika kerjasama sudah diinisiasi sebelum periode mereka.

"Dengan penjelasan ini. Jadi ini menjawab keraguan dan simpang siur yang ada," tuturnya.

Dimana, hal itu dilakukan, diawali perintah Wakil Presiden (Wapres) saat itu, Jusuf Kalla.

Kemudian MoU dengan Pelindo II.

"Kemudian kita tindaklanjuti ke persetujuan administrasi. Hingga akhir tahun lalu persetujuan diperoleh dan Januari disepakati pokok-pokok kesepakatan," beber dia.

Dalam kesepakatan disiapkan langkah agar Batuampar lebih baik. Jika tidak ada kerjasama dengan Pelindo, diyakini Batuampar tidak lebih baik.

"Kalau ini dibiarkan, situasinya bukan akan lebih baik. Tapi malah akan memburuk. Sehingga kita tidak punya daya saing dengan negara tetangga," ujar Syahril.

Saat ini di Batuampar yang digunakan baru dermaga selatan. Sementara Dermaga utara dikerjasamakan sampai tahap berikutnya atau ketiga.

"Baru perbaiki kembali dermaga selatan. Sehingga penting lihat kemampuan dermaga," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto mengakui pihaknya ingin mengembangkan Batuampar dan Kabil, untuk menjadi pusat logistik. Diharapkan, kerjasama terhadap Pelindo II menjadi langkah besar, menuju pusat logostik.

"Konsorsium itu akan meminimalisir resiko sebagai dikekhawatiran pihak-pihak distribusi dilogistik," harap Puwiyanto.

Seperti diketahui penyerahan pengelolaan Batuampar ke konsorsium Pelindo II diakui, tidak mudah. Banyak tekanan yang datang ke Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Demikian, tekanan lebih besar diakui datang bukan dari Singapura, namun dari dalam negeri. Sementara, langkah yang disiapkan Pelindo, diyakini akan lebih memudahkan pengusaha. Barang dari atau ke Batam, tidak perlu lewat Singapura.

Sementara Direktur Utama PT. Pelindo II, Elvyn G Masassya mengatakan, kehadiran mereka, untuk meningkatkan daya saing pelabuhan Batuampar.

"Sehingga kita bisa berdiri tegak dengan Singapura. Jadi kita tidak ingin dilecehkan Singapura," ujar Elvyn.

Ia menegaskan Pelindo menjadi investor sekaligus operator. Memudahkan investor di Batam dalam mengirim barang ke mancanegara.

"Mau ke Jepang, kenapa harus ke Singapura dulu. Kita mengambil yang menjadi hak kita," katanya.

Dirinya juga memberikan contoh, dulu ekspor dari Tanjungpriok ke Amerika lewat Singapura.

Sekarang sudah bisa langsung ke Amerika. Sehingga per box lebih murah sekitar 300 dolar per box.

"Jadi setidaknya cost lebih murah dari Singapura. Jadi kalau dari Batuampar langsung ke Jepang, biaya harusnya lebih murah," harapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar