Info Barelang

KUMPULAN BERITA BP BATAM YANG DIHIMPUN OLEH BIRO HUMAS, PROMOSI, DAN PROTOKOL

Kamis, 31 Oktober 2013

RSBP Batam Bantah Tuduhan Malpraktek

Kamis, 31 October 2013 ( sumber : Haluan Kepri )
 
Direktur RS BP Batam, Zul Indra membantah tuduhan masyarakat yang mengatakan telah terjadi malpraktek terhadap pasien bernama Heri Erwanto (25) di rumah sakit umum tersebut, Rabu (30/10). (Nov Iwandra/Haluan Kepri)Dokter Bekerja Sudah Sesuai SOK

SEKUPANG(HK)- Direktur RS BP Batam, Zul Indra mewakili manajemen Rumah Sakit BP Batam, membantah tuduhan sejumlah elemen masyarakat yang mengatakan telah terjadi malpraktek terhadap pasien bernama Heri Erwanto (25) di rumah sakit umum tersebut.

" Pasien Heri Erwanto yang mengalami kecelakaan lalulintas datang ke IGD dengan keluhan luka menganga di kepala sebelah kanan, sudah mendapatkan penaganan medis dengan secara benar," kata Zul Indra di ruang humas RS BP Batam, Rabu (30/10) siang.

Ketua Komite Medik RS BP Batam, Dr Afdhalun menambahkan, tidak benar seperti apa yang ditudukan sekelompok masyarakat kepada RS BP Batam ini. Pasalnya, tuduhan yang ditudingkan itu tidak mendasar dan tidak beralasan.

" Kami menepis tuduhan sekelompok elemen masyarakat yang menuduhkan RS BP Batam melakukan malpraktek. Pasalnya, penanganan pasien bernama Heri Erwanto itu sudah sesuai prosedur kedokteran dan selama proses medis Heri tidak pernah mengeluh," kata Afdhalun

Afdhalun menjelaskan, Heri Erwanto merupakan salah satu pasien yang mendapat penanganan medis di ruangan IGD RS BP Batam, pada 25 April 2013 lalu sekitar pukul 01.30 WIB, yang diantarkan seorang rekannya.

" Heri dalam keadaan sadar. Rekan Heri menyampaikan kepada perawat jaga dan dokter jaga, bahwa Heri mengalami luka menganga di kepala sebelah kanan, karena kecelakaan lalulintas yang dialami Heri sekitar 30 menit sebelum masuk IGD RS BP Batam," ujar dokter spesialis ahli bedah jantung ini.

Dalam pemeriksaan fisik pasien, terang Afdhalun, dokter yang menangani mengatakan pasien dalam keadaan sadar penuh, tekanan darah normal, pemeriksaan tanda-tanda vital normal.

"Namun, pada pemeriksaan luka di kepala pasien, terdapat luka berukuran 9x1x2 cm dengan pinggir luka tidak beraturan dan kotor. Kemudian dilakukan pemeriksaan CT scan kepala, tapi tidak ditemukan tanda-tanda pendarahan di otak pasien dan tidak mengalami patah tulang kepala," papar Afdhalun.

Untuk tindakan lebih baik, ungkapnya, kita minta persetujuan pihak keluarga pasien agar dilakukan operasi ringan dan pemeriksaan lebih maksimal.

Sementara itu, dokter Ahli Bedah Saraf, dr Gumar Jaya Saleh mengatakan, pasien Heri Erwanto diagnosa mengalami cedera ringan dengan di kepala sebelah kanan, akibat benturan benda keras/termpas. Namun, luka robek di kulit kepala itu tidak sampai merusak syaraf otak dan tidak mengalami luka dalam.

"Dokter merencanakan operasi ringan terhadap Heri sekitar pukul 17.00 WIB. Namun karena padatnya jadwal operasi pasien yang emergensi, maka operasi terhadap Heri baru bisa dilaksanakan pukul 02.00 WIB dini hari.

"Luka yang dialami Heri tidak begitu mengkhawatirkan, hanya perlu operasi ringan saja agar hasilnya lebih maksimal," kata Gumar.

Operasi Heri berjalan lancar selama 15 menit, ungkap Gumar, operasi ringan Heri itu saya delegasikan kepada dokter umum, dengan melakukan pencucian dengan maksimal dan penjahitan luka di kamar operasi.

"Selama perawatan, saya dan bidan melakukan pengontrolan dan pemeriksaan yang rutin dan selama itu pula pasien Heri tidak ada kendala dan keluhan. Bahkan pada hari ke hari keempat bekas luka di kepala Heri Erwanto sudah mengering, sehingga dia diperbolehkan pulang.

Dengan catatan, ujarnya,  Heri harus melakukan perawatan jalan hingga hari ke tujuh dan dinyatakan benar-benar sembuh.

"Saat pasien kembali periksa di Klinik Bedah Syaraf RS BP Batam seminggu kemudian, kondisi luka pasien Heri Erwanto benar-benar sudah mengering. Dengan demikian, kami putuskan untuk membuka jahitannya agar kepala Heri kembali seperti semula. Yang kemudian, Heri minta izin untuk pulang kampung ke Yogyakarta," tutur Gumar.(vnr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar